Best Insurance 2017 dan Insurance Award 2017 Media Asuransi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2016, menurut Badan Pusat Statistik, sebesar 5,02 persen, Sedangkan, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2016 mencapai 5,0 persen.
  Dalam kondisi perekonomian Indonesia tersebut, industri asuransi nasional masih mengalami pertumbuhan selama tahun 2016. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tercatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 29,8 persen menjadi Rp167,04 triliun dari Rp128,6 triliun selama 2015.
  Sedangkan menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), kinerja asuransi umum selama 2016 mengalami pertumbuhan 5,1 persen. AAUI mencatat premi bruto asuransi umum sepanjang tahun 2016 sebesar Rp61,9 triliun atau mengalami pertumbuhan sebanyak 5,1 persen dibanding dengan perolehan premi di tahun sebelumnya sebesar Rp58,9 triliun.
  Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) dalam kajian tahunannya menganalisis kinerja keuangan 48 perusahaan asuransi jiwa (life insurance), 75 perusahaan asuransi umum (general insurance atau non-life insurance), enam perusahaan reasuransi, dan 10 perusahaan asuransi syariah full fledged. Kinerja keuangan ini berdasarkan neraca publikasi perusahaan asuransi dan reasuransi tersebut per Desember 2016. Kajian terhadap terhadap kinerja keuangan ini nantinya akan membuahkan hasil Best Insurance 2017, yang terdiri dari Best Life Insurance 2017, Best General Insurance 2017, Best Reinsurance 2017, dan Best Sharia Insurance 2017. Tahun 2017 ini, baru pertama kali LRMA melakukan kajian terhadap perusahaanperusahaan asuransi syariah full-fledged – berdasarkan keputusan Dewan Juri Insurance Award 2017 Media Asuransi.
  Untuk menjaring Best Insurance 2017 tersebut, Dewan Juri Insurance Award 2017 Media Asuransi meninjau kembali kriteria atau rasio-rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia. Pada 2017 ada 10 rasio untuk mengukur kinerja perusahaan asuransi dan reasuransi di Indonesia. Rasio keuangan yang digunakan pada 2017 ini sama dengan tahun 2016.
   Kajian tahunan LRMA ini kemudian dipresentasikan di Dewan Juri Insurance Award 2017 Media Asuransi, yang terdiri dari ex-officio ketua umum asosiasi perasuransian, yaitu Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Harry Purwanto (Ketua Dewan Juri), dengan anggota Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Yasril Y Rasyid, Ketua Umum Asosiasi Asuransi dan Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI) Budi Setyarso, Ketua Umum Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI) Budi Maharesi, Direktur Utama PT Media Asuransi Indonesia Darwin Noor, Direktur PT Media Asuransi Indonesia Edison Idrus, dan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjuniadi.
  Agar proses pemilihan Best Insurance 2017 lebih fair, maka dilakukan pengelompokan berdasarkan ekuitasnya. Berdasarkan ekuitasnya atau peer group-nya, LRMA membagi empat kelompok asuransi jiwa, lima kelompok asuransi umum, dan masing-masing satu kelompok perusahaan reasuransi dan perusahaan asuransi syariah.
  Berdasarkan kajian LRMA dan Rapat Dewan Juri Insurance Award 2017 Media Asuransi, ada 33 Best Insurance 2017. Yaitu 12 Best Life Insurance 2017, 15 Best General Insurance 2017, tiga Best Reinsurance 2017, dan tiga Best Sharia Insurance 2017.
  Best Insurance 2017 akan dianugerahkan kepada perusahaan-perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi dan asuransi syariah pada acara Insurance Award 2017 Media Asuransi pada Rabu malam, 7 Juni 2017 di hotel berbintang di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Selamat bagi pemenang dan sampai jumpa. Mucharor Djalil