Irvan Subekti: Kejujuran sebagai Kuncinya

Berbekal pengalaman di bidang perasuransian kurang lebih 20 tahun, Irvan Subekti telah melakukan sejumlah langkah dalam menyikapi kondisi di tengah pandemi Covid-19 ini. Dalam kurun itu, pria kelahiran Jakarta 47 tahun ini banyak berkecimpung dan menangani bidang asuransi umum maupun aset dan risiko finansial yang terkait produk bank.

Sekarang, Irvan Subekti yang biasa disapa Irvan ini mendapat amanah sebagai pucuk pimpinan di PT Pasopati Insurance Broker, sebuah perusahaan pialang asuransi yang baru berdiri awal tahun 2020. Dia menceritakan, untuk tetap dapat mempertahankan bisnis di tengah pandemi dan memasuki era normal baru seperti saat ini, yang dapat dilakukan adalah mulai melakukan inovasi dalam hal prospecting, peng-handle-an dan maintenance client dengan memanfaatkan teknologi yang kian terus berkembang. “Apalagi saat ini kita sudah memasuki era 4.0,” tutur pria yang menggemari buku karya Sidney Sheldon ini.

Irvan menyampaikan pula sejumlah hal lain yang harus diperhatikan dan dipertahankan agar berhasil dalam bisnis adalah mengedepankan beberapa faktor, di antaranya, appearance yakni pertama, penampilan diri dan juga tools yang dipergunakan oleh pelaku bisnis atau pialang. Kedua, attitude, yakni sikap para pelaku bisnis ataupun pialang dalam melakukan bisnis. Ketiga, ability adalah kemampuan pelaku bisnis maupun para pialang, baik dalam hal pengetahuan asuransi maupun kecakapan dalam melakukan bisnis asuransi. Hal ini pula yang ditekankan oleh bapak satu anak ini dalam menjalani karirnya hingga sekarang. Bagi Irvan, kejujuran merupakan kuncinya.

Irvan pun mengakui, saat ini gambaran bisnis asuransi secara umum termasuk sektor pialang asuransi sedang dalam kondisi kurang bagus. Kondisi ini juga dialami oleh berbagai sektor industri, salah satu alasannya adalah masih diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat masih adanya pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Diharapkan mulai tahun 2021 sektor industri asuransi khususnya kontribusi dari sektor pialang atau broker asuransi mulai menunjukkan kinerja yang lebih baik dan positif. Hal ini akan dapat terwujud apabila pandemi ini mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir,” ungkap pria yang mengagumi ketokohan Nabi Muhammad SAW ini.

Terkait dengan profesi pialang asuransi bagi generasi milenial, dia mengungkapkan bahwa profesi di industri kepialangan sesungguhnya masih sangat menjanjikan untuk generasi milenial tentunya dengan tetap memenuhi syarat-syarat dan ketentuan yang diwajibkan oleh regulator atau OJK, baik dalam pemenuhan persyaratan sertifikasi profesi maupun persyaratan leveling (level 5, 6, dan 7) dan atau ketentuan lain yang berlaku.

“Agar para generasi muda berminat menekuni profesi pialang, antara lain perlu dilakukan sosialisasi kepada para generasi muda mengenai peluang kerja dan karier di perasuransian, khususnya industri kepialangan asuransi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di industri ini,” pungkasnya. Wahyu Widiastuti