Alpha, Manulife, dan MMP Meluncurkan Kerja Sama Baru

     Alpha Investment Partners Limited (Alpha), PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, anak perusahaan dari Manulife Financial Corporation (Manulife), dan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) sepakat untuk mengawali kerja sama usaha baru di sektor properti logistik Indonesia yang tengah bertumbuh dengan pesat. Terdiri dari Keppel-MMP Indonesia Logistics Fund Private Limited dan modal paralel Indonesia, serta modal investasi dari Manulife, kerja sama usaha ini memiliki target investasi awal sebesar 200 juta dolar AS dan memadukan kemampuan terbaik dari ketiga perusahaan yang terlibat untuk bersama-sama mengadakan dan mengelola properti logistik berkualitas tinggi di Indonesia.

Dalam keterangan resmi, 15 Juni 2020, disebutkan bahwa kerja sama usaha ini masih menantikan terpenuhinya sejumlah prasyarat, antara lain penyelesaian akuisisi portofolio awal. Alpha, pengelola dana swasta di bawah Keppel Capital Holdings Pte Ltd, akan bertindak sebagai pengelola investasi kerja sama usaha tersebut, sementara MMP, perusahaan penyedia fasilitas logistik terkemuka yang terdaftar di bursa saham, akan bertindak sebagai penasihat strategis bagi Alpha dan pengelola properti. Kerja sama usaha tersebut telah menerima komitmen modal awal senilai sekitar 93 juta dolar AS atau setara Rp1,37 triliun dari para mitranya, termasuk PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang telah diraih, kerja sama usaha ini berencana mengakuisisi saham dari empat aset sarana kelogistikan modern, unggul, dan mapan di area Jabodetabek dari MMP sebagai portofolio awal. Dengan demikian, portofolio pembuka kerja sama usaha akan terdiri dari tiga properti dengan penyewa tunggal dan satu properti logistik dengan multi-penyewa dengan total area sewa bersih seluas 163 meter meter persegi. Keempat aset ini, dengan tingkat sewa lebih dari 96 persen, melayani nama-nama besar di sektor barang konsumer, logistik, dan perniagaan elektronik, seperti Unilever, Li & Fung, dan DHL. Penjualan keempat aset oleh MMP kepada kerja sama usaha, yang diatur oleh sejumlah ketentuan, telah disetujui para pemegang saham MMP melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2019.

Menurut CEO Alpha Alvin Mah, populasi kelas menengah Indonesia yang terus bertumbuh, yang mendorong pesatnya perkembangan konsumsi dan e-commerce, disertai keterbatasan ketersediaan sarana logistik yang modern di Jakarta, telah menciptakan tren permintaan yang kuat di sektor properti logistik di Indonesia. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan dua pemain terdepan di industrinya masing-masing, yaitu Manulife dan MMP, untuk kerja sama usaha ini. Kehadiran keduanya akan memungkinkan kami menangkap peluang dari sektor yang terus berkembang dan membuka kesempatan bagi para mitra usaha untuk mendapatkan potensi pertumbuhan yang tinggi dari sektor properti logistik di perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Keberhasilan pembentukan kerja sama usaha saat pasar sedang mengalami ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya menunjukkan kemampuan Alpha dalam mengenali peluang investasi yang berkualitas dan untuk terus menumbuhkan platform modalnya,” katanya.

Sementara itu CEO MMP Bonny Budi Setiawan menyatakan bahwa pembentukan platform ini adalah langkah pertama bagi MMP dalam mengimplementasikan strategi asset light untuk memanfaatkan kembali modal dari portofolionya yang telah mapan. “Kami gembira dapat berkolaborasi dengan Alpha dan Manulife, dua perusahaan terdepan di dunia, sehingga kami tidak hanya dapat memonetisasi aset, tetapi juga memberikan keberlanjutan modal bagi MMP untuk menangkap peluang di pasar properti logistik modern Indonesia yang terus bertumbuh,” tambahnya.

Sementara itu Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland dan Senior Managing Director dan Kepala Investasi Real Estat Asia untuk Manulife Kenny Lam, menyatakan bahwa pihaknya senang bemitra dengan Alpha dan MMP dalam investasi properti pertamanya di Indonesia. Kualitas aset dalam investasi ini sudah diakui dan disertai dengan prospek makroekonomi dan demografi Indonesia yang positif, akuisisi yang akan berjalan sangat sesuai dengan strategi investasi jangka panjang perseroan di Asia Pasifik. Dengan demikian, langkah ini diyakini akan menciptakan nilai tambah bagi perseroan dan Indonesia di masa mendatang.

Keppel Corporation Limited memperkirakan bahwa transaksi-transaksi dalam kerangka usaha tersebut tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap laba per lembar saham dan aset berwujud bersih per lembar saham dalam tahun keuangan ini. Edi