OJK: Masyarakat Jangan Khawatir, Perbankan dalam Kondisi Stabil

    Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menyatakan bahwa OJK mencermati beredar viral berita lama yang mengkaitkan kondisi beberapa bank, dalam beberapa hari terakhir. Padahal, seperti disampaikan Ketua BPK Agung Firman Sampurna, nasabah tidak perlu khawatir, takut, atau ragu terhadap bank-bank tersebut, karena pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK. “Viralnya berita lama tersebut juga dimanfaatkan oknum yang tidak beretika sebagai marketing gimmick untuk menarik nasabah bank,” kata Anto dalam keterangan resmi di Jakarta, 10 Juni 2020.

    OJK menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga, tercermin dari rasio keuangan hingga April 2020 yang berada dalam batas aman (treshold) seperti permodalan (CAR) 22,13 persen, kredit bermasalah (NPL/non performing loangross sebesar 2,89 persen dan NPL Net 1,09 persen. Sedang kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/noncore deposit per April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan alat likuid/DPK di periode yang sama sebesar 25,14 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

      Untuk itu OJK mengharapkan, masyarakat tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar dan jika membutuhkan informasi mengenai sektor jasa keuangan bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau melalui WA di nomor 081 157 157 157. “OJK dan BPK juga senantiasa berkoordinasi agar fungsi pengawasan bank berjalan efektif untuk melindungi kepentingan nasabah. OJK menyambut baik ketegasan BPK yang telah melakukan klarifikasi ke media bahwa BPK tidak pernah membuat statement yang banyak diberitakan. OJK juga sudah menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan BPK,” jelas Anto Prabowo. Edi