Celebrity Insurance FC, Wadah Pegiat Industri Perasuransian Bersilaturahmi

Malam itu, pertengahan November 2020 langit Jakarta terlihat cerah. Tepatnya di Pancoran Soccer Field atau biasa dikenal dengan Lapangan Sepak Bola TNI AU Pancoran di bilangan Jakata Selatan. Tampak sejumlah lampu sorot bertengger di tiang yang tertancap di setiap sudut lapangan menyala dengan terangnya, menyoroti puluhan pemuda yang tengah menikmati sentuhan si kulit bundar dari satu kaki ke kaki pemain yang lain. Mereka yang berpeluh adalah sekumpulan laki-laki yang tergabung dalam komunitas Celebrity Insurance FC, beranggotakan para pegiat bisnis di industri perasuransian Indonesia.

Sekitar pukul 19.30 WIB atau setengah jam sebelum permainan usai, Media Asuransi mendatangi mereka yang tengah menggelar event sepak bola tersebut, dan langsung mengambil posisi dekat tribun penonton. Ternyata mereka yang bermain bukan hanya yang berusia muda, adapula yang sudah menginjak usia di angka lima. Namun semangat mereka masih seperti remaja belasan tahun.

Tepat pukul 20.00 WIB, wasit meniup pluit panjang, pertanda pertandingan usai, dan kemudian langsung diadakan acara seremonial singkat, mengumumkan para pemenang dan penyerahan piala. Tidak menunggu waktu lama, Media Asuransi dengan sigap menyambangi panitia event yang sekaligus kordinator komunitas, untuk berbincang terkait komunitas sepak bola insan perasuransian yang baru saja dibentuk. Dia adalah Direktur PT Fins Insurance Brokers, Muhammad Husni Barkah.

Husni menceritakan awal komunitas ini terbentuk oleh obrolan ‘warung kopi’ dari beberapa rekan untuk membuat grup olah raga yang bisa menjalin silaturahmi antara teman-teman yang berkarir di industri perasuransian. Satu-satu diajaklah rekan-rekannya, ada dari industri broker asuransi dan reasuransi, perusahaan asuransi dan reasuransi, serta ada juga dari perusahaan adjuster. Setelah beberapa kali diskusi, akhirnya diputuskan komunitas ini akan menunjukkan aksi di lapangan sepak bola. Dipilihlah lapangan TNI AU Pancoran yang sangat kondusif di tengah kota, apalagi di masa PSBB seperti sekarang.

Lebih lanjut, Husni menjelaskan bahwa nama Celebrity Insurance FC merupakan hasil voting anggota dari sekitar 10 nama yang diusulkan, dan nama ini mendapat suara terbanyak. Saat ini anggota komunitas ini berjumlah hampir 100 orang. Namun tidak semuanya ikut main bola. Husni mengatakan event ini diadakan sebulan sekali, dan kali ini adalah chapter kedua yang diikuti oleh empat klub dengan sekitar 50-an orang peserta.

“Sistemnya kita main bulanan, dan beberapa minggu sebelum jadwal, kita buka open list, untuk mendata siapa saja yang bisa ikut main. Setelah itu baru dibagi klubnya berdasar nama-nama yang sudah mendaftar. Untuk chapter kedua ini, panitia membatasi empat klub, artinya sekitar 50 peserta saja. Namun ternyata peminatnya melebihi kuota yang direncanakan. Mungkin untuk chapter selanjutnya jika memang memungkinkan kita akan tambah kuotanya. Karena antusiasme peserta memang besar sekali,” jelas Husni pada Media Asuransi malam itu.

Husni juga menambahkan bahwa event ini dikemas seperti perlombaan, tujuannya adalah agar para peserta bisa lebih semangat lagi dalam bermain. “Agar lebih semangat, secara formalitas kita buat seperti turnamen, artinya sebanyak empat klub itu kita perlombakan secara profesional, dan anggota klub yang menang akan mendapat piala serta bingkisan dari panitia. Ke depan mungkin kita akan meriahkan juga dengan pemilihan sejenis man of the match atau kiper terbaik gitu,” tambahnya.

Bagi sebagian teman-teman, lanjut Husni, bergabung pada event ini sebetulnya bukan hanya sekadar main bola. Tapi juga dalam rangka ajang berbisnis, seperti halnya dalam kegiatan olah raga golf. Mereka sengaja datang beberapa saat sebelum jadwal main, kemudian ngopi-ngopi dulu sambil membicarakan terkait pekerjaan. Namun intinya adalah silaturahmi, yang tadinya belum saling kenal, akhirnya bisa bertemu dan menjalin relasi bisnis.

Saat ditanya syarat untuk bisa join di Celebrity Insurance Football, Husni menjawab cukup dengan kemauan main bola saja. “Yang penting adalah kemampuan dan kemauan untuk mengejar bola. Soal umur atau kemahiran main bola, lanjut Husni, tidak dibatasi sama sekali, bahkan ada sudah berumur 60 tahun. Jadi bukan sekadar cari sehat dan keluar keringat, tapi memang silaturahmi seperti ini ada nilai bisnisnya juga. Mungkin itu juga yang menambah antusias para anggota mengikuti event ini. Bisa dibilang ajang ini menjadi opsi bisnis selain golf. Kita mainnya juga tidak ngoyo. Istilahnya main ini fun soccer saja. Kita seru-seruan saja, cari keringat,” ungkapnya.

Bagi Husni secara pribadi, menyukai sepak bola ini karena filosofi kebersamaan yang kuat. “Dengan satu bola dan tujuan yang sama para pemain harus saling memahami strategi yang diterapkan untuk mencapai goal. Itu butuh kerja sama dan kekompakan antarpemain, berbeda dengan jenis olah raga yang bersifat individu. Bukan saja olah raga invidu, mungkin yang beranggota dua atau empat orang, sepak bola ini lebih terasa kekompakannya. Karena memang untuk memadukan 11 orang di lapangan itu tidak mudah,” tegasnya.

Sementara itu, anggota komunitas yang lain Associate Director PT Andika Mitra Sejati (Andika Broker) Dicky Wens mengatakan, ajang ini dia niatkan semata untuk kesehatan dan sekadar mempererat persahabatan antarsesama pejuang di industri perasuransian. “Secara pribadi saya tidak memikirkan dari sisi bisnisnya. Karena memang motivasi utama kita dalam event ini adalah olah raga dan silaturahmi, kalaupun ada sisi bisnis yang didapat berarti itu bonusnya,” ungkap Dicky pada Media Asuransi.

Dengan adanya komunitas ini, menurut Dicky, industri perasuransian akan menjadi lebih berkembang. Pasalnya dengan ‘guyup’ seperti ini, anggota komunitas bisa bertukar pikiran. Dia mengaku secara pribadi  tidak terlalu tertarik dengan sepak bola, apalagi dari segi umur juga sudah tidak muda lagi. Namun, karena kemauan silaturahmi sembari berolah raga, akhirnya ia pun menikmati sepak bola dan menjadi salah satu hobinya. Padahal, katanya, kalau dilihat tidak semua anggota Celebrity Insurance FC bisa bermain bola, tapi karena ada kemauan dan ada nilai silaturahmi, akhirnya ikutan juga.

Lebih jauh, Dicky mengatakan bahwa dirinya tidak menduga antusias peserta bisa luar biasa sekali. Dia menganggap bahwa kebiasaannya orang-orang industri, untuk olah raga lebih kepada golf. Dan, ternyata dengan sepak bola ini bisa menjadi wadah juga bagi para pegiat di perasuransian. “Harapan saya, Celebrity Insurance FC ini bisa mengarah seperti komunitas golf di industri perasuransian. Industri kita itu jangan hanya terpaku pada olah raga golf saja. Mudah-mudahan komunitas seperti ini dapat terbina dan terorganisasi dengan baik. Untuk event-nya saya pikir bagi kita yang sibuk dengan dunia industri cukup sebulan sekali. Sebab kalau keseringan juga tidak baik untuk dunia usaha,” tuturnya mengakhiri perbincangan.

Obrolan Media Asuransi dengan para anggota Celebrity Insurance FC berakhir seiring dengan berlalunya malam, dan para peserta lain pun mulai meninggalkan lapangan menuju kediaman masing-masing. B. Firman