Survei Prudential: Pemahaman Masyarakat Terhadap Asuransi Syariah Meningkat

      PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) optimistis dengan pasar asuransi syariah di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan Prudential Indonesia bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap asuransi syariah di tahun 2020 mengalami peningkatan. Dalam tiga tahun mendatang, diproyeksika pasar asuransi syariah di Indonesia mencapai Rp9,6 triliun. Dari potensi pasar sebesar itu, 81 persen adalah pasar Muslim dan sisanya yang 19 persen pasar non Muslim. Hal ini disampaikan Government Relations and Community Investment Director Prudential Nini Sumohandoyo dalam video conference dengan wartawan di Jakarta, 18 Mei 2020.

   Sejalan dengan besarnya potensi pasar tersebut, Prudential Indonesia berencana terus mengembangkan lini syariah. Nini menambahkan, hasil survei menunjukkan bahwa pasar syariah turut diminati oleh kalangan muslim maupun non muslim, juga dari kalangan muda. “Dalam survei yang dilakukan Prudential, kami melihat sebanyak 44 persen pengguna asuransi syariah ialah kalangan milenial. Menariknya, pengguna asuransi syariah tidak hanya kalangan muslim,” katanya.

   Selain potensi pasar yang besar, hasil survei juga mengungkapkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap asuransi syariah juga meningkat. Di tahun 2016 angkanya hanya 31 persen, namun di tahun 2020 ini pemahaman masyarakat terhadap asuransi syariah terus meningkat hingga mencapai 39 persen. “Menariknya, di tahun ini sebanyak 58 persen masyarakat tertarik untuk memiliki asuransi syariah. Angkanya meningkat 18 persen jika dibandingkan pada tahun 2016 lalu yang tercatat sebesar 40 persen,” tutur Nini Sumohandoyo.

    Mengenai manfaat yang diinginkan, survei  Prudential menunjukkan sebanyak 75 persen responden menginginkan manfaat asuransi jiwa syariah dalam kategori kesehatan. Sementara itu  58 persen masyarakat memilih manfaat asuransi kecelakaan diri, 45 persen memilih asuransi pendidikan anak, 43 persen memilih asuransi yang berkaitan dengan investasi, dan 30 persen lainnya memilih manfaat asuransi jiwa syariah untuk persiapan masa pensiun. Edi