Ketua AAUI: Lini Bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor Paling Terdampak Covid-19

    Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) HSM Widodo mengakui bahwa industri asuransi umum terdampak pandemi Covid-19. Menurut dia asuransi umum terkena dampak langsung dari kondisi yang muncul akibat pandemi Covid-19 ini. Hal ini disampaikan HSM Widodo saat diminta tanggapan atas data pertumbuhan presmi asuransi umum per Maret 2020 yang disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, beberapa waktu lalu.

   Dalam  video conference Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) dengan wartawan yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenkeu RI, 11 Mei 2020, Wimboh Santoso mengatakan bahwa kinerja industri asuransi per Maret 2020 mengalami penurunan. “Premi asuransi umum tumbuh sebesar 3,65 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan per Desember 2019 yang tercatat sebesar 15,65 persen. Ini akibat pandemi Covid-19,” katanya.

  Widodo juga menambahkan bahwa lebih jauh lagi, sejalan dengan memburuknya kondisi yang ada, maka kita akan melihat penurunan yang lebih signifikan pada periode selanjutnya. Saat ditanya apakah lini bisnis asuransi kendaraan bermotor yang paling terdampak pandemi Covid-19 ini, di menjawab bahwa tentunya itu yang paling terdampak. “Karena memang pabrik mobil pun telah menekan produksinya sejak Bulan April kemarin. Hal ini dilakukan terutama karena permintaan yang sangat menurun,” jelasnya saat menjawab pertanyaan Media Asuransi secara online, 13 Mei 2020.

  Lebih lanjut dijelaskan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini bagi lini bisnis asuransi kendaraan bermotor di kuartal pertama 2020 belum terlalu terlihat, karena pembatasan social baru dimulai pada pertengahan Maret. Tetapi dampak ini akan sangat terlihat di kuartal kedua tahun ini. Menurut dia dampak pandemic Covid-19 ini tidak hanya terjadi pada lini bisnis asuransi kendaraan bermotor, melainkan seluruh lini bisnis asuransi umum, walaupun tidak separah kendaraan bermotor.

  Saat ditanya apakah jika pandemi ini berakhir di Bulan Juli 2020, lini bisnis asuransi kendaraan bermotor akan dapat kembali tumbuh? HSM Widodo justru mempertanyakan perkiraan mana yang sampai Bulan Juli. “Harapan, mungkin iya. Kalau dilihat stimulus pajak dari Negara diberikan sampai September, relaksasi pinjaman sampai satu tahun, ini dapat berjalan cukup panjang,” tandasnya.

   Dalam kondisi seperti itu, apakah lini bisnis asuransi kendaraan bermotor ada peluang tumbuh di tahun 2020 ini? Widodo menjawab, “Sulit untuk memprediksi angka yang dapat dipertanggungjawabkan tanpa penelitian yang mendalam, dalam berbagai aspek”.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebenarnya seluruh lini bisnis asuransi umum terdampak pandemic Covid-19 ini, walaupun tidak separah lini bisnis asuransi kendaraan bermotor. Untuk pengangkutan domestik mungkin sedikit turun mengingat kebutuhan listrik menurun sehingga shipment batubara pun demikian. Tetapi akan tertutupi oleh pengangkutan mikro, sejalan dengan kenaikan belanja online. “Sementara itu lini bisnis asuransi property, karena nature-nya sebagai jaminan kredit, tidak terlalu terdampak,” jelas Widodo.

            Ketua Umum AAUI ini menambahkan, dengan asumsi vaksin dapat ditemukan dan penemunya tidak applied patent sehingga dapat segera diproduksi sebagai vaksin generic pun, masih butuh waktu berbulan-bulan. “Model dari UI menunjukkan dengan PSBB jumlah penderita tidak akan melewati kapasitas fasilitas kesehatan, akan tetapi menyebabkan efek yang agak panjang. Model ekonomi yang ada meramalkan GDP baru akan kembali setelah 2027, dengan kontraksi antara minus lima persen sampai minus 25 persen dari GDP pada beberapa negara,” kata HSM Widodo. Edi