Multipolar Technology Miliki Direksi Baru dan Bagikan Dividen Rp249,38 Miliar

      PT Multipolar Technology Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 2 Juni 2020. Guna mendukung kebijakan pemerintah terkait physical distancing dan PSBB, RUPST dan Paparan Publik digelar secara elektronik. Agenda utama RUPST ini adalah menyetujui Laporan Tahunan untuk tahun buku 2019, pembagian dividen tunai, dan perubahan susunan direksi.

     Menutup tahun 2019, PT Multipolar Technology Tbk membukukan laba bruto sebesar Rp352,90 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp125,18 miliar atau naik 48,28 persen dari tahun sebelumnya. Dividen yang dibagikan sebesar Rp249,38 miliar atas 1.875.000.000 saham atau Rp133,00 per lembar saham.

   RUPST tersebut menyetujui pengangkatan direktur yang baru, yakni Herryyanto, Yohan Gunawan, dan Yugi Edison. Direktur Utama Multipolar Technology Wahyudi Chandra meyakini bahwa kepemimpinan yang baru akan mampu mendorong percepatan pertumbuhan bisnis dan solusi yang lebih baik lagi. Apalagi ketiganya telah berkarir selama lebih dari 20 tahun di perseroan, dengan posisi terakhir sebagai Group Head.

   Wahyudi mengatakan bahwa meningkatnya masyarakat yang memiliki akses teknologi informasi (TI) turut mendorong percepatan transformasi digital. Untuk itu perseroan juga sigap mengikuti adopsi teknologi agar tetap relevan dan semakin mempertegas perannya sebagai System Integrator dalam memenuhi kebutuhan TI di berbagai sektor industri. “Kami melihat adanya pergeseran nyata dalam permintaan TI saat ini, khususnya bagi pelanggan yang telah melewati masa pengembangan infrastruktur dan beralih ke pengembangan perangkat lunak dan Application Program Interface (API). Utamanya perbankan, namun sektor lainnya seperti sektor komersial makin banyak mencari solusi yang bisa memastikan interaksi tanpa hambatan dengan konsumennya dalam berbagai platform. Kami sudah siapkan tim khusus untuk pengembangan dan penyediaan layanan dan solusi berbasis API ini, kami perkuat kompetensinya untuk mempercepat inisiatif transformasi digital,” jelasnya.

     Kontribusi penjualan terbesar perseroan saat ini masih didapat dari sektor perbankan, disusul telekomunikasi dan komersial. Permintaan terhadap perangkat keras juga masih mendominasi, namun kebutuhan akan perangkat lunak seperti Big Data dan Analytics, Cloud, Security, dan Middleware/API Management serta penyediaan Professional IT Services dan IT Managed Services/IT Outsourcing terus tumbuh. Hal ini telah memberikan laba lebih baik dan meningkatkan recurring revenue.

   Wahyudi menambahkan bahwa perseroan semakin fokus mengembangkan solusi-solusi berbasis digital untuk memudahkan dan mempercepat inovasi dan kolaborasi dengan pelaku ekosistem digital/fintech. Salah satu solusi yang dikembangkan perseroan adalah platform VisionDG, yaitu solusi digital yang juga memanfaatkan API Management untuk dapat berkolaborasi dengan ekosistem digital, yang memiliki fitur lengkap dan aman untuk online customer onboarding, transaksi finansial, pembayaran dan pembelian, sistem loyalty, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dan merchant system. Solusi ini, lanjutnya, memudahkan pengguna dalam percepatan pengembangan inovasi digital yang baru.

     Di sisi lain, investasi TI juga dituntut untuk semakin efisien. Hal ini bisa diakomodasi dengan solusi Cloud yang dapat mengikuti kebutuhan pertumbuhan kapasitas infrastruktur TI sesuai perkembangan bisnis sehingga minim investasi awal dan konsep pay-per-use yang meringankan biaya operasional. Bagi pelanggan yang menginginkan solusi on-premise, dapat memanfaatkan konsep Hyperconverged Infrastructure (HCI) dengan mengintegrasikan teknologi komputasi, storage, virtualisasi dan networking, serta penyediaan teknologi container untuk mendukung aplikasi digital yang semakin dinamis.

  Menurut Wahyudi, perseroan fokus pada berbagai upaya dalam mendukung kebutuhan pelanggan dan tren teknologi dengan menyediakan solusi yang dibutuhkan pasar, memperkuat keahlian dan kompetensi sumber daya manusia, terus mencari pelanggan baru serta bersinergi dengan entitas anak yang unggul di bidangnya masing-masing. Yaitu, PT Visionet Data Internasional (VDI) untuk IT Managed Services dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) untuk pengoperasian dan pengelolaan GTN Data Center Rated 3. “Kami terus meningkatkan inovasi dan menyediakan solusi omni-channel yang fokus pada Big Data dan Analytics, Cloud, Security, dan API Management, meningkatkan layanan system integrator, managed services, serta memperbesar adopsi private, public dan hybrid cloud sambil meningkatkan kelincahan dan kemampuan teknologi,” pungkasnya. Fir