AAUI Rilis Kinerja Asuransi Umum dan Reasuransi di Q-1 2020

     Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merilis data kinerja industri asuransi umum dan reasuransi di kuartal pertama 2020. Per kuartal pertama 2020, data AAUI menunjukkan bahwa premi asuransi umum hanya tumbuh 0,4 persen year on year (yoy) sedang klaim tumbuh 4,7 persen yoy. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang (tengah), Ketua Departemen Riset & Analisa AAUI Anita Faktasia (kanan), dan Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe (kiri), dalam video conference yang berlangsung di Jakarta, 12 Juni 2020.

Lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dengan premi Rp4,97 triliun (tumbuh 4,9 persen) berada di urutan pertama penyumbang premi terbesar dengan pangsa pasar sebesar 25,1 persen, kemudian asuransi properti dengan premi Rp4,42 triliun (turun 5,2 persen), berada di urutan kedua dengan pangsa pasar sebesar 22,3 persen, disusul asuransi kredit mencatatkan premi Rp2,7 triliun (turun 15,5 persen) dengan pangsa pasar sebesar 13,6 persen. Sejalan dengan itu, asuransi kendaraan bermotor menjadipenyumbang klaim terbesar dengan pangsa pasar 24,0 persen, disusul asuransi properti dengan pangsa pasar klaim sebesar 19,9 persen dan asuransi kredit dengan pangsa pasar klaim sebesar 19,2 persen.

Sementara itu premi reasuransi justru tumbuh tinggi, yakni mencapai 46,4 persen yoy. Pertumbuhan tertinggi dibukukan lini bisnis asuransi energy yakni sebesar 189,0 persen yoy, disusul asuransi kredit yang tumbuh 159 persen yoy, dan asuransi property dengan pertumbuhan sebesar 61,9 persen yoy. Di sisi lain klaim reasuransi juga tumbuh sangat tinggi, yakni mencapai 68,9 persen yoy. Pertumbuhan klaim tertinggi dicatatkan lini bisnis aviation & satellite dengan nilai pertumbuhan sebesar 1.379,8 persen yoy, disusul klaim asuransi kredit yang tumbuh 317,5 persen yoy, dan marine cardo dengan pertumbuhan klaimsebesar 179,8 persen yoy.