Polis Machinery Insurance (Lanjutan 2)

Oleh Robertus Ismono

    Agar tidak bingung dengan tulisan berikut, Penulis menyarankan untuk membaca ulang paragraf terakhir tulisan sebelumnya pada edisi Juli 2020.

    Paragraf selanjutnya menyatakan: ‘Penanggung dengan ini setuju … … di mana Tertanggung membayar dan Penanggung menerima premi untuk perpanjangan Polis, … …. Versi bahasa Indonesianya tidak mencantumkan kata ‘may’ seperti versi bahasa Inggrisnya. Perbedaan ini sekilas tampak kecil tetapi mungkin dapat diartikan bahwa versi bahasa Indonesia tidak menyediakan ruang untuk menyesuaikan premi perpanjangan, seperti versi bahasa Inggrisnya.

    Catatan 1: penulis tidak tahu apakah hal ini dapat menimbulkan masalah bila terjadi sengketa, namun perlu diingat bahwa biasanya Penanggung dalam kedudukan yang kurang menguntungkan bila terjadi sengketa.

  Selanjutnya polis menyatakan ‘selama berada dalam lokasi yang disebutkan’. Pernah terjadi perselisihan atau masalah karena pengertian ini sebagai akibat pemekaran wilayah lokasi Tertanggung.

   Catatan 2: Lokasi tertanggung tetap, namun penyebutan wilayahnya menjadi berbeda dengan yang tercantum di polis. Hal ini akhirnya dapat diselesaikan dengan surat pernyataan dari pemerintah daerah yang menjelaskan hal ini dan dari kepolisian setempat yang menguatkan hal ini dan yang semula menerbitkan surat keterangan tentang penyebab kerugian.

   Mohon maaf untuk penanggung kasus di atas, penulis menyampaikan hanya dengan maksud untuk berbagi pengalaman bagi calon-calon penanggung termasuk kantor-kantor cabang dan underwriter-nya, dan pialang-pialang agar selalu mengikuti perkembangan yang terjadi, karena menghindari masalah lebih mudah daripada menyelesaikannya.

   Selanjutnya polis merinci jaminan untuk ‘suatu kerugian atau kerusakan fisik yang tidak terduga dan tiba-tiba oleh sebab-sebab seperti … …’.

   Pengertian tidak terduga telah sering penulis sarankan sebagai ‘wajar bila tidak dapat ditebak kapan, bagaimana dan di mana (untuk mesin adalah apanya) yang akan mengalami kerugian atau kerusakan’.

   Sedangkan pengertian tiba-tiba adalah ‘dulu tidak terjadi dan sekarang tidak dapat ditanggulangi secara wajar’.

   Untuk istilah ‘oleh’, versi bahasa Inggrisnya menggunakan istilah ‘from’. Penulis pernah mendapat penjelasan dari beberapa ACILA asli Inggris beserta contoh-contohnya bahwa ‘from’ ini pada dasarnya adalah “penyebab kerugian atau kerusakan tidak dijamin tetapi akibatnya dapat dijamin ataupun tidak dijamin sesuai dengan istilah, ketentuan, pengecualian dan syarat di polis”. Hal ini dapat menjadi lebih jelas dengan menyimak pengecualian-pengecualian polis (lihat Pengecualian butir 4 dan 5).

     Contoh jaminan pertama ‘cacat dalam pencetakan dan material’ seolah-olah bertentangan dangan Pengecualian butir 4. Dengan merujuk ke paragraf kedua tulisan ini, maka yang berlaku adalah pengecualiannya.

    Dalam praktik, membuktikan cacat dalam pencetakan ini kadang mudah bila terlihat secara kasat mata adanya keropos, retak awal yang meninggalkan jejak berupa karat, dan lain-lain. Namun kadang sulit dan memerlukan ahli serta laboratorium yang tidak ekonomis dan menghabiskan banyak waktu. Tentu tidak wajar bagi tertanggung untuk sekadar memaksakan penyebab kejadian sebagai cacat pencetakan atau material dan tidak wajar bagi penanggung untuk sekadar percaya hal ini tanpa adanya bukti. Kecuali penanggung bermaksud untuk memberi pertimbangan lain.

    Melibatkan ahli juga masih belum tentu menyelesaikan perselisihan karena banyaknya kemungkinan timbulnya masalah lagi, seperti tertanggung harus membiayai ahlinya sebagai bukti untuk mendukung penyebab kerugian atau kerusakan yang diduganya, tertanggung tidak mengakui ahli yang ditunjuk penanggung –seandainya penanggung menunjuk ahli sendiri, tertanggung dan penanggung tidak sepakat untuk membiayai ahli –seandainya penanggung mengusulkan pembiayaan ahli bersama, dan sebagainya.

    Catatan 3: pernah terjadi tertanggung tidak setuju atas hasil penyelidikan tenaga ahli asing yang semula telah disetujui bersama. Mohon maaf untuk tertanggung yang bersangkutan, hal ini disampaikan sekadar untuk pelajaran bagi semua pihak.

    Catatan 4: waktu penulis sedang menyiapkan tulisan ini, penulis milihat ada youtube dari Delil Khirat yang berjudul ’To transfer or to avoid: Why is the insurer willing to take over other’s risk for little fee? … . Pertama, penulis tidak paham tentang fee asuransi. Kedua, penulis baru menemukannya dan tidak cukup waktu lagi untuk memahaminya. Tetapi mungkin sekali hal ini berguna bagi penanggung, maupun pialang atau (calon) tertanggung.

    Jaminan polis selanjutnya adalah ‘salah design’. Hal ini lebih sulit dibandingkan dengan salah pencetakan atau material seperti telah disebutkan sebelumnya, karena kemungkinannya kecil sekali untuk mesin dan peralatannya. Hal ini berbeda dengan bangunan atau bagiannya yang kadang-kadang mih mudah terlihat, seperti miring atau roboh sewaktu dalam pembangunan atau tidak lama setelah selesai dibangun. 

*Penulis adalah Adjuster dan Direktur PT AqualisBraemar. Bekerja di Jakarta