Prudential Indonesia Ajak Nasabah Tetap Berinvestasi

    PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) telah melakukan sejumlah strategi untuk meminimalkan volatilitas investasi nasabah Prudential Indonesia. Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda mengatakan bahwa sebagai pemimpin pasar dengan pengalaman mendalam di sektor keuangan, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk senantiasa mendampingi nasabah dalam menghadapi kondisi pasar dalam negeri yang penuh ketidakpastian, terkena dampak oleh pandemi Covid-19 dan tekanan global. Hal ini disampaikan Novi Imelda dalam webinar yang diselenggarakan di Jakarta, 16 Juni 2020.

       Webinar ini diadakan Prudential Indonesia dan Eastpring Indonesia untuk mengajak nasabah mengambil langkah jangka panjang dengan tetap berinvestasi agar dapat mencapai imbal investasi yang lebih tinggi di tengah fase normal baru (new normal). Eastpring Indonesia adalah perusahaan manajer investasi dengan total dana kelolaan terbesar di Indonesia dan yang dipercaya mengelola investasi nasabah Prudential Indonesia.

   Novi menjelaskan, Prudential Indonesia bersama Eastpring Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menjaga kepercayaan nasabah, termasuk di tengah berbagai krisis besar, antara lain krisis finansial 2013 dan perang dagang AS-Tiongkok. Selain itu, kedua perusahaan juga didukung oleh performa yang kuat. Sepanjang 2019, meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat total dana investasi yang menguat sebesar tiga persen menjadi Rp74,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp72,1 triliun. “Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat hasil investasi sebesar Rp5,4 triliun, didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),” katanya. Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat total dana kelolaan sekitar Rp92,08 triliun per 31 Desember 2019, yang terbesar di Indonesia.

    Dalam mengelola investasi nasabah, khususnya di tengah fase normal baru ini, Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat. Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan, dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas. Sedangkan untuk dana investasi obligasi, Prudential Indonesia berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid. “Dengan strategi seperti ini, kami berharap dapat meminimalisir risiko dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih,” kata Novi Imelda.

     Selain itu, Prudential Indonesia juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif. “Untuk itu, kami meminta nasabah memastikan polis mereka aktif sehingga senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” tambah Novi.

      Dalam kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia Alan T Darmawan mengatakan bahwa di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi. Eastpring Indonesia memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat.

     Namun, menurut pengalaman Eastpring Indonesia, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan bahwa pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil. “Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi,” kata Alan.

      Eastpring Indonesia mengakui bahwa Pandemi Covid-19 memang telah mengubah arah kebijakan ekonomi pemerintah, namun Indonesia memiliki fundamental makroekonomi yang masih cukup kuat dan stabil secara jangka panjang. Terutama didukung oleh konsumsi domestik yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di masa-masa mendatang.

      Di sisi lain, Prudential Indonesia sangat berharap agar kondisi pasar dan ekonomi dapat segera pulih dan kondusif. “Volatilitas pasar masih tinggi, namun tetaplah tenang dan lakukan investasi secara berkala hingga tujuan investasi kita tercapai. Keep calm and invest on,” tutur Novi Imelda. Edi