Apa Penyebab Kemacetan Luar Biasa Saat Mudik Lebaran?

Redaksi Yth,
Saya secara pribadi turut prihatin dengan jatuhnya korban meninggal dunia saat arus mudik Lebaran 2016, khususnya yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh kemacetan luar biasa di sekitar Brebes. Saya sendiri juga menjadi salah satu pemudik yang harus berjibakudengan kemacetan luar biasa sejak menjelang exit Pejagan hingga exit Brebes Timur (Brexit). Perjalanan Jakarta hingga perbatasan Tegal-Pemalang, saya tempuhdalam waktu sekitar 24 jam. Jauh lebih lama dibandingkan
dengan saat kemacetan parah saat mudik lebaran tahun 2014 akibat anjloknya jembatan Comal, karena saat itu saya hanya perlu waktu sekitar 14 jam untuk menempuh jarak yang sama. Padahal saat itu belum beroperasi Tol Cipali dan Tol Pejagan-Brebes Timur.

Menurut saya, ada kesalahan pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan kemacetan yang mungkin terjadi pada tahun ini. Yakni hanya terkonsentrasi memastikan bahwa jalan tol yang baru diresmikan bulan Mei, yakni Pejagan-Brebes Timur, layak digunakan untuk mudik. Tetapi sedikit melupakan bahwa jalur arteri Pantura disekitar Brebes hingga Pekalongan masih sempit, hanya
bisa dilalui dua mobil dan menyisakan satu lajur untuk sepeda motor.
Apa yang saya alami, macet totalnya menjelang pintu tol bukan disebabkan oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk transaksi pembayaran, melainkan juga antrian untuk masuk ke jalan arteri Pantura. Asumsi ini dikuatkan dengan pengalaman beberapa pemudik yang saya temui, bahwa mereka yang keluar di exit Pejagan ternyata memerlukan waktu sekitar 6-9 jam lebih lama untuk bisa sampai di Tegal, dibandingkan yang saya alami dengan memilih keluar di Brexit.
Mudah-mudahan, untuk waktu-waktu mendatang kondisinya akan lebih baik. Termasuk kesediaan BBM di jalur Pantura. Perlu diingat bahwa sebelum ada Tol Cipali dan Pejagan-Brebes Timur, para pemudik biasa mengisi BBM di sepanjang jalur arteri Cikampek hingga Palimanan. Sementara itu saat ini pilihan yang ada sangat terbatas di beberapa rest area di jalan tol, sehingga akhirnya para pemudik mengincar SPBU di sepanjang Brebes Timur hingga Pekalongan.

Hariyanto Effendi
Cikunir, Bekasi, Jabar