Yovita Hamdani: Jangan Pelit Berbagi Inspirasi

– Yovita Hamdani memulai karier sebagai agen asuransi jiwa pada 1999. Semenjak itu beberapa kali ia sempat pindah dari satu perusahaan asuransi ke perusahaan lainnya, hingga enam tahun kemudian dirinya berhasil menduduki jabatan Agency Director di sebuah perusahaan asuransi terkemuka.
– Berkat kerja kerasnya dan pengalaman yang dimiliki selama bekerja di asuransi, pada 2012 wanita kelahiran Tasikmalaya ini mendirikan sebuah perusahaan broker asuransi, PT JETS Indonesia. Alasan Yovita sengaja pindah haluan dari industri asuransi jiwa ke bisnis broker ini, karena dia menganggap ini merupakan tantangan baru bagi dirinya. “Saya memilih broker yang cenderung ke general insurance. Saya melihat ilmu disini lebih komplit, kita dituntut untuk lebih lihai dalam melihat apa yang dibutuhkan nasabah. Saya memang cenderung di marketing, karena saat bertemu nasabah saya merasakan bahwa itu adalah sebuah passion,” ungkapnya pada Media Asuransi baru-baru ini..
– Sewaktu masih di bangku kuliah, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, Jakarta ini tidak pernah membayangkan akan terjun ke dunia asuransi. Saat dia lulus tahun 1997, perekonomian nasional tengah tidak stabil dan susah mendapat pekerjaan. Namun baginya saat itu yang penting adalah kerja. Dari sekian banyak tempat yang dilirik dan diajukan lamaran, cuma perusahaan asuransi yang mau menerimanya. Itulah awalnya Yovita mengenal bisnis asuransi.
– Terkait jabatan dalam berkarier, bagi Yovita tidak akan bisa diraih kecuali dengan kerja keras. Menurutnya semua orang pasti memiliki keinginan untuk menduduki jabatan tertentu, namun tidak bisa didapatkan dengan instant. Butuh keseriusan dan kesabaran dalam melewati tantangan yang pasti akan ditemui dalam perjalanannya. “Dan, setelah mendapatkan apa yang diinginkan, satu yang harus diingat, yaitu harus membagi cerita kesuksesan kepada bawahan sebagai inspirasi. Kalau ingin sukses, kita harus punya tujuan dan goal yang diyakini akan tercapai. Harus bisa menyusun planning dan step-step yang akan dilalui. Harus punya perencanaan karier, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan juga harus berbagi jika sudah sukses,” ungkapnya.
– Saat ditanya goalnya setelah menjadi CEO JETS Indonesia, Yovita berkeinginan menciptakan orang sekitarnya menjadi sosok yang berhasil. Bahkan, dirinya mengaku sangat senang jika anak binaannya bisa sukses melebihi dirinya. Untuk itu, selain menggerakkan perusahaan Yovita juga disibukkan dengan kegiatan menulis buku dan menjadi narasumber di berbagai event seminar. Semua dilakukan untuk menginspirasi anak muda agar bisa sukses. “Tidak boleh pelit memberikan inspirasi. Orangorang akan melihat, bagaimana leadernya bisa sukses, dan tantangan apa saja yang sudah dilewati,” tandasnya. B. Firman