Work from Home

    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Work from Home (WfH) menjadi kenyataan pada 2020. Bahkan tampaknya menjadi keharusan di tengah merebaknya wabah Covid-19, yang sudah menjadi pandemi global. Termasuk di Indonesia, tentunya. Karena pilihannya adalah Work from Home atau terjangkit penyakit mematikan akibat virus corona ini.

    Sebelum merebaknya wabah Covid-19, memang sudah disadari mengenai apa yang disebut dengan Internet of Things (IoT). Segala sesuatunya menjadi tergantung pada internet. Termasuk dunia bisnis yang tergantung pada internet. Termasuk bisnis asuransi. Karena internet memang mempermudah kegiatan bisnis asuransi dan dapat menjadi salah satu kekuatan daya saing.

   Tapi munculnya Covid-19 mengubah semuanya. Seorang psikiater di suatu rumah sakit terkenal di kawasan Karawaci, Tangerang, sebelah barat Jakarta, mengingatkan bahwa ada new normal karena Covid-19 ini. Tampaknya, dokter ahli psikiatri ini mengingatkan bagaimana tiap orang harus menyesuaikan dengan keadaan baru karena pandemi global ini.

   Industri asuransi, yang merupakan salah satu jasa keuangan bukan bank, tampaknya juga harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Bagaimana pun, bisnis harus jalan terus. Sementara Covid-19 memberikan tantangan yang luar biasa, yaitu kalau tidak hati-hati ujungnya adalah terjangkit penyakit yang mematikan.

    Apalagi, ada beberapa kasus karyawan bank yang terjangkit penyakit karena virus corona di wilayah Jakarta, sesudah Presiden RI Joko Widodo mengumumkan adanya penderita Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020. Kasus karyawan bank tersebut diberitakan meninggal dunia akibat melakukan pelayanan tatap muka atau langsung kepada para nasabah bank-bank tersebut.

    Sebagai makhluk yang paling mampu untuk menyesuaikan diri di dunia ini, manusia melakukan segala upaya untuk bertahan hidup dalam situasi dan kondisi karena pandemi global ini. Work from Home menjadi salah satu pilihan yang paling masuk akal bagi perusahaan-perusahaan asuransi. Tentunya, tiap perusahaan asuransi berbeda-beda kesiapan dan kecanggihan jaringan internet yang dipunyainya.

     Work from Home bagi perusahaan-perusahaan asuransi bukan berarti produktivitas dalam kegiatan bisnis menjadi berkurang. Karena, ada perusahaan-perusahaan asuransi yang mengenakan sistem kehadiran atau absensi secara online. Sedangkan untuk marketing, ada target yang harus dicapai oleh tenaga pemasar yang dilakukan secara online. Yang menarik, bahkan ada perusahaan asuransi yang memberikan tunjangan untuk biaya internet dan listrik selama Work from Home.

   Beberapa eksekutif perusahaan asuransi dihubungi Media Asuransi berkaitan dengan kegiatan bisnisnya di masa wabah Covid-19. Mereka mengungkapkan bahwa memang ada sedikit penurunan kegiatan bisnis dalam bulan Maret dan April 2020. Tapi, kata salah seorang eksekutif asuransi, setidaknya bisnis jalan terus dengan target yang memang disesuaikan situasi dan kondisi adanya wabah Covid-19.

    Terkadang suatu kejadian yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, ternyata dapat menjadi sesuatu yang berguna. Misalnya yang dialami oleh seorang eksekutif perusahaan asuransi umum di Jakarta ketika sebagian besar karyawannya harus Work from Home. Ia mengungkapkan bahwa sudah beberapa tahun yang lalu ia mempunyai gagasan untuk menerapkan remote working bagi sebagian besar karyawannya. “Ternyata sekarang, remote working yang ingin saya laksanakan menjadi keharusan. Harus Work from Home. Tidak perlu uji coba lagi,” katanya tersenyum dalam wawancara online dengan Media Asuransi, April 2020. Mucharor Djalil

%d bloggers like this: