APPARINDO Gelar RTA Bahas Program Kerja 2021

Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) menggelar Rapat Tahunan Anggota (RTA) pada 30 November 2020 secara virtual. Agenda utama RTA adalah pembacaan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pengurus atas program kerja tahun 2020, serta pengesahan anggaran serta program kerja asosiasi yang akan dijalankan pada 2021.

Dalam sambutannya Ketua APPARINDO Muhammad Jusuf Adi mengatakan bahwa tahun 2020 merupakan tahun tantangan yang tidak pernah diduga sebelumnya, yaitu adanya pandemi Covid-19 yang hadir pada awal tahun. Hal ini memberikan imbas luar biasa dalam menjalankan program-program organisasi.

Pria yang biasa disapa Adi itu, menambahkan bahwa pada bulan Januari 2020, pengurus telah menyusun kegiatan-kegiatan untuk setahun ke depan. Dengan adanya pandemi ini, program dan kegiatan tahun 2020 terpaksa tidak dilakukan. Salah satu event paling penting dalam program kerja tahun 2020 adalah menjadi penyelenggara acara Hari Asuransi Indonesia. APPARINDO mendapat kehormatan menjadi panitia penyelenggara. Namun Dewan Asuransi Indonesia memutuskan untuk tidak menyelenggarakan Hari Asuransi pada tahun ini.

“Untuk program kerja di tahun 2021, asosiasi masih fokus kepada kegiatan-kegiatan yang kita rencanakan tetapi belum terealisasi di tahun 2020. Utamanya jika memang telah memungkinkan untuk penyelenggaraan Hari Asuransi di tahun 2021 nanti, APPARINDO berharap kembali ditunjuk sebagai panitia penyelenggara,” ungkap Adi.

Adi menambahkan selama pandemi Covid-19, asosiasi telah berupaya melakukan penyesuaian terkait program dan kegiatan keorganisasian. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan secara virtual, bisa diselenggarakan sebagaimana mestinya, seperti event CEO Coffee Morning. Hal ini memberikan semangat dan rasa optimistis bagi pengurus untuk melakukan RTA secara virtual. “Semoga RTA yang dilakukan pertama kali secara virtual, dan dengan segala keterbatasannya, tidak mengurangi arti penting dari program organisasi,” ujarnya.

Ikut hadir memberikan sambutan pada kesempatan tersebut, Direktur Jasa Penunjang IKNB OJK Tattys Miranti Hedyana yang berharap RTA APPARINDO tahun ini dapat melahirkan terobosan-terobosan yang inovatif bagi seluruh perusahaan anggota, sehingga industri pialang asuransi dan reasuransi di Indonesia dapat melewati masa sulit akibat dampak dari pandemi Covid-19. “Kita semua berharap kondisi di tahun 2021 nanti akan lebih baik, sehingga kinerja industri keuangan di Indonesia, khususnya industri pialang asuransi dalam kembali mencatat pertumbuhan positif sebagaimana saat sebelum terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Tattys.

Menyikapi kondisi industri yang mengalami penurunan kinerja, OJK saat ini tengah dalam proses menerbitkan perubahan POJK NO.14 Tahun 2020 terkait dengan relaksasi bagi industri keuangan nonbank, termasuk di antaranya terkait dengan laporan bisnis pada tahun 2021, laporan rencana pengkinian data tahun 2021, laporan realisasi pengkinian data tahun 2020, serta laporan keuangan semester II/2020.

Selain relaksasi penyampaian laporan, tambah Tattys, saat ini OJK juga tengah mengkaji relaksasi atas pemenuhan batasan ekuitas minimun bagi perusahaan pialang asuransi dan reasuransi yang mengalami dampak langsung pandemi Covid-19. Namun begitu, lanjutnya, relaksasi ini hanya berlaku
bagi perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu. B. Firman