Hadirkan Aplikasi Digital Bagi Pemasar Asuransi Untuk Tingkatkan Penjualan

    Di tengah tantangan era digital saat ini, sejumlah perusahaan asuransi jiwa di tanah air terus melakukan pembaruan bagi para tenaga pemasarnya. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi berbasis digital. Tujuan tentu untuk mempermudah layanan dan proses transaksi dengan nasabah dilakukan secara digital. Kecepatan dan kebebasan mengakses informasi di mana dan kapan saja sudah menjadi kebutuhan mendasar, termasuk bagi agen asuransi. Pemasar asuransi jiwa tidak hanya dituntut mampu menjual produk asuransi, tetapi juga harus piawai dan familiar dengan dunia digital. Perusahaan tentu harus dapat menghadirkan solusi terbaik bagi para tenaga pemasar, agar tidak sekadar menjual produk tetapi juga mempunyai pengalaman baru berhubungan dengan teknologi digital.

   Seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan asuransi jiwa multinasional asal Kanada ini. Pada awal tahun 2020, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia meluncurkan aplikasi bernama MiLearn. Sebuah aplikasi pelatihan digital yang sangat berguna untuk tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist Manulife. Melalui aplikasi tersebut, mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan mengakses aplikasi setiap waktu melalui gawai atau ponselnya. “Kehadiran MiLearn ini diharapkan dapat memudahkan tenaga pemasar menjalankan peran mereka memberi solusi perencanaan keuangan profesional dan berkualitas kepada seluruh nasabah. Manfaat aplikasi MiLearn sangat dirasakan para agen Manulife,” kata Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland di Jakarta, Januari lalu.

   Ryan Charland menyampaikan bahwa berdasar survei Google Indonesia pada 2018, terungkap saat ini terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk online. Pengaruh keterlibatan online terhadap keputusan pembelian yang mereka buat juga meningkat. Dalam survei itu terungkap, sebanyak 68 persen dari mereka yang bergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian, akan memutuskan untuk membeli. “Perubahan pola masyarakat itu secara tidak langsung juga memicu Manulife Indonesia untuk terus meningkatkan layanannya,” kata dia.

    Untuk itu, lanjut Ryan, dengan adanya perseroan melakukan penguatan pada layanan digital bagi para agen, tentu akan meningkatkan target penjualan perusahaan di tahun ini. Pihaknya pun memiliki keyakinan akan mampu meraih pertumbuhan yang signifikan di tahun 2020 ini.

    Ditambahkan oleh Director and Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal bahwa aplikasi MiLearn ini merupakan alat untuk membantu para agen dalam melayani nasabah. Saat ini Manulife Indonesia memiliki 2,5 juta nasabah dan 7.000 agen di seluruh Indonesia. “Materi dalam aplikasi MiLearn ini lebih detail dan komplit. Harapannya, para agen bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya dengan lebih baik sehingga mereka juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi nasabah,” ujarnya.

    De Waal mengatakan bahwa dengan adanya fasilitas ini, para agen akan mendapat materi yang cukup sesuai kebutuhan mereka. “Hal ini akhirnya akan meningkatkan penjualan juga. Manajemen Manulife Indonesia berharap kehadiran layanan digital ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan,” papar dia.

   Sementara itu, sebelumnya perusahaan asuransi jiwa PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah ‘mempersenjatai’ para agennya dengan perangkat berbasis digital. Perusahaan ini memaksimalkan kanal digital untuk menggenjot pemasaran, dan mempercepat pelayanan nasabah, serta meningkatkan aksesibilitas agennya. Pada tahun lalu, perseroan telah merilis dan mengembangkan aplikasi mobile bernama PRUforce bagi tenaga pemasar. Aplikasi yang tersedia di Google Play dan App Store ini memiliki fitur pelatihan online untuk tenaga pemasar dan panduan memproses polis nasabah secara cepat dan paperless, yang memudahkan agen dalam menjalankan dan mengembangkan pemasaran.

   Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali memberi contoh, proses pengajuan polis hanya dalam hitungan menit. Proses pengajuan polis secara digital di Prudential Indonesia sudah mencapai sekitar 90 persen. “Ini pencapaian yang sangat membanggakan di industri perasuransian. Pencapaian itu disokong fitur pembayaran premi dalam jaringan (daring) alias online dan real-time,” jelasnya.

  Ketersediaan aplikasi PRUforce, lanjut Luskito, memberikan layanan bernilai tambah untuk nasabah. “Kami tingkatkan pelayanan tenaga pemasar dengan memberikan teknologi digital aplikasi mobile PRUforce. Tenaga pemasar dapat secara digital membantu nasabah untuk mendapatkan kelebihan produk-produk Prudential hanya dalam waktu beberapa menit, mulai dari mengisi aplikasi sampai dengan menerima polis elektronik,” ucapnya.

   Di era digital ini, menurut dia, kebutuhan nasabah semakin dinamis lantaran menuntut layanan serba cepat dan informasi lengkap mengenai perlindungan asuransi. Hal ini mengakibatkan tingginya ekspektasi nasabah yang menginginkan kecepatan dan kemudahan mengakses beragam produk dan layanan di kanal digital.

   Sebelumnya, perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Inggris ini juga meluncurkan program melalui aplikasi web yang diberi nama SFA Prudential atau Sales Force Automation Prudential. Aplikasi web ini digunakan untuk mengakses data nasabah Prudential serta mengecek informasi lainnya terkait produk dan pelayanan asuransi Prudential. Tenaga pemasar dapat mengakses laman SFA Prudential melalui alamat web sfa.prudential.co.id. Selain via desktop, juga bisa mengakses laman web ini melalui smartphone lewat alamat https://sfa.prudential.co.id/mobile/util/login.jsp. W. Widiastuti