Tahun 2019, Kinerja BCA Syariah Tumbuh Di Atas Rata-rata Industri

    PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menutup tahun 2019 dengan pertumbuhan positif di atas industri perbankan syariah pada umumnya. Aset BCA Syariah per Desember 2019 tumbuh sebesar 22,3 persen menjadi Rp8,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara aset industri perbankan syariah per November 2019 tercatat tumbuh sebesar Rp12,596 triliun. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin saat konferensi pers di kantornya pada tanggal 18 Februari 2020.

   Pranata menambahkan bahwa pertumbuhan aset BCA Syariah diantaranya didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Di tengah likuiditas yang cukup ketat, lanjutnya, BCA Syariah mampu menunjukkan pertumbuhan DPK sebesar 12,7 persen yoy menjadi sebesar Rp6,2 triliun. Angka ini sedikit berada di atas pertumbuhan industri perbankan syariah yang tumbuh 15,2 persen yoy yang diambil dari data November 2019. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan produk giro sebesar Rp229,1 miliar, produk deposito sebesar Rp86,9 miliar, dan produk tabungan yang meningkat sebesar Rp34,3 miliar. Komposisi CASA menunjukkan perbaikan, pada Desember 2019 CASA meningkat 10 persen menjadi 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

   “Penyaluran pembiayaan BCA Syariah di Desember 2019 mencapai Rp5,6 triliun atau meningkat 15,2 persen secara yoy sementara industri perbankan syariah tumbuh 11,6 persen yoy (data November 2019). Komposisi pembiayaan terbesar disalurkan untuk pembiayaan komersial sebesar Rp4,34 triliun dengan komposisi sebesar 76,6 persen, diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp1,18 triliun dengan komposisi 20,96 persen dari total portofolio pembiayaan,” ungkap Pranata.

   Lebih lanjut disampaikan bahwa penyaluran pembiayaan BCA syariah selalu diimbangi dengan upaya-upaya untuk menjaga kualitas aktivanya. Hasilnya, Non Performing Financing (NPF) Gross tetap terjaga di 0,58 persen dan NPF Nett di 0,26 persen. Portofolio BCA Syariah, juga terjaga dengan baik dan sehat, terlihat dari Loan at Risk (LaR) berada pada posisi 5,81 persen, sementara industri berada di posisi 18,12 persen. “Profitabilitas perusahaan meningkat secara berkesinambungan dengan perolehan laba sebelum pajak di Desember 2019 sebesar Rp83 miliar, meningkat 15,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72 miliar. Sedangkan, laba setelah pajak tercatat sebesar Rp67,2 miliar,” tandas Pranata.

    Sementara itu, Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan bahwa BCA Syariah akan terus berupaya mempertahankan pertumbuhan yang berkualitas secara berkesinambungan. Dengan komitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, BCA Syariah optimistis dapat meraih pertumbuhan 10-15 persen di tahun 2020.

    Di tahun 2020, ujar John, BCA Syariah secara konsisten menerapkan langkah-langkah strategis yang terintegrasi guna menjaga momentum pertumbuhan yang berkesinambungan. Sebagai bentuk adaptasi terhadap iklim usaha yang dinamis, lanjutnya, BCA Syariah akan terus melakukan penyempurnaan produk dan kualitas layanan, melakukan pengembangan infrastruktur, dan mengimplementasikan kebijakan strategis baik baik dalam hal perluasan jaringan, penyaluran pembiayaan maupun kerja sama dengan mitra strategis dan induk usaha.

    “Penambahan fitur-fitur pada kanal perbankan elektronik juga menjadi salah satu strategi BCA Syariah dalam memperluas jangkauan layanan. Hasilnya, jumlah pengguna atau user dan jumlah transaksi dapat meningkat signifikan. Total frekuensi transaksi BCA Syariah mobile dan Klik BCA Syariah sampai dengan Desember 2019 mencapai lebih dari satu juta transaksi,” tandas John kepada awak media. Fir