Bank Muamalat Tunjuk Yusril Ihza Mahendra Jadi Lawyer Perusahaan

   PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) secara resmi menunjuk lawyer kondang Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara dalam kasus yang menimpa Bank Muamalat, termasuk masalah kredit macet. Saat ini ada beberapa debitur Bank Syariah pertama di Indonesia itu yang tengah bermasalah, seperti kelompok usaha Duniatex. Selain itu, ada pula masalah kredit dengan perusahaan properti di Jawa Barat, PT Hastuka Sarana Karya (HSK).

    Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan bahwa Yusril akan membantu dari beberapa aspek yang berhubungan dengan hukum demi perkembangan Bank Muamalat ke depan. Yusril, ungkap permana, menjadi orang yang tepat karena dinilai sosok yang mengikuti perkembangan Bank Muamalat dari awal terbentuknya bank ini di era presiden Soeharto. “Dengan ini kita berharap akan mempercepat recovery Bank Muamalat yang merupakan ikon ekonomi Islam. Saya yakin Bank Muamalat akan bisa tumbuh dengan lebih baik lagi dengan pendampingan dari sisi hukum oleh Yusril,” ujar Permana saat jumpa pers di Muamalat Tower Jakarta, 5 Februari 2020.

     Sementara itu, Yusril merasa senang hati diajak bergabung dalam pengembangan bisnis di Bank Muamalat. Yusril mengungkapkan dengan suka rela ingin membantu bank Islam pertama ini dari aspek hukum sesuai dengan bidangnya. “Mudah-mudahan dengan meperkuat kembali aspek-aspek hukum dalam berbisnis, akan menjadikan bank ini menjadi lebih besar di tanah air,” ungkap Yusril.

    Pada kesempatan itu, Yusril juga mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menyetujui Ilham Habibie dan Group Al Falah untuk masuk sebagai investor di Bank Muamalat, yang memang saat ini tengah membutuhkan banyak dukungan finansial. Dengan persutujuan OJK ini, tambah Yusril, insyaAllah persoalan permodalan di Bank Muamalat akan cepat terselesaikan.

    Yusril juga mengungkapkan bahwa dirinya diminta menangani sejumlah kasus yang melibatkan bank syariah terbesar di Indonesia ini, yaitu terkait kredit macet yang pada persoalannya adalah nasabahnya mampu menyelesaikan pembayaran namun sengaja dilambat-lambatkan. Hal tersebut tentu menjadi hambatan bagi Bank Muamalat. “Saya tentu akan lebih dulu mengkaji persoalan-persoalan di Bank Muamalat dengan para nasabahnya. Empat opsi bisa diambil untuk menyelesaikannya, mulai dari imbauan, perundingan, somasi, hingga upaya hukum. Kita akan coba dulu dengan solusi yang tepat, seperti dengan himbauan, perundingan, atau langkah hukum lainnya. Kami ini problem solver, bukan trouble maker, tidak ada pihak yang dipermalukan,” tandas Yusril. Fir