STIMRA Mewisuda Sarjana dan Diploma Lulusan 2019

    Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) mewisuda 53 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan pada tahun 2019 pada Sidang Terbuka Senat STIMRA di Jakarta, 11 Desember 2019. Para wisudawan dan wisudawati tersebut secara resmi mendapatkan gelar akademis menurut tingkatan jenjang program masing-masing, diantaranya Program Strata (S-1) sebanyak 29 lulusan di bidang Manajemen Asuransi dan Manajemen Aktuaria, serta Diploma (D-3) Asuransi sebanyak 24 lulusan.

    Dalam kata sambutannya, Ketua STIMRA Hotbonar Sinaga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang wisudawan, termasuk di bidang asuransi, memang membutuhkan waktu yang panjang dan upaya yang tidak ringan, sehingga mendapatkan gelar akademis yang patut dibanggakan. Namun begitu, kata Hotbonar, selain bekal gelar, tentunya yang lebih penting adalah penguasaan ilmu atau yang biasa disebut knowledge, yang akan lebih besar kesempatan mendapatkan karir dan pekerjaan yang layak.

    Industri asuransi, lanjut Hotbonar, adalah bidang khusus yang tenaganya banyak dibutuhkan dengan potensi pekerjaan yang tidak hanya khusus di perasuransian, bahkan di bidang-bidang lain pun juga dapat berperan. Antara lain bidang manajemen risiko dan aktuaria yang tergolong masih langka dan keahliannya banyak dibutuhkan oleh perusahaan asuransi maupun non asuransi.

   Kepada para wisudawan, Hotbonar memberikan wejangan bahwa gerbang wisuda adalah langkah pertama untuk menggapai masa depan yang cerah, dengan motto ‘Learning is Never Ending’ para alumni harus tetap belajar sembari bekerja. Perdalamlah ilmu, karena ilmu tidak pernah ada yang statis, melainkan selalu berkembang.

   Dia menambahkan, dengan dukungan industri perasuransian Indonesia, lembaga pendidikan ini akan terus berupaya mencetak tenaga-tenaga yang yang dibutuhkan. Para alumni diharapkan akan dapat bersaing dengan SDM perasurasian yang berasal dari negara lain, atau sesama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

   Semenjak tahun 1998 hingga 2019, STIMRA telah mencetak 1.266 alumni yang tersebar di berbagai industri dan berkarir industri perasuransian di Indonesia serta manca negara. “Dengan dukungan industri perasuransian di tanah air dan para civitas akademika, kita semua punya keyakinan bahwa lembaga ini akan terus mencetak tenaga-tenaga yang dibutuhkan oleh pengguna. Para alumni diharapkan dapat bersaing dengan tenaga-tenaga asuransi dari negara tetangga untuk menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ungkapnya.

   Sementara itu, diwakili oleh Kepala Akademik LLDIKTI Taufik Alamsyah, Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III M Samsuri menyampaikan munculnya era revolusi 4.0 menjadi sebuah tantangan besar dalam persaingan global, khususnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain dengan menyediakan sumber daya manusia yang unggul, peningkatan mutu pendidikan tinggi juga menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menghadapi revolusi industri 4.0. “Salah satu contohnya adalah peningkatan akreditasi perguruan tinggi yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. STIMRA diharapkan mampu berkomitmen untuk menjaga sistem manajemen mutu yang berguna untuk meningkatkan akreditasi institusi dan menciptakan suasana akademik yang nyaman dan berkualitas,” ungkap Samsuri.

   Samsuri juga menginformasikan bahwa saat ini LLDIKTI telah memiliki sistem yang disebut dengan Early Warning System (EWS) yang berfungsi sebagai lumbung data perguruan tinggi di LLDIKTI Wilayah III. Sistem ini menjadi sumberdata untuk dapat melakukan pendataan terkait perguruan tinggi swasta dalam rangka meningkatkan kualitas kampus dan mencapai akreditasi unggul. “Oleh karena itu, saya mengajak pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI, termasuk STIMRA untuk melakukan pengisian aplikasi EWS ini,” himbaunya. B. Firman