Polis Machinery Insurance (Lanjutan 3)

Oleh Robertus Ismono

Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan bahwa polis juga menjamin ‘cacat dalam pencetakan dan material, salah perencanaan, salah pengerjaan atau pemasangan, pengerjaan buruk, kurangnya keterampilan’.

Selanjutnya polis juga menjamin kerugian/kerusakan fisik karena ”carelessness” yang diterjemahkan sebagai “kecerobohan“. Karena penulis bukan di bidang bahasa, maka untuk menghindari perdebatan yang sering sekali timbul penulis menggunakan istilah aslinya yaitu ”carelessness” yang untuk membedakan dengan “negligence” penulis sarankan rujukan sebagai berikut:

Carelessness” : sudah sesuai dengan prosedur atau peraturan atau petunjuk dari yang berwenang (termasuk pemerintah dan/atau pabrikan) atau akal cerdik manusia setempat pada umumnya namun ada kesalahan manusianya.

Negligence” : tidak sesuai dengan prosedur atau peraturan atau petunjuk
dari yang berwenang (termasuk pemerintah dan/atau pabrikan) atau akal cerdik manusia setempat pada umumnya.

Pada umumnya ‘carelessness’ dijamin oleh hampir di semua polis apapun penyebutannya karena disadari bahwa manusia adalah mahluk yang tidak sempurna. Sebaliknya ‘negligencce’ (ataupun ‘gross negligence’) dikecualikan di hampir semua polis. Hal ini mungkin disebabkan karena disadari bahwa Sang Pencipta telah memberikan akal cerdik bagi manusia untuk berpikir.

Negligence’ dapat dijamin bila dimaksudkan untuk menghindari kematian atau kerugian yang jauh lebih besar. Misal dalam kejadian suatu kapal berisi banyak penumpang dan/atau muatannya banyak dan diasuransikan. Dalam perjalanan ditemukan bantalan poros utama (crank shaft bearing) rusak. Bila mesin terus dihidupkan, maka poros utama akan rusak terkikis. Tetapi bila mesin tidak dihidupkan, maka kapal akan hanyut dan mungkin sekali kandas di karang dan membahayakan keselamatan penumpang. Pilihan umumnya adalah menghidupkan mesin dan melabuhkan kapal ke pelabuhan terdekat untuk perbaikan.

Selanjutnya polis juga menjamin kerugian/kerusakan fisik karena ‘kekurangan air dalam boiler’. Sebelum berlanjut perlu disampaikan sebagai berikut:

Catatan 1: Boiler atau ketel uap : adalah bejana yang bila bekerja akan berisi uap air yang bertekanan cukup tinggi sampai di atas titik didih airnya. Boiler ini biasanya digunakan untuk berbagai industri termasuk pemasok tenaga bagi turbin uap.

Catatan 2 : Heat Exchanger : adalah bejana yang bila bekerja akan berisi cairan (bukan air) yang tidak melebihi titik didih cairan tersebut.

Heat exchanger biasanya digunakan untuk keperluan terbatas, misal penyalur panas dari tungku ke dry clean, setrika, dan lain-lain.

Pada garis besarnya ketel uap ada 2 macam, yaitu ‘fire tube boiler’ dan ‘water tube boiler’. Di ‘fire tube boiler’ bejana yang berisi air diberi pipa-pipa yang terhubung dengan ruang bakar tungku. Pada saat bekerja, maka airnya akan dipanaskan oleh pipa-pipa tersebut.

Di ‘water tube boiler’ pipa-pipa yang berisi air dimasukkan ke ruangan yang terhubung dengan tungku. Pada saat tungku dihidupkan, maka airnya akan dipanaskan.

Pada ‘fire tube boiler’ bejananya harus mampu menahan tekanan dari airnya ditambah tekanan dari uapnya. Maka agar ekonomis ukuran ‘fire tube boiler’ tidak sebesar ‘water tube boiler’.

Sebaliknya karena ukuran dari pipa-pipa yang berisi air tidak perlu terlalu besar untuk mampu menerima tekanan besar/tinggi, maka ‘water tube boiler’ hanya memerlukan sangkar untuk mengurung panas yang dihasilkan oleh tungku, jadi tidak memerlukan konstruksi yang mampu menahan tekanan besar. Dengan demikian ‘water tube boiler’ dapat dibuat dengan ukuran yang sangat besar dan untuk bekerja pada tekanan besar/tinggi.

Selain ‘fire tube boiler’ dan ‘water tube boiler’, masyarakat awam juga sering menggunakan istilah ‘boiler’. Boiler ini termasuk alat rumah tangga dan bukan yang dimaksud dalam tulisan ini.

Water tube boiler’ masih dibedakan menjadi ‘saturated steam boiler’ dan ‘superheated steam boiler’.

Pada ‘saturated steam boiler’ uap bertekanan yang telah melewati titik didihnya langsung digunakan untuk suatu keperluan.

Pada ‘superheated steam boiler’ uap bertekanan tersebut dipanaskan lebih lanjut sehingga tekanannya naik lagi sampai mencapai tekanan yang diinginkan.

Untuk menghemat biaya bahan bakar dalam jangka panjang, maka pada ‘superheated steam boiler’ juga ditambahkan peralatan (equipment) berupa pipa-pipa lagi yang disebut ‘economizer’ yang menyerap panas sisa dari ‘saturated steam boiler’-nya dan juga ‘superheater’ .

Untuk dapat menyerap panas sisa dengan baik dan ekonomis, maka ‘economizer’ dan ‘superheater’ dipasang di atas ‘saturated steam boiler’ nya.

Dari sudut efisiensi bahan bakar, maka ‘superheated steam boiler’ termasuk pembangkit tenaga yang sangat efisien bersama pembangkit tenaga air, angin, ombak, dan nuklir.

*Penulis adalah Adjuster dan Direktur PT AqualisBraemar.
Bekerja di Jakarta