Batas Kecepatan di Jalan Tol

Redaksi Yth,
Semoga surat saya ini sampai ke tangan pihak yang terkait kecelakaan di jalan tol, yakni Kepolisian, Jasa Marga, dan Jasa Raharja. Selama ini banyak terjadi kecelakaan di jalan tol akibat tabrak belakang yang melibatkan truk, khususnya di Jalan Tol Cipali. Hal ini tentu saja membuat kita prihatin.

    Pertengahan Desember 2019, saya bersama keluarga dalam perjalanan Semarang-Jakarta lewat jalan tol. Sepanjang perjalanan yang berlangsung dari siang hingga malam (dua kali berhenti di rest area) ada dua hal yang saya perhatikan terkait kecepatan kendaraan yang melaju di jalan tol. Pertama, beberapa kali kami dalam kecepatan sekitar 60 km/jam, menyalip truk yang berjalan pelan. Itu berarti, kecepatan truk di bawah 60 km/jam yang menjadi batas kecepatan minimal di jalan tol. Kedua, beberapa kali (lebih sering) kami dalam kecepatan sekitar 95-100 km/jam, disalip kendaraan yang melaju jauh lebih kencang yang terlihat dengan cepat mobil-mobil tersebut meninggalkan kami. Itu berarti kecepatan mobil yang menyalip kami, di atas 100 km/jam, yang merupakan batas maksimal di jalan tol tersebut.

    Kita sudah mendengar rencana kepolisian untuk menilang kendaraan yang melebihi batas kecepatan maksimal di jalan tol. Itu tentu saja sangat bagus, dan harus segera dilakukan.

    Namun saya juga berharap, truk-truk yang melaju pelan dengan kecepatan di bawah 60 km/jam juga ditindak, ditilang, dan dipaksa keluar dari jalan tol. Hal ini diperlukan, karena seperti data yang sering diungkapkan oleh pihak kepolisian, kecelakaan di jalan tol dengan kasus tabrak belakang biasanya disebabkan adanya mobil berkecepatan tinggi yang menabrak truk yang sedang berjalan pelan. Terimakasih

Sanusi Harahap
Rawamangun, Jakarta Timur