OJK: Pertumbuhan Premi Asuransi per Maret 2020, Turun

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan hingga April 2020 tercatat masih dalam kondisi terjaga. Ini kondisi yang cukup baik, di tengah tendensi pelemahan sektor riil dan potensi pelemahan sektor keuangan melalui berbagai channel di antaranya adanya potensi tunggakan pembayaran pokok dan bunga oleh nasabah. Selain itu juga respons dari pasar modal telah menunjukan terlihat ada tanda-tanda perbaikan namun belum pulih seperti semula.

    Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso sebagai salah satu anggota KSSK, dalam video conference Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kemenkeu RI, 11 Mei 2020. Hadir dalam video conference itu, Menkeu Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK dan para anggota KSSK lainnya yakni Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

     Walau secara umum sektor jasa keuangan dalam kondisi bagus, Wimboh Santoso menjelaskan bahwa kinerja industri asuransi per Maret 2020 mengalami penurunan. “Pertumbuhan premi di industri asuransi turun signifikan, khususnya asuransi jiwa. Premi asuransi jiwa terkoreksi minus 13,8 persen yoy (year on year), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan per Desember 2019 yang minus 0,38 persen yoy. Sedangkan premi asuransi umum tumbuh sebesar 3,65 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan per Desember 2019 yang tercatat sebesar 15,65 persen. Ini terkoreksi betul di industri asuransi ini akibat pandemi Covid-19,” katanya.

     Sementara itu dari rasio solvabilitas, RBC (risk based capital) industri asuransi jiwa maupun asuransi umum masih jauh di atas threshold, yakni minimal 120 persen. Data OJK menunjukkan bahwa RBC asuransi jiwa per Maret 2020 tercatat sebesar 642,7 persen, turun dibandingkan per Desember 2019 yang sebesar 789 persen. Sedangkan RBC asuransi umum masih terjaga di angka 297,3 persen, turun dibandingkan per Desember 2019 yang sebesar 345 persen. Edi