Mengenal Ancaman Terbesar Industri Asuransi

Sekitar 2 tahun terakhir, dunia industri dihebohkan dengan ancaman terjadinya disrupsi bagi perusahaan yang tidak tanggap terhadap perubahan zaman. Tidak terkecuali di dunia asuransi Indonesia, perusahaan-perusahaan yang ‘bermain’ dengan risiko-risiko masyarakat, harus bisa menyesuaikan diri dengan masuknya era baru. Termasuk era teknologi digital. Mewabahnya Covid-19 pada awal tahun ini, menjadi tantangan bahkan ancaman bagi industi asuransi, serta memperkuat keharusan perusahaan-perusahaan asuransi untuk terus berinovasi agar melek teknologi, jika tidak ingin ancaman itu bekerja nyata.

Ancaman yang dihadapi oleh industri asuransi saat ini, bukan lagi hanya tentang teknologi digital yang wajib diterapkan oleh para pelaku bisnis, tetapi juga bagaimana pendekatan terkini terkait pasar asuransi di tengah era normal baru yang mengharuskan pelaku untuk terus berinovasi dalam memberi pelayanan, serta apa yang dibutuhkan masyarakat.

Selama lebih dari 100 tahun, perusahaan asuransi selalu hadir mendampingi pemegang polis di beberapa momen terberat dalam hidup mereka. Kini para pelanggan tersebut memiliki ekspektasi yang berbeda, yaitu tentang bagaimana mereka ingin dilayani lebih. Dan ekspektasi itu berubah lebih cepat dari sebelumnya. Dengan memahami kemauan masyarakat dalam berasuransi, akan dapat membantu industri ini untuk dapat terus berkembang.

Sebuah buku “The Future of Insurance: From Disruption to Evolution” hadir memberikan arahan kepada pelaku-pelaku bisnis di industri asuransi agar dapat memahami dengan bijak ancaman-ancaman yang terjadi di industri ini. Buku ini bukan saja memberikan inspirasi bagi para pembaca, tetapi juga menunjukkan langkah nyata agar dapat tetap survive dalam semua kondisi.

Buku ini ditulis oleh Bryan Falchuk, seorang orator ulung yang karyanya telah banyak dipublikasikan seperti di LA Times, Chicago Tribune, Baltimore Sun, Inc. Magazine dan banyak lagi. Dia juga telah tampil sebagai tamu di lebih dari 150 podcast dan acara radio. Dalam buku ini, penulis memanfaatkan sudut pandang yang unik dan beragam dari pengalamannya sendiri yang menggugah pemikiran tentang bagaimana menghadapi momen-momen terberat dalam industri asuransi. Melalui pengalamannya ini, penulis tidak hanya menyoroti para pelaku bisnis asuransi yang telah berhasil mengadopsi
teknologi terbaru, tapi juga memberi panduan bagi perusahaan insurtech dalam mengembangkan bisnisnya.

Buku ini sangat laik dibaca oleh pelaku bisnis yang menginginkan kemajuan, berdasar wawasan penulis yang luar biasa tentang wawasan menangkap peluang-peluang besar, sehingga pelaku dapat lebih maju dan berkembang lebih jauh. B. Firman