Masayuki Tanaka: Asuransi Karier yang Menjanjikan

Masayuki Tanaka tertarik menjalani karier di perasuransian karena melihat industri ini menjanjikan masa depan yang cerah. Setelah menamatkan pendidikan di London Business School, Jepang, pria kelahiran Aichi, Jepang, September 1965 ini langsung memilih bergabung di sebuah perusahaan asuransi jiwa yang ada di negeri Sakura, yakni Asuransi Dai-ichi Life. Dalam perjalanan waktu, dia pun merasakan ada potensi besar di industri asuransi yang harus dapat digarap perusahaan asuransi.
Hal itu semakin dia rasakan saat datang ke Indonesia dan menjadi orang kedua di Panin Dai-ichi Life pada awal 2015, Masayuki melihat ada potensi besar di perusahaan asuransi ini. “Maka dari itu, saya ingin memperkenalkan budaya Jepang yang positif ke Panin Dai-ichi Life. Saya percaya dengan adanya kombinasi dari budaya Indonesia dan Jepang akan memungkinkan perusahaan untuk tumbuh lebih solid sebagai tim,” ungkap penikmat musik ber-genre klasik ini.
Kalau dirunut ke belakang sebelum akhirnya bergabung di asuransi, pria yang akrab disapa Masayuki ini, sempat melamar pekerjaan di perusahaan kontruksi umum dan perusahaan real estate. “Saya dapat tawaran dari beberapa perusahaan, termasuk dari asuransi. Dai-ichi Life adalah perusahaan yang paling menjanjikan dari semua perusahaan yang menawarkan kepada saya. Jadi, tentu saja saya memilih Dai-ichi Life. Tetapi, sebelumnya saya memang tertarik dengan pengembang real estate. Apalagi saat itu di tahun 1988, Jepang kondisi perekonomiannya sedang mengalami pertumbuhan yang tinggi,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Vice President Director PT Panin Dai-ichi Life ini.
Bagi, pria yang memiliki pembawaan kalem dan penuh senyum ini, bekerja di asuransi tidak hanya semata-mata untuk pekerjaan saja. Menurutnya, bekerja di asuransiitu juga memiliki misi mulia untuk melindungi seseorang dan keluarganya hingga masa tua. “Untuk itu kita harus lebih giat lagi mensosialisasikan asuransi jiwa ke masyarakat luas. Kalau di Jepang, Dai-ichi Life telah memberikan kontribusi asuransi jiwa untuk masyarakat selama 113 tahun dan dengan akumulasi aset sebesar 40 triliun yen Jepang. Dapat dikatakan bahwa Dai-ichi Life telah memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui pembiayaan perusahaan dengan pinjaman, ekuitas, atau obligasi untuk mengembangkan bisnis mereka. Maka dari itu perusahaan asuransi jiwa seharusnya memainkan peran penting untuk mewujudkan pertumbuhan
ekonomi di negara ini,” ucap penggemar olahraga ini.
Masayuki melanjutkan, pertumbuhan pasar dari asuransi jiwa di Indonesia sedang berkembang pesat. Panin Dai-ichi Life harus berkembang lebih cepat dan menjadi top five perusahaan asuransi dalam jangka 10 tahun. “Dalam rangka mewujudkan filosofi kami “By your side for life” kita perlu mengerahkan semua tenaga kerja, termasuk team sales untuk mendampingi pelanggan kami selamanya,” tutur penggemar buku-buku Michael Lewis Stephen King ini.
Dalam kehidupan, ada beberapa hal yang ingin dicapai oleh Masayuki, seperti ingin bermain golf lebih baik lagi, secara teratur berlatih lari dan berenang, serta ingin menonton film sebanyak 100 kali dan membaca buku sebanyak 100 kali dalam setahun untuk memperluas sudut pandangnya. “Untuk menambah value dalam hidup ini, saya juga ingin mendalami lagi tentang kebudayaan dan sosial yang ada di Indonesia.
Berharap dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan masyarakat dan pemahaman secara mutual di antara asal-usul budaya yang berbeda,” pungkas pemilik motto “Practice will make impossible possible” ini. W. Widiastuti