C Lucy: Kontribusi Adalah yang Terpenting

Sekalipun latar belakang pendidikannya di bidang sekretaris dari salah satu universitas di Surabaya, C Lucy sudah merasa nyaman berkarier di dunia asuransi. Selepas kuliah, wanita yang kini menjabat Marketing Director PT Jaya Proteksi Takaful ini, sempat bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan teknologi di Jakarta.
Selang beberapa tahun kemudian, seorang temannya mengajak dia untuk mengadu peruntungan di perusahaan pialang asuransi. Seolah mendapat tantangan, ia pun mengajukan lamaran. Pertanyaan pertama yang diajukan oleh pimpinan perusahaan pialang yang waktu itu adalah orang asing, “Apa yang dapat dikontribusikan mengingat Anda bukan orang asuransi”? “Dengan pasti saya menjawab bahwa saya suka tantangan dan pembelajar yang cepat. Ternyata langsung diterima. Itulah pijakan pertama saya di dunia asuransi,” kenang wanita kelahiran Jember, 26 Januari ini.
Setelah mengecap pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pialang asuransi, ternyata Lucy merasa betah di industri ini. Bahkan hampir 10 tahun menjadi pengurus di Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo). Dia mengaku kalau bekerja di bisnis asuransi sangat berbeda dengan profesinya terdahulu. Dia katakan bahwa di asuransi tidak membosankan, selalu ada hal baru, bertemu orang baru, dan selalu ada ilmu baru setiap saat. “Itulah yang membuat saya bertahan tetap di industri asuransi,” tegasnya.
Setelah itu, pada akhir tahun 2013 ia mendapat tantangan baru untuk bergabung di salah satu perusahaan asuransi syariah, tempat Lucy berkarier saat ini. Latar belakang pengalaman yang telah dimiliki berpuluh tahun di dunia pemasaran, membawanya duduk di posisi direktur marketing.
Namun begitu, dengan rendah hati, Lucy mengatakan bahwa jabatan bukanlah tujuan utama. Dia menganggap bahwa posisi apapun dalam suatu perusahaan, baik direktur, GM (general manager) atau apapun juga, itu hanya struktur dalam suatu organisasi. Bagi dia, yang terpenting dari semua itu adalah asas manfaat dan bagaimana mempertanggungjawabkan semua tugas yang diemban, baik secara horisontal maupun vertikal. “Saya tidak pernah membeda-bedakan orang menurut jabatannya. Karena itu hanyalah topeng-topeng kehidupan. Yang paling penting bagi saya adalah nilai personal orang tersebut ‘value’ orang tersebut,” ungkapnya pada Media Asuransi beberapa waktu yang lalu.
Lebih jauh, perjalanan karir seseorang bagi wanita yang suka memelihara kucing ini tidak terlepas dari seberapa besar manfaat yang telah dia berikan untuk lingkungannya. Ia menilai sangat keliru jika ada orang yang mengorbankan nilai sosial demi meraih jabatan tertentu.
Namun begitu, saat ditanya apakah merasa puas dengan pencapaiannya sejauh ini, Lucy mengatakan bahwa dalam berkontribusi jangan dulu cepat merasa puas. Kalau orang cepat puas dengan apa yang telah dilakukan, susah untuk maju. Baginya orang hebat adalah orang yang tidak pernah puas dalam memberikan manfaat kepada orang lain.
Terkait target kehidupannya ke depan, Lucy mengatakan bahwa ia hanya menjalani dinamika hidup ini. Apapun tugas manusia di dunia itu adalah amanah yang harus dijalankan. Namun begitu, lanjut Lucy, kalau keinginan pasti ada. Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik dalam hidup dan pekerjaannya. “Tidak ada target jabatan di usia tertentu, dan tidak ada juga target untuk berhenti memikirkan asuransi. Saya hanya menjalani hidup ini seperti air mengalir. Namun pasti menginginkan yang terbaik bagi diri sendiri dan lingkungan,” tandasnya. B. Firman