1
1

2023, Tahun Keterpurukan Aksi M&A Asuransi Global

Ilustrasi. | Foto: Ist

Efek inflasi global yang tinggi telah memicu penurunan aksi merger dan akuisisi (M&A) di semua sektor bisnis sepanjang tahun 2023. Bahkan, realisasi aktivitas M&A global di sektor asuransi tahun 2023 terpuruk dalam 10 tahun terakhir.

GlobalData, perusahaan data dan analisis terkemuka, melalui laporan bertajuk in 2023 – Top Themes by Sector – Thematic “Global M&A Deals Intelligence” mengungkapkan bahwa total volume kesepakatan M&A global sepanjang 2023 turun sebesar 17 persen dari 37.186 kesepakatan pada 2022 menjadi 30.883 kesepakatan pada tahun 2023.

Nilai kesepakatan M&A global sepanjang 2023 tercatat anjlok ke titik terendah dalam lima tahun terakhir. Dengan total nilai transaksi US$2,2 triliun, kesepakatan M&A sepanjang 2023 ini mengalami penurunan sebesar 12 persen dibandingkan dengan 2022. Menurut GlobalData, penurunan aktivitas M&A ini disebabkan oleh lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga di seluruh dunia, yang menyebabkan perlambatan ekonomi global.

Sejalan dengan penurunan aksi M&A secara global ini, aksi M&A di sektor asuransi global juga terpuruk pada 2023. Perusahaan hukum global, Clyde & Co, mencatat aktivitas M&A global sektor asuransi menyentuh titik terendah dalam 10 tahun terakhir.

Sepanjang 2023 terdapat 346 kesepakatan M&A atau turun dibandingkan dengan aktivitas M&A 2022 sebanyak 449 kesepakatan. Mitra Clyde & Co di Dubai, Peter Hodgins, mengatakan berlanjutnya dampak inflasi tinggi pada ekonomi global membuat pendanaan untuk transaksi bisnis asuransi menjadi sulit diperoleh.

Amerika tetap menjadi kawasan yang paling aktif untuk aksi M&A pada 2023 dengan peningkatan jumlah transaksi sebesar 5,1 persen. Sementara itu di posisi kedua, kawasan Eropa mengalami penurunan sebesar 22,9 persen menjadi 55 kesepakatan pada 2023 dibandingkan 2022 dengan 106 kesepakatan.

Di sisi lain, wilayah Asia Pasifik mengalami penurunan aktivitas M&A sebesar 20,7 persen pada paruh kedua 2023, sedangkan wilayah Timur Tengah dan Afrika mengalami penurunan aktivitas sebesar 33,3 persen.

Ke depan, Clyde & Co menilai faktor makroekonomi akan mempengaruhi kemampuan sektor asuransi untuk mencapai pertumbuhan pada 2024. Keterpurukan aksi M&A di tahun 2023 dinilai akan menemukan titik balik pada tahun 2024.

Laporan Clearwater Analytics juga memperkirakan seluruh kawasan Asia berada di puncak gelombang aktivitas merger dan akuisisi 2024 yang berarti peluang besar bagi perusahaan asuransi di Asia Pasifik.

Salah satu 5 besar kantor akuntan global, KPMG, menilai dengan stabilnya suku bunga, perusahaan-perusahaan asuransi diperkirakan beralih dari pendekatan akuisisi pasif ke pendekatan yang lebih strategis. Perusahaan asuransi kemungkinan mendivestasikan bisnis non-inti yang tidak menghasilkan keuntungan dan mengakuisisi bisnis yang menawarkan kemampuan baru.

CEO Outlook KPMG mengungkapkan lebih dari separuh CEO asuransi (55 persen) kemungkinan melakukan akuisisi yang akan berdampak signifikan terhadap organisasi mereka.

 

Pialang Asuransi

Di sisi lain, laporan MarshBerry & Co LLC, mencatat penurunan hampir 17 persen pada aksi M&A perusahaan pialang asuransi global. Pada 2023 terjadi 751 transaksi atau turun dibandingkan dengan 2022 sebanyak 903 transaksi.

Meski volume transaksi secara keseluruhan turun dari rekor tertinggi, nilai valuasi terus meningkat yaitu sebesar 7,8 persen dibandingkan dengan nilai valuasi 2022.

Menurut MarshBerry, selama 2023 tercatat 10 perusahaan menyumbang 43 persen dari kesepakatan yang diumumkan dan sebanyak empat pembeli paling aktif menyumbang lebih dari 21 persen dari 751 total transaksi yang diumumkan.

MarshBerry memperkirakan kondisi ekonomi mulai menunjukkan potensi penarik M&A asuransi. Kenaikan suku bunga berhasil mendinginkan inflasi yang selanjutnya direspons Federal Reserve dengan menghentikan kenaikan suku bunganya. Potensi penurunan suku bunga tersebut diperkirakan dapat meningkatkan permintaan dari sisi pembeli.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pialang Asuransi, ‘Pengacara’ Anda di Asuransi
Next Post APPARINDO Sosialisasikan POJK 20/2023 dan POJK 24/2023 kepada Anggota

Member Login

or