HA Yusroni Ibarat: Memasang Kancing Baju

Setelah bertahun-tahun meniti karir di industri asuransi dari tahun 1989, pada tahun 2012 Direktur Utama PT Lintas Insan Karya Sejahtera Pialang Reasuransi (Links Re Reasuransi Broker) HA Yusroni memutuskan untuk mencoba tantangan baru, yaitu mengembangkan pengalaman dan kemampuan asuransinya di dunia broker asuransi. Menurutnya, sekalipun berkecimpung di bidang yang sama, pada prinsipnya bisnis yang dijalankan antara di industri asuransi dan broker asuransi itu berbeda. “Jika di industri asuransi, seseorang berada di pihak perusahaan, sedangkan di broker dia berada di pihak nasabah,” ujarnya.
Yusroni menceritakan dirinya telah terjun ke dunia asuransi ini selepas tamat dari SMA. Secara pribadi, ia menilai berkarier di asuransi ini merupakan hal yang menyenangkan. Baginya, berbisnis asuransi ini menciptakan pertemanan dan relationship yang selalu terjaga dan semakin bertambah. Begitu juga dari segi pengalaman dan pengetahuan, karena ilmu di dunia asuransi ini tidak ada batasnya.
Mengingat bahwa prinsip asuransi itu juga ada unsur perjanjian, maka ia sengaja melanjutkan pendidikan mengambil konsentrasi hukum perdata di Universitas Krisnadwipayana, Jakarta. Yusroni mengaku memilih jurusan kuliah hukum ini memang didedikasikan untuk industri asuransi, bukan untuk profesi bidang hukum lainnya. Ini sebagai bukti bahwa untuk terjun ke dunia asuransi bukan dari jurusan ekonomi atau MIPA saja yang dibutuhkan. “Ilmu di asuransi ini sangat komplit. Saya melihat ilmu itu berkumpul di industri asuransi ini. Saya juga menilai ke depan potensi berkarier di bisnis ini besar sekali. Untuk itu saya mengambil jurusan hukum, namun saya juga tetap mengikuti pelatihan dan kursus-kursus yang berkaitan dengan asuransi,” ungkapnya pada Media Asuransi beberapa waktu lalu.
Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap profesi di dunia asuransi, Yusroni mengingatkan agar tidak pernah merasa terlambat untuk belajar dan jangan separuh hati untuk terjun ke dunia asuransi ini. Karena apapun profesi yang digeluti, lanjutnya, harusnya dimulai dari bawah. Apabila dijalani dengan tekun pasti suatu saat akan menemukan posisi yang sesuai dengan usaha dan tekad tersebut. “Saya ibaratkan berkarier itu seperti kita memasang kancing baju. Saya selalu memasang kancing baju mulai dari bawah, satu persatu akan sampai ke atas. Selain itu filosofi kancing baju itu memasukkan tapi masih kelihatan. Artinya, kita terus berkontribusi memasukkan ide-ide di dunia asuransi dan kita juga terus eksis,” tambahnya.
Saat ditanya keinginannya saat pensiun dari dunia asuransi. Dengan penuh harap Yusroni menjawab akan mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan agama. “Bapak saya seorang ustadz dan saya besar dalam keluarga religius. Suatu saat saya akan kembali ke sana. Mengajar ngaji,” tandasnya. B. Firman