Media Asuransi, JAKARTA – Sebagai suatu produk finansial, sebagian besar produk asuransi ditawarkan kepada masyarakat melalui agen pemasar. Kehadiran agen pemasar ini bisa menolong para calon nasabah untuk lebih memahami suatu produk asuransi. Para calon nasabah dapat menanyakan berbagai informasi mengenai produk asuransi dan konsultasi tentang produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka, manfaat-manfaat yang ditawarkan suatu produk asuransi, cara klaim, dan lain sebagainya.
Baca juga: BNI Bagikan Dividen Rp2,72 Triliun
Namun, terlepas dari peran positif yang dilakukan oleh para agen asuransi ini, ada pula oknum tidak bertanggung jawab yang kadang melakukan penyalahgunaan perannya sebagai agen. Jadi, jika Anda hendak membeli asuransi, kenali modus-modus penipuan yang dilakukan oleh oknum agen asuransi tadi. Tujuannya supaya Anda terhindar dari kerugian yang besar dan agar tidak kapok membeli asuransi. Apa saja modus-modus tersebut
1. Menyarankan calon nasabah untuk tidak menyatakan kondisi kesehatan yang sesungguhnya ketika mengisi formulir aplikasi polis
Untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada para calon nasabah, agen asuransi umumnya menawarkan untuk membantu mengisi formulir aplikasi asuransi. Bagi agen asuransi yang ‘nakal’, mereka umumnya menawarkan agar nasabah tidak terus terang mengenai kondisi kesehatan yang sesungguhnya. Hal ini dilakukan agar calon nasabah diterima oleh perusahaan asuransi. Namun, hal ini termasuk aksi yang tidak jujur dan berpotensi klaim ditolak nantinya karena perusahaan asuransi merasa tidak ada utmost good faith antara kedua belah pihak.
2. Agen asuransi menyimpan premi untuk dirinya sendiri, dan tidak meneruskannya pada perusahaan asuransi
Ini bisa terjadi pada saat pertama kali si oknum agen asuransi menjaring calon nasabah. Agar Anda tidak terkena modus penipuan semacam ini, hindari mentransfer uang premi ke rekening pribadi agen asuransi, melainkan transfer ke rekening perusahaan asuransi.
3. Ketika nasabah mau upgrade atau downgrade polis, agen malah menerbitkan polis yang baru
Ini modus selanjutnya yang bisa terjadi dalam penipuan agen asuransi. Alih-alih melakukan upgrade terhadap polis Anda, oknum agen asuransi malah membuka polis baru sesuai dengan manfaat yang diinginkan. Hal ini bertujuan agar agen dapat komisi atas pembukaan polis baru.
Baca juga: Perkuat Peran dan Fungsi di Daerah, Ini yang Dilakukan OJK
Sepintas, Anda mungkin tidak akan sadar karena manfaat yang tertera di polis sesuai dengan yang diinginkan. Cara paling gampang mengetahui apakah polis Anda merupakan polis lama yang di-upgrade atau polis baru ialah dari nomor polis yang tertera. Jika itu polis lama, maka nomor polis tidak berubah. Sebaliknya, jika itu merupakan polis baru, maka nomor polis Anda akan berubah.
Jika Anda jeli, hal ini merugikan karena boleh jadi premi yang harus Anda bayar lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Jika polis Anda yang lama punya nilai tunai, boleh jadi nilai tunai ini terpotong, tidak terhitung di polis baru, atau tidak jelas ke mana.
Anda bisa mengantisipasi hal ini. Jadi, biasanya ketika nasabah mengajukan upgrade, perusahaan asuransi akan mengirimkan notifikasi pemberitahuan bahwa underwriter sedang mempertimbangkan permohonan upgrade Anda. Ketika Anda menerima notifikasi, teliti nomor polis yang tertera, apakah nomor polis tersebut masih sama dengan polis lama atau bukan. Jika tidak sama, segera laporkan hal ini ke customer service agar mereka bisa segera menangani kasus ini.
Jika polis baru Anda sudah terlanjur terbit dengan nomor berbeda, laporkan juga hal ini dan minta perusahaan asuransi mengganti kerugian yang Anda tanggung. Biasanya, perusahaan asuransi akan memberikan sanksi pada agen nakal seperti ini.
4. Agen asuransi juga gemar menyarankan nasabahnya untuk pindah-pindah asuransi
Tujuannya juga sama, agar ia mendapatkan komisi pembukaan polis baru. Biasanya, mereka membujuk nasabah untuk pindah dengan menjanjikan pelayanan yang prima, seperti yang ia berikan ketika bergabung di perusahaan asuransi lama. Nasabah yang khawatir akan menemukan masalah klaim jika tidak dibantu si agen asuransi, seringkali terbujuk rayuan ini. Padahal, perusahaan asuransi yang kredibel akan membantu setiap nasabah, walaupun agennya berubah.
Lalu, pindah-pindah asuransi sangat berisiko membuat premi yang harus Anda bayar semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Setiap produk asuransi juga menawarkan manfaat yang berbeda-beda dan unik. Pindah asuransi membuat Anda berisiko melepas suatu manfaat yang tidak ditawarkan oleh asuransi baru.
5. Agen tidak menjelaskan secara rinci tentang produk asuransi yang ia jual, khususnya pada asuransi investasi atau unit link
Lagi-lagi, hal ini bisa terjadi karena agen tidak menerangkan produk asuransi secara detail karena ingin proses penjualan yang cepat, sehingga ia bisa mendapatkan komisi. Agar calon nasabah tertarik dan tidak berubah pikiran, ia memberikan ilustrasi yang paling ‘indah’, yakni jika investasi calon nasabah berkembang optimal. Dengan asumsi investasi berkembang maksimal, maka nasabah cukup bayar premi secara tunai selama 10 tahun saja, misalnya, kemudian pembayaran premi selanjutnya bisa diambil dari nilai tunai.
Acap kali agen asuransi tidak menyingkapkan fakta bahwa investasi juga bisa merugi. Sehingga, nasabah perlu menyetor premi secara tunai lebih dari 10 tahun, bahkan diminta untuk top up nilai tunai agar investasi yang terbentuk sesuai harapan.
Tapi jangan khawatir, masih banyak agen asuransi yang profesional
Meski ada berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh oknum asuransi, namun Anda tidak perlu khawatir atau menjadi kapok membeli produk asuransi. Sebab, masih banyak agen asuransi yang baik hati dan siap melayani Anda secara profesional. Dengan bantuan para agen, Anda bisa menemukan beberapa layanan berikut:
– Konsultasi mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.
– Menjelaskan secara detail tentang produk asuransi, meliputi manfaat dan ilustrasi premi yang perlu kamu bayar serta nilai tunai.
– Memandu Anda mengisi formulir pengajuan asuransi dengan benar dan meminta kamu menyertakan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
– Sigap membantu kamu dalam mengurus klaim
Itulah dia beberapa modus-modus penipuan yang dilakukan oleh agen asuransi sekaligus layanan yang bisa Anda peroleh dari agen asuransi. Dengan mengetahui kedua hal ini, semoga Anda semakin waspada dan terhindar dari penipuan agen asuransi. Aha
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News