Osnady Rahmat Melakukan yang Terbaik dan Siap Pada Perubahan

    Bekerja di asuransi memang bukan pilihan utama bagi Osnady Rahmat pada awalnya. Apalagi dia adalah seorang Sarjana Teknik Elektro lulusan Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat. Namun, pria ini berkeyakinan penuh pilihannya bekerja di Asuransi Sinar Mas (ASM) sudah melalui proses panjang atas perenungan dia dengan Yang Maha Kuasa sebelum mendapat pekerjaan. Pada suatu malam, dia melakukan sholat Tahajud hingga 40 rakaat demi keinginannya dapat terpenuhi, dan ternyata doanya didengar oleh Allah SWT.

    Walau saat itu di tahun 2003, dirinya harus mengawali karier di ASM sebagai staf klaim di Cabang Padang, tapi berkat ketekunan, keseriusan, dan kerjas kerasnya, karier Osnady pun terus meningkat sampai sekarang. Sebelum menjadi Kepala Cabang Banda Aceh mulai Juli 2019 hingga saat ini, dirinya membawahi Cabang ASM Padang dari 2014-2019. Sebelum itu, pernah menjadi Pimpinan Perwakilan ASM di Bukit Tinggi tahun 2009 dan di Muara Bango 2005. “Karena sejak awal saya hanya meminta pekerjaan dari Tuhan sehingga enjoy dengan semua suka dukanya. Dan, dalam berkarier saya ingin melakukan yang terbaik dari waktu ke waktu,” papar Bapak dua anak ini.
Pria kelahiran Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang pada Februari ini tepat berusia 41 tahun menceritakan bahwa dirinya merasa beruntung diberi kepercayaan perusahaan untuk memimpin ASM Cabang Banda Aceh. Walau risikonya untuk sementara waktu harus jauh dari keluarga besarnya. “Ini merupakan kepercayaan besar. Mengingat tidak semua bisa dan mau. Serta, mempertimbangkan jalur ini sebagai bagian dari niat memberikan yang terbaik dan amal, maka saya raih peluang tersebut,” jelas anak dari pasangan Suhatril dan Amiar ini.

   Menurutnya, ASM ada rencana tahun 2024 akan melakukan spinoff syariahnya. Untuk Cabang Banda Aceh Insya Allah akan menjadi ASM Syariah di 2021. Ini sesuai Peraturan Perda Syariah Aceh semua bank dan lembaga keuangan wajib secara syariah. “Namun, saat ini secara umum kami sudah menjalankan sistem syariah di Banda Aceh. Target kami Insya Allah menjadikan Aceh sebagai cabang syariah ASM terbesar setelah Jakarta,” tegasnya.

  Osnady menuturkan, saat ini targetnya adalah dapat mengenalkan bahwa ASM bukan besar sebagai jalur konvensional saja. Namun lebih dari itu ASM juga telah memperkuat di jalur syariah, khususnya untuk di Provinsi Aceh. “Karena sebagai satu-satunya Provinsi Khusus di Indonesia yang menjalankan perdanya (disebut Qanun) secara prinsip syariah. Sehingga semua bank dan lembaga keuangan non bank juga wajib menjalankan sistem syariah,’’ ujarnya.

   Dia mengakui, awal ditempatkan di Banda Aceh ada sedikit kekhawatiran. Tetapi setelah tiba di kota Serambi Mekah dirinya merasa bersyukur. “Ternyata Aceh merupakan kota dan negeri yang sangat indah, maju, toleransi, bersahabat, dan bikin kangen juga,” ungkap pria yang memiliki prinsip: ‘Selalu lakukan yang terbaik, tidak mudah puas, dan selalu siapkan diri pada perubahan’. W. Widiastuti