Ahaddin Noekman: Jabatan akan Datang Jika Telah Pantas dan Mampu Mengembannya

      Ada pepatah yang berbunyi “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Pepatah ini berlaku bagi Syariah Group Head PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Ahaddin Noekman yang mengikuti jejak sang Ayah sebagai praktisi di industri asuransi. Berkarier di industri ini sudah menjadi takdir bagi Ahaddin, pasalnya sedari kecil tidak
pernah terpikirkan untuk berkiprah di dunia asuransi.

       Sekalipun ayahnya merupakan orang asuransi, citacita kecil Ahaddin lebih cenderung ke wiraswasta atau berbisnis sendiri. Bahkan awal-awal masuk ke industri asuransi diniatkan sebagai batu loncatan saja. Namun seiring berjalannya waktu, bisnis manajemen risiko ini memberi banyak inspirasi baginya, hingga membuat ayah tiga anak ini betah di lingkungan tersebut.

        Kepada Media Asuransi, Ahaddin menceritakan dirinya tertarik masuk ke asuransi karena melihat adanya potensi besar pasar asuransi di Indonesia. Begitu juga dengan wawasan di industri ini memiliki multiknowledge yang tidak akan ada habisnya. Asuransi itu membutuhkan ahli engineering, aktuaria, ilmu kapal, dan lain sebagainya, sekalipun pengetahuan yang dibutuhkan tidak secara detil. “So far, saya melihat banyak sisi positif yang saya dapatkan di industri asuransi. Karena bermain di bisnis risk management seperti ini dapat membuat hidup menjadi disiplin. Hari demi hari terus belajar mengelola risiko, kita jelaskan kepada mitra kerja. Dan, dengan sendirinya pribadi kita juga terbentuk ke arah yang lebih baik. Itu yang saya suka di industri ini,” ungkapnya.

         Ahaddin mengaku dunia asuransi ini sebetulnya bukan hal baru bagi dirinya karena saat menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, sering mengikuti training, kursus, atau pelatihan di bidang asuransi dan risk management. Dia mulai masuk ke industri asuransi tahun
1991. Saat umurnya sekitar 22 tahun. Awalnya berkiprah di Asuransi Tifa selama dua tahun, kemudian sempat keluar dari asuransi sekitar setahun, akhirnya di tahun 1994 bergabung di Tugu Insurance hingga saat ini.

        Bagi Ahaddin, menjalani karir di asuransi seperti air mengalir saja. Karir itu tidaklah satu hal yang dapat dicari, namun akan datang dengan sendirinya berdasar hasil kerja serta presetasi-prestasi yang diukir sebelumnya. Bahwa amanah sebuah jabatan itu akan didapati jika seseorang memang telah pantas dan mampu mengembannya. Karena tiap sesuatu itu mesti melalui proses kematangan hingga pada akhirnya siap menjalankan leadership yang tangguh. “Dan itu orang luar yang bisa menilainya, bukan diri sendiri. Bahwa kita merasa hebat, merasa bisa, dan segala macam, belum tentu di mata orang lain punya pandangan seperti yang kita pikirkan. Apalagi dalam industri bisnis. Sehingga kita memiliki kapabilitas, maka kepercayaan akan kita emban dengan sendirinya,” pungkas Ahaddin. B. Firman