Laba BRI Syariah Q-1 2020, Naik 160 Persen

    Laba BRI Syariah pada kuartal pertama 2020 mencapai Rp75,15 miliar atau meningkat 160 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai Rp30 miliar. Adapun aset BRI Syariah pada kuartal pertama 2020 tercatat sebesar Rp42,2 triliun, meningkat 9,51 persen dibandingkan kuartal pertama 2019 yang mencapai Rp38,5 triliun. Hal ini disampaikan Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar dalam video conference dengan wartawan di Jakarta, 5 Mei 2020.

   Untuk pembiayaan, BRI Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp30,45 triliun atau meningkat 34,28 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah pada kuartal pertama 2020 disokong oleh pembiayaan segmen ritel sebesar Rp20,5 triliun, tumbuh 49,74 persen. Pembiayaan ritel ini termasuk segmen kecil, menengah, dan kemitraan, konsumer, serta mikro.

    Pembiayaan segmen kecil menengah dan kemitraan tercatat sebesar Rp6,07 triliun pada Maret 2020 tumbuh 71 persen dan pembiayaan segmen konsumer pada periode yang sama tercatat sebesar 8,94 triliun atau tumbuh 31,6 persen. Sementara itu pembiayaan segmen mikro tumbuh 63,55 persen menjadi Rp5,6 triliun pada Maret 2020. “Pertumbuhan pembiayaan ritel ini selaras dengan visi misi BRI Syariah, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan,” kata Alun.

     Adapun pembiayaan bermasalah atau NPF BRI Syariah pada kuartal pertama 2020 tercatat 2,95 persen, turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, yang mencapai 4,34 persen.

    Sedangkan Financing to Deposit Ratio (FDR) juga ada pada batas aman, yakni 92,11 persen. “Hal ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan yang optimal,” tambahnya.

  Sementara pertumbuhan dana murah (CASA/current account and saving account) mencapai 77,51 persen dengan nilai sebesar Rp16,86 triliun. Salah satu faktor pertumbuhan CASA BRI Syariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46 persen dari Rp429,6 milar pada kuartal pertama 2019 menjadi Rp627,2 miliar di kuartal pertama 2020. “Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRI Syariah dalam mengembangkan bisnisnya, karena dari sini didapat ekspansi pasar dengan pemilihan pasar secara selektif. Peningkatan tabungan payroll membuka potensi peningkatan penyaluran pembiayaan salary based financing,” tutur Alun.

   Menurut dia, pembiayaan jenis ini juga merupakan strategi pemilihan bisnis yang memiliki daya tahan lebih tinggi pada saat pandemi. “Karena cash flow nasabah tabungan payroll terpantau oleh kami, sehingga pembiayaan nasabah payroll ini berisiko lebih rendah,” jelasnya. Edi