STMA Trisakti Mewisuda 142 Lulusan Sarjana dan Diploma Tiga

    Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti mewisuda 142 lulusan program Strata (S-1) dan Diploma (D3) pada Sidang Terbuka Senat STMA Trisakti Wisuda Angkatan XXVIII di Jakarta, 5 Desember 2019. Jumlah lulusan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Para wisudawan tersebut secara resmi menyandang gelar akademisnya menurut program dan jurusan yang diambil. Sesuai dengan ketentuannya, sebagaimana yang diatur dalam Permenristekdikti Nomor 257/M/KPT/2017, para wisudawan berhak menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) untuk program sarjana, dan Ahli Madya Aktuaria (A.Md.Aktr) untuk program diploma tiga.

    Hingga tahun ini, sekolah tinggi ini mencatatkan lulusannya sebanyak 3.221 alumni, terhitung sejak lulusan pertama dari peserta didik di tahun 1992, saat itu masih bernama AKASTRI. Sebagian besar alumni telah berkiprah di industri perasuransian, mulai dari underwriter, ahli manajemen risiko, klaim analis atau penilai kerugian, aktuaris, pengembang dan pemasar asuransi, hingga berkarier sebagai broker asuransi/reasuransi. Bahkan, sebagian mereka ada yang telah menempati posisi kunci di beberapa perusahaan asuransi sebagai eksekutif di level tertentu.

    Ketua STMA Trisakti Ariyanti Suliyanto mengatakan bahwa mengacu pada Rencana Stratejik STMA Trisakti Tahun 2014-2030, tahap konsolidasi diakhiri pada tahun akademik ini dengan beberapa capaian, di antaranya adalah peningkatan peringkat akreditasi program studi sehingga seluruh program studi yang ada “Terakreditasi B” (Baik Sekali). Selain itu, dalam memenuhi Permenristekdikti Nomor 32 Tahun 2016 tentang akreditasi perguruan tinggi (AIPT), STMA Trisakti telah memperoleh peringkat ‘B’. Menurut dia, sebagai lembaga pendidikan yang taat azas, pelaporan pangkalan data dilakukan secara tepat waktu dengan pencapaian selalu 100 persen, sehingga dinyatakan sehat oleh regulator.

     Ariyanti menambahkan untuk standarisasi kurikulum, pada kompetensi inti STMA Trisakti selama ini telah mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang perasuransian tahun 2013, sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi Republik Indonesia No.141 Tahun 2013. “Dengan terbitnya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No.23 Tahun 2019, dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang perasuransian yang diharapkan juga segera terbit, tim kurikulum STMA Trisakti perlu meninjau kembali kurikulum yang selama ini diterapkan. Yaitu dengan acuan himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim yang menekankan penguatan pada softskill yang akan membentuk karakter lulusan agar lebih inovatif, kreatif, serta memiliki intengritas dan moralitas yang baik,” ungkapnya.

    Dia melanjutkan bahwa KKNI dan SKKNI bidang perasuransian yang disusun bersama oleh OJK, Asosiasi-Asosiasi Perasuransian, serta STMA Trisakti sebagai anggota verikator, menjadi acuan dalam membuat kebijakan teknis OJK, khususnya dalam pemenuhan kualifikasi SDM perasuransian, juga sebagai acuan bagi lembaga pendidikan, khususnya yang menyelenggarakan program studi asuransi. Begitu juga hal ini menjadi pedoman bagi lembaga sertifikasi profesi dalam menetapkan materi uji kompetensi. “Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta link and match antara lulusan yang dihasilkan STMA Trisakti dan kebutuhan SDM industri perasuransian di Indonesia,” katanya.

   Dari 142 wisudawan, 85 persen telah bekerja di industri perasuransian tanpa masa tunggu. Sedang sisanya, berdasarkan statististik, mereka akan memperoleh pekerjaan dengan masa tunggu kurang dari tiga bulan. “Daya serap lulusan kami oleh pengguna lulusan relatif tinggi, karena telah menerapkan proses magang sejak awal pendirian yaitu tahun 1984,” tandas Ariyanti. B. Firman