Polis Machinery Insurance (Lanjutan 5, Pengecualian)

Oleh Robertus Ismono

Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan tentang ‘physical explosion dan implosion, koyak akibat gaya sentrifugal dan sentripetal, hubung singkat (listrik)/short circuit dan masalah rumitnya, kaidah dasar bahwa tidak ada 2 polis yang menjamin kejadian yang sama (double cover), storm dan Beaufort Scale dan penyelesaiannya oleh AAUI,dan BMKG.

Polis Machinery Insurance (MI) ini memuat 10 pengecualian dengan masing-masing keterangannya.

Pengecualian butir 1 tentang risiko sendiri menjadi tanggungan tertanggung sendiri, sehingga jumlah ganti rugi yang menjadi kewajiban penanggung adalah sisanya. Pada saat ini semua polis menerapkan risiko sendiri, berapapun besarnya agar tidak repot mengurusi ganti rugi yang kecil-kecil yang tidak ekonomis untuk diproses.

Pengecualian ini menyatakan bahwa pada dasarnya bila ada beberapa barang yang rusak dalam satu kejadian, maka risiko sendiri yang diterapkan hanya yang tertinggi.

Catatan 1: untuk menyimpulkan bahwa kejadian itu satu atau lebih, maka harus menggunakan kaidah “proxima causa”.

Dari sejarahnya sebenarnya ada beberapa jenis hal serupa dan penerapannya, tetapi saat ini sudah tidak lagi diterapkan.

Pengecualian selanjutnya di butir 2 terdiri dari 2 bagian, yaitu “exchangeable tools dst” dan “refractory lining dst”.

Bagian 1 “Exchangeable tools” ini diterjemahkan sebagai “peralatan”. Terjemahan ini tidak salah, tetapi untuk sekadar menegaskannya, maka disampaikan catatan sebagai berikut:

Catatan 2: Tools adalah barang kaku yang bila diberi masukan akan menghasilkan keluaran. Misalnya batang besi yang bila diberi puntiran di satu ujungnya, maka akan menghasilkan puntiran yang sama di ujung lainnya.

Catatan 3: Equipment adalah sambungan-sambungan barang kaku yang bila diberi masukan akan menghasilkan keluaran. Misalnya gerobak yang bila diberi gaya dorong akan menghasilkan kecepatan.

Catatan 4: Machine adalah sambungan-sambungan barang kaku yang bila diberi masukan akan menghasilkan keluaran dan dapat ada proses di dalamnya. Misalnya, diesel engine yang bila diberi solar dan dihidupkan akan menghasilkan putaran.

Catatan 5: Apparatus adalah sambungan-sambungan mesin.

Catatan 6: Device adalah alat bantu.

Kata-kata selanjutnya “yang dapat ditukar” dapat membingungkan karena pada dasarnya semua barang dapat ditukar. Jadi sebaiknya kita gunakan saja pengertian dalam bahasa Inggrisnya.

Bagian 2 “Refractory lining dst” telah diterjemahkan dengan cukup jelas.

Pengecualian selanjutnya di butir 3 diterapkan karena sudah ada polis lain yang lebih khusus yang mengatur hal ini. Pengecualian ini sesuai kaidah dasar pertanggungan bahwa “tidak ada dua macam polis yang menjamin satu hal yang sama”.

Catatan 7: banyak hal yang dijamin oleh polis Machinery Insurance dan juga dijamin di polis Comprehensive Machinery Insurance (CMI). Mungkin MunichRe menerbitkan polis CMI ini untuk menggantikan polis MI dengan penambahan luas jaminan dan perbaikan agar masalah sebelumnya tidak terulang lagi.

Catatan 8: karena keadaan di Indonesia, baik alam maupun hukumnya tidak selalu sama dengan di Jerman (dan Inggris), maka banyak hal yang telah perlu disesuaikan dan disepakati. Misalnya tentang pengertian “theft, flood (sehubungan dengan banjir berkala), volcanic eruption, angin kencang, dan lain-lain”.

Pengecualian butir 3 bila pemasok, kontraktor atau bengkel bertanggungjawab baik secara hukum atau berdasarkan kontrak.

Catatan 9: dalam penerapannya, banyak perbaikan dilakukan oleh bengkel kecil karena bayak hal, seperti misalnya kerusakannya sederhana dan perlu segera diperbaiki, terlalu lama menunggu datangnya petugas dari bengkel resmi karena bengkel resminya jauh berada di kota lain atau bahkan di luar negeri, dan lainlain.

Catatan 10: kadang kontrak mewajibkan pemasok hanya wajib memberikan pelatihan dan ujian bagi operator Tertanggung. Dan kemudian terjadi ‘negligence’. Pemasok tidak mau disalahkan, sedangkan di polis ada pengecualian sehubungan dengan ‘reasonable precaution’.

Menunjuk ahli telah disampaikan di tulisan terdahulu tentang permasalahannya.

Pengecualian butir 4 menyatakan “suatu kesalahan atau cacat yang telah ada pada saat mulai berlakunya Polis ini dengan sepengetahuan Tertanggung atau wakilnya, dan seterusnya”. Dalam kenyataannya pengecualian ini sulit diterapkan karena pada umumnya kalaupun ada cacat, Tertanggung tidak mengakui bahwa ia sudah tahu adanya cacat ini.

Pengecualian ini hanya kadang-kadang bisa diterapkan kalau ada bukti bahwa barang yang rusak tersebut sebelumnya telah pernah rusak dan diperbaiki secara tidak sempurna. Misalnya crank shaft di suatu engine yang pernah terkikis dan dilapis ulang dan sekarang tergores crank
shaft-nya.

*Penulis adalah Adjuster dan Direktur PT AqualisBraemar.