KPR Bersubsidi BTN di Kuartal I 2020 Tumbuh 10,57 Persen

    PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) pada kuartal pertama tahun 2020 menyalurkan kredit sebesar Rp253,25 triliun, tumbuh sebesar 4,59 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai Rp242,13 triliun. Segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi penopang pertumbuhan dengan mencatatkan kenaikan sebesa 10,57 persen, yakni dari Rp101,9 triliun pada kuartal pertama tahun 2019 menjadi Rp112,78 triliun pada kuartal pertama tahun 2020. Hal ini disampaikan Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury dalam video conference dengan wartawan di Jakarta, 15 Mei 2020.

  Pada kuartal pertama tahun 2020 BTN membukukan laba bersih sebesar Rp457 miliar atau turun 36,79 persen bila dibandingkan laba bersih pada  periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai Rp723 miliar. Menurunnya laba bersih ini karena BTN menambah pencadangan sehingga coverage ratio menjadi 105,66 persen, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun 2019 yang hanya dari 45,07 persen. “Sebenarnya laba operasional BTN pada kuartal pertama tahun 2020 sebelum provisi tercatat sebesar Rp870 miliar, namun karena pada kuartal pertama ini kita tambah pencadangan yaang cukup besar yakni lebih dari Rp400 miliar, sehingga total pencadangan rasionya menjadi 105,66 persen, membuat laba bersih BTN pada kuartal pertama 2020 hanya sebesar Rp457 miliar,” kata Pahala.

  Menurutnya, cadangan diperkuat sebagai antisipasi BTN dengan kondisi saat ini. Apalagi terjadi kenaikan kredit bermasalah (NPL/non performing loan) dari 2,92 persen pada tahun 2019 lalu menjadi 4,9 persen pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Namun dengan coverage ratio BTN yang sudah berada di atas 100 persen dinilai sudah cukup sebagai upaya prinsip kehati-hatian terutama di masa Covid-19 ini. “Kami rasa dengan cadangan kami hingga di atas 100 persen, itu cukup bagus dan ini sebagai upaya prinsip kehati-hatian kami di masalah Covid-19 ini, dan saya rasa pencadangan ini tidak perlu ada penambahan lagi,” tegasnya.

    Mengenai penyaluran kredit, Pahala mengatakan bahwa total kredit dan pembiayaan  yang disalurkan BTN pada kuartal pertama tahun 2020 sebesar Rp253,25 triliun, tumbuh 4,59 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai Rp242,13 triliun. Menurut Pahala, penopang terbesar pertumbuhan kredit BTN adalah pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53 persen dari total kredit BTN tersebut, mencatatkan pertumbuhan 10,57 persen, yakni dari Rp101,9 triliun pada kuartal pertama tahun 2019 menjadi Rp112,78 triliun pada kuartal pertama tahun 2020.

    Pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58 persen, pada kuartal pertama 2020 penyaluran kreditnya sebesar Rp79,99 triliun. Secara total, kredit di sektor perumahan mencatat kenaikan sebesar 4,14 persen, dari Rp219,73 triliun per Maret 2019 menjadi Rp228,82 triliun per Maret 2020.

    Segmen kredit non-perumahan mengalami kenaikan sebesar 9,05 persen, dari Rp22,41 triliun per Maret 2019 menjadi Rp24,43 triliun di periode yang sama tahun ini. Kenaikan terbesar di segmen ini ditopang melesatnya penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75 persen, menjadi Rp6,54 triliun.

     Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal pertama 2020 tercatat sebesar Rp221,72 triliun atau naik 2,73 persen dari periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai Rp216,82 triliun. Sedangkan aset BTN per kuartal pertama tahun 2020 sebesar Rp308,19 triliun atau naik 2,27 persen dibandingkan dengan kuartal pertama 2019 yang sebesar Rp301,35 triliun.

    Pahala juga menambahkan, pada kuartal pertama tahun 2020 terjadi penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 61 basis points (bps) dibanding periode yang sama tahun lalu. Perbaikan CoF tersebut disebabkan adanya peningkatan tabungan reguler Batara sebesar 6,8 persen  menjadi Rp18,23 triliun. “Secara gradual, dari Januari hingga Maret 2020, cost of fund BTN juga menunjukkan tren perbaikan,” tuturnya.

     Direktur Utama BTN ini juga menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya juga terus memacu bisnis digital banking perseroan. Di layanan mobile banking perseroan misalnya, pengguna layanan tersebut naik menjadi lebih dari 1,2 juta akun dengan transaksi mencapai Rp2,62 triliun pada kuartal pertama 2020. Pengajuan KPR melalui BTN Properti Mobile per kuartal pertama 2020 juga mencapai lebih dari sembilan ribu unit dengan nilai sekitar Rp3,11 triliun.

      Portal BTN Properti dengan lebih dari 631 ribu unit hunian juga telah mencatatkan pengajuan kredit senilai Rp356 miliar pada kuartal pertama 2020. Situs Rumah Murah BTN   juga sudah dikunjungi 152 ribu pengunjung dengan penjualan mencapai Rp31,4 miliar dari total aset senilai Rp13,7 triliun.

   Pahala menambahkan, BTN juga telah melakukan efisiensi biaya overhead hingga 15 persen dibandingkan rencana semula. Efisiensi tersebut didukung adanya perbaikan business process. “Kami optimistis tetap mencatatkan pertumbuhan pada kinerja bisnis kami kendati dampak dari pandemi ini masih akan membayangi ekonomi baik secara global maupun nasional,” ujarnya. Edi