Tantangan Pemasar Asuransi di Tengah Bola Panas Covid-19

    Saat ini hampir seluruh penduduk dunia termasuk di Indonesia sedang sibuk dengan adanya wabah virus baru bernama Covid-19 atau lebih populer disebut Corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan penyebaran virus Corona sebagai pandemi global setelah penyebaran virus ini mencapai lebih dari 114 negara. Datangnya virus ini telah menimbulkan kepanikan semua kalangan mengingat korban meninggal terus berjatuhan. Semua industri juga telah terkena dampaknya dan mengalami banyak tekanan, termasuk di sektor keuangan khususnya perasuransian. Bagaimana agen asuransi jiwa menghadapi hal ini?

    Di industri asuransi jiwa, dari sisi keagenan, pemasar asuransi yang menjadi ujung tombak perusahaan asuransi juga ikut sibuk karena datangnya bola panas Covid-19. Penyebaran virus Corona yang semakin meningkat dari hari ke hari, ikut mempengaruhi para pemegang polis asuransi. Nasabah mulai resah menanyakan keadaan polisnya. Banyak hal ditanyakan kepada agen asuransi, mulai dari apakah polisnya mendapat penjaminan apabila terinfeksi virus tersebut. Ada pula yang mencari informasi cara membeli asuransi kesehatan yang menanggung penyakit Covid-19, termasuk nasabah yang memiliki unitlink. Memang, untuk saat ini nasabah asuransi unitlink merasa was-was karena pasar saham juga terkena dampaknya mengalami tekanan akibat pandemi virus tersebut.

    Pemasar asuransi dari perusahaan asuransi jiwa multinasional Teguh Budi Mulyanto mengakui, saat ini hari-harinya sibuk menjawab pertanyaan dari nasabah yang bergantian menelepon, menulis di WhatssApp maupun email menanyakan polisnya dan seputar Covid-19. Dalam menyikapi kepanikan pemegang polis tersebut, dirinya berusaha menenangkan nasabah dengan memberikan penjelasan yang sebaik-baiknya sesuai arahan dari perusahaan.

    Memang, ada nasabah yang menanyakan apakah wabah virus Corona ini bisa di-cover dan ada yang tanya bagaimana cara membeli asuransinya. “Prudential Indonesia meng-cover penyakit Corona dan tanpa masa tunggu ditambah ada santunan cash sebesar Rp1 juta per hari dengan maksimal 30 hari kepada semua nasabah, baik yang mengambil manfaat proteksi kesehatan atau tidak. Prudential tidak ada pengecualian pandemik sehingga akan membayarkan manfaat asuransi sesuai ketentuan dan manfaat masing-masing polis tertanggung,” jelasnya.

    Pria yang pernah bekerja di sebuah bank BUMN ini menceritakan beberapa nasabah yang menanyakan polis unitlinknya. Nasabah ada yang sabar diberi penjelasan, tapi ada pula yang cemas dengan investasinya. Kalau yang sadar paham bahwa saat ini pasar saham sedang turun, tapi yang tidak sabar khawatir nilai investasinya turun karena anjloknya IHSG saat ini akibat Corona,” paparnya.

    Teguh Budi Mulyanto dalam keagenan di PT Prudential Life Assurance membawahi lebih dari 100 agen yang tersebar di sejumlah kota. Dia jelaskan kepada nasabah untuk tetap tenang tidak usah panik dengan mengikuti himbauan dan aturan pemerintah. Serta mengingatkan kepada nasabah pentingnya proteksi asuransi, karena nanti, besok, atau lusa tidak tahu apa yang terjadi pada diri kita juga di sekitar kita. Dia informasikan juga bahwa investasi asuransi adalah jangka panjang. Nanti kalau keadaan sudah normal pasti akan naik lagi nilainya. “Apalagi kondisi ini berhubungan dengan dunia internasional, perusahaan pasti sudah punya langkah untuk mengantisipasinya,” katanya.

    Menurutnya, langkah dan kebijakan yang diambil perusahaan yaitu tetap memberikan pelayanan kepada agen-agen agar tetap dapat melaksanakan tugas meliputi pelayanan via digital Pruforce, WAB, on line servicing OSC, meski operasional manual kantor tutup, serta nasabah diberikan fasilitas layanan 1500085 selama 24 jam juga diberikan aplikasi Pruaccess. Dalam website prudential.co.id juga sudah dijelaskan berkaitan dengan wabah ini. Termasuk ada penawaran program perlindungan khusus dan manfaat tambahan mengenai Covid-19 ini.

    Pandangan serupa juga disampaikan oleh tenaga pemasar asuransi Esterningsih Sudibyo dari perusahaan asuransi yang berkantor pusat di Kanada. Perempuan yang akrab disapa Ester ini lebih bersifat proaktif memberikan penjelasan kepada nasabahnya sebelum mereka banyak bertanya tentang kondisi polisnya. “Hal ini wajar mereka agak khawatir karena kebanyakan adalah nasabah unitlink. Dan, sebagian juga paham akan kondisi saham saat ini dan hasil investasi akan bisa naik kembali setelah ekonomi normal lagi,” ujarnya.

    Dengan adanya penjelasan lebih awal kepada nasabah, lanjut Ester, mereka dapat memberikan respons dan lebih tenang. “Pada umumnya bisa mengerti, karena pada waktu nasabah membuka polis, saya sudah menjelaskan tentang nilai unit dan biaya-biayanya yang akan bisa mempengaruhi nilai investasi mereka,” ujar ibu dua putra ini.

     Dia juga mengatakan, kepada nasabah memberikan informasi update mengenai perusahaan yang memberikan perlindungan kesehatan dari risiko dan gangguan akibat virus Corona. Selain itu, juga diberikan perlindungan tambahan berupa manfaat tunai sebesar maksimal Rp10 juta untuk nasabah yang terinfeksi Corona dalam periode 1 Februari – 30 April 2020. Tidak ada waktu tunggu, begitu asuransi disetujui, pertanggungan langsung berlaku dan wilayah pertanggungan berlaku di seluruh dunia. Jadi, perusahaan meng-cover jika nasabah terinfeksi virus Corona. Namun program ini khusus nasabah yang memiliki produk Sun Medical Platinum dan Sun Medical Executive/SunMedical Care. Semua itu, juga telah ada di website sunlife.co.id.

    Sementara itu Financial Counsellor PT AIA Financial Martha Sri Wahyuni D yang menjalani profesinya tersebut sejak tahun 2013, menjelaskan sudah banyak nasabahnya yang menanyakan tentang polisnya apakah diproteksi juga dengan penyakit Covid-19. Terkait kasus Corona, memang banyak nasabah yang khawatir bila tidak diproteksi. Mereka menanyakan apakah di-cover jika terindikasi Covid-19. Ada pula yang menanyakan tentang investasinya apakah perlu dialihkan ke jenis lainnya. Perusahaan juga telah menyediakan pelbagai
informasi di websitenya aia-financial. co.id.

    Lulusan Fakultas Sastra Inggris Universitas Diponegoro, Semarang, ini mengakui, peran tenaga pemasar sangat penting untuk meyakinkan nasabah bahwa polis mereka aman. Bahkan perusahaan memberikan pelayanan khusus terkait kasus ini dengan memberikan santunan harian tambahan dan kenaikan uang pertanggungan meninggal tanpa tambahan premi, dan memberikan proteksi menyeluruh tanpa masa tunggu bila terjangkit virus Corona,” jelas ibu dua putri yang sudah merasa nyaman dengan profesinya ini.

    Dia juga menjelaskan bahwa sebenarnya perusahaan tempat dia bekerja sudah memberitahu setiap nasabah melalui email tentang jaminan proteksi ini. Perusahaan memberikan jaminan bahwa nasabahnya terproteksi secara full coverage. Bahkan ada tambahan santunan tunai harian untuk seluruh nasabah individu sebesar Rp1,5 juta per hari maksimum 30 hari yang berlaku hingga 31 Mei 2020. (Diluar manfaat rawat inap seperti yang tertera pada polis). Serta, ada ekstra uang pertanggungan hingga 150 persen dengan maksimal Rp1 miliar untuk nasabah yang tutup usia karena Covid-19. “Sebagai agen saya tetap menginformasikan kepada mereka, sekaligus juga menjalin komunikasi. Hal ini tentu bisa mengurangikepanikan dari nasabah sehinggamereka merasa tenang dan nyaman,”tutur perempuan yang bergabung diMDRT sejak 2018 ini.

    Memang pemasar asuransi merupakan garda terdepan perusahaan asuransi termasuk dalam melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan terhadap masyarakat. Agen asuransi bukan sekadar menawarkan produk, juga harus mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi jiwa, bahkan membantu nasabah dalam memiliki perencanaan keuangan. Berdasar data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per kuartal keempat 2019, jumlah tenaga pemasar di industri asuransi jiwa naik sebesar 9,2 persen menjadi 639.740 orang di 2019 dibandingkan dengan 2018. Kenaikan ini didukung oleh inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa dalam proses rekrutmen yang mereka lakukan. W. Widiastuti