Buka IPEX 2020, Wapres akan Perbanyak Program Rumah Untuk MBR

     Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, 70 persen dari program satu juta rumah untuk rakyat, sudah dinikmati oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk itu ke depan, akan diperbanyak lagi program rumah untuk MBR terutama di sektor informal seperti tukang ojek, tukang pangkas rambut, sampai petugas penjaga masjid atau marbot, agar mereka dapat memiliki hunian dan rumah. Hal ini disampaikan Wapres saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Property Expo (IPEX) ke-20, di Jakarta, 15 Februari 2020. IPEX yang ke-20 ini diselenggarakan PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Jakarta Convention Center (JCC) berlangsung pada 15-23 Februari 2020.

     Dalam kesempatan itu, Wapres menjelaskan bahwa pencapaian program satu juta rumah selama tahun 2018-2019 sudah mencapai angka di atas satu juta unit. Namun pencapaian tersebut masih perlu ditingkatkan apalagi saat ini kalangan milenial banyak yang ingin memiliki rumah. “Jumlah milenial saat ini mencapai 81 juta orang atau 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk itu pemerintah perlu mendorong pengembang untuk bisa menyediakan rumah untuk bisa dinikmati para milenial,” katanya.

     Di sisi lain, Ma’ruf Amin juga mengingatkan pengembang agar tidak hanya memperhatikan konsep modernitas saja saat membangun hunian, tetapi juga harus memperhatikan konsep rumah berbudaya, religius, serta air bersih dan sanutasinya sudah tersedia. “BTN jangan mencairkan kredit kepada pengembang jika mereka belum menyiapkan fasilitas air bersih dan sanitasinya. Karena ini penting, terutama untuk membantu target pemerintah menurunkan angka stunting,” tegasnya.

     Sementara itu, selama Indonesia Property Expo (IPEX) ke-20 yang berlangsung 15-23 Februari 2020, BTN menargetkan transaksi untuk KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp3 triliun. “Kami optimistis selama pameran dapat meraup ijin Prinsip KPR baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp3 triliun dengan target booked sebesar Rp 1 triliun,” kata Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury saat acara pembukaan IPEX. Dijelaskan lebih lanjut bahwa BTN fokus pada KPR di Indonesia, dengan market share mencapai 40 persen.

    Pahala memperkirakan, sektor properti pada tahun 2020, akan menjadi penuh tantangan karena ancaman resesi global akibat kondisi geopolitik yang memanas, serta yang terbaru adalah mewabahnya virus corona yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke Indonesia. Meskipun demikian, Pahala optimistis sektor properti yang dikenal memiliki multiplier effect kepada 170 industri turunan, adalah sektor yang bertahan dan bangkit di tengah ancaman dari faktor eksternal tersebut.

    Apalagi, menurutnya pemerintah dan Bank Indonesia (BI) memberikan dukungan yang cukup ke sektor properti antara lain peningkatan batasan tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah sederhana dan rumah sangat sederhana dan pembebasan PPN atas rumah atau bangunan korban bencana alam. Selain itu ada penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas hunian mewah, dari lima persen menjadi satu persen dan peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPNBM). BI juga mendukung sektor properti lewat kebijakan moneternya, antara lain relaksasi Loan To Value (LTV) dan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) serta penurunan suku bunga acuan.

    Pahala N Mansury mengatakan bahwa tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan kredit yang mayoritas ditopang sektor KPR sebesar 8-10 persen yang didorong pertumbuhan KPR secara keseluruhan sekitar 17 persen. Sementara untuk segmen KPR Subsidi, hanya menargetkan pertumbuhan sekitar tiga persen.

    Angka pertumbuhan KPR Subsidi yang melandai disebabkan karena kuota FLPP yang diberikan BTN sebesar 220.000 unit, jumlah tersebut terdiri dari Fasilitas Likuidtas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 110.000 unit dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 40.000-45.000 unit.

    Sementara untuk program satu juta rumah, Pahala mengatakan bahwa dari tahun 2015 hingga 2019 sudah 4,8 juta rumah sudah dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan penyaluran kredit KPR bersubsidi dan non subsidi sudah mencapai 3,1 juta unit. Sementara pada tahun 2019 saja BTN sudah salurkan kredit untuk KPR mencapai 800 ribu unit. “Kami betul-betul melihat manfaat dari berbagai macam program subsidi baik FLPP atau SSB dan BP2BT. Kami berharap dukungan penyaluran subsidi bosa terus ditingkatkan ke depannya,” tegasnya.

    Sementara itu mengenai IPEX 2020, Pahala menjelaskan bahwa dalam pemeran kali ini BTN mempertemukan konsumen dengan pengembang. Ada 105 pengembang yang menawarkan setidaknya 650 proyek hunian, mulai dari hunian tapak, vertikal dengan desain minimalis dan modern berlokasi strategis, seperti di kawasan berbasis Transit Oriented Development yang tersebar di Jabodetabek yang saat ini sedang digandrungi generasi milenial.

   BTN juga menawarkan beragam promosi menarik diantaranya suku bunga KPR mulai dari 5,70 persen fixed rate selama satu tahun (subsidi bunga dari pengembang pilihan), bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal dan diskon asuransi jiwa 20 persen serta cashback tabungan hingga Rp 700.000 sesuai dengan plafond kredit yang diberikan. “Kami dalam waktu dekat akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang tidak kebagian FLPP KPR. Skema khusus ini juga memfasilitasi pengembang rumah subsidi yang pasokannya melimpah namun sulit mendapatkan pembeli,” kata Pahala. Edi