Di Tengah Pandemi Covid-19 Multifinance Terbitkan Obligasi untuk Modal Kerja

    Menghadapi kondisi yang penuh dengan ketidakpastian akibat wabah pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan pembiayaan mulai mengatur strategi dengan menerbitkan surat berharga atau obligasi. Penerbitan surat utang ini dilakukan guna mendukung penyaluran pembiayaan pada paruh kedua tahun ini. Perusahaan multifinance tetap optimistis, penerbitan obligasi akan mendapat sambutan positif pasar.

    Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan BFI Finance Sudjono mengungkapkan bahwa PT BFI Finance Indonesia Tbk akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 dengan nilai emisi sebesar Rp500 miliar. Penerbitan surat utang ini bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp8 triliun yang telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Obligasi ini ditawarkan terdiri dari Seri A berjangka waktu 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi dan Seri B berjangka waktu 3 tahun terhitung sejak tanggal emisi.

    Sudjono menyatakan bahwa BFI Finance optimistis penerbitan obligasi ini akan mendapat sambutan positif dari pasar, mengingat rekam jejak BFI Finance selama ini telah dikenal baik oleh investor dan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan PUB sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014. Perseroan telah melakukan penerbitan obligasi sejak tahun 2007 dengan total nilai emisi lebih dari Rp11 triliun sampai 30 Juni 2020. “Dari jumlah emisi tersebut telah dilunasi lebih dari Rp8,5 triliun sesuai tanggal jatuh tempo masing-masing obligasi,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Sudjono mengungkapkan, sektor pembiayaan memang menghadapi tekanan signifikan dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan kualitas aset akibat dari perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan langkah-langkah pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah. Fitch Ratings memperkirakan BFI Finance akan memiliki likuiditas yang memadai untuk menyerap dampak dari pendapatan yang lebih rendah dan biaya kredit lebih tinggi akibat pandemi. “Sejalan dengan perkiraan tersebut, BFI Finance telah melakukan manajemen keuangan dan manajemen risiko secara berhati-hati. Pencadangan kerugian piutang telah ditingkatkan dari 2,0 persen di akhir 2019 menjadi 6,0 persen di akhir semester I tahun 2020. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kerugian piutang yang akan timbul pada semester II tahun ini,” jelasnya.

    Dalam hal ini, lanjut Sudjono, BFI Finance memiliki rasio utang atau gearing ratio sangat rendah di level 1,7 kali dibandingkan rata-rata industri. Adapun total ekuitas masih besar senilai Rp6,1 triliun atau setara dengan minimal permodalan Bank BUKU III. “Dengan risiko usaha dan likuiditas tetap terjaga pada semester I tahun 2020, BFI Finance merupakan salah satu perusahaan publik yang melakukan pembayaran dividen tunai sebesar Rp180 miliar di akhir bulan Juli 2020 secara konsisten seperti di tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

    Masa Penawaran Awal Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 telah dimulai dari tanggal 28 Juli 2020 hingga 12 Agustus 2020. Pembayaran dari investor dijadwalkan tanggal 7 September 2020 dan perseroan akan menerima dana hasil emisi obligasi ini tanggal 8 September 2020. Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 September 2020.

    Perseroan telah menunjuk lima Penjamin Pelaksana Emisi, yaitu PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Wali Amanat. Untuk emisi obligasi ini, BFI Finance memperoleh hasil pemeringkatan efek jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) dengan peringkat ‘A+(idn)’. Peringkat nasional di kategori ‘A’ menunjukkan ekspektasi risiko gagal bayar yang rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

    Di tengah pandemi Covid-19 ini, perusahaan pembiayaan lain yang juga merilis surat utang atau obligasi adalah PT Tunas Mandiri Finance (MTF). Anak usaha Bank Mandiri ini telah menambah permodalan dari penawaran umum surat utang terbaru, Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2020. MTF mendapat dana segar dari obligasi berkelanjutan V tahap I ini senilai Rp858 miliar, dari target sebelumnya Rp1 triliun. Adapun Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V milik MTF memiliki kuota total dana yang akan dihimpun mencapai Rp5 triliun.

   Direktur Keuangan MTF Armendra mengatakan, pasar menyambut positif atas penerbitan obligasi MTF. Sambutan positif dari pasar atas penawaran Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2020, merupakan wujud kepercayaan dunia investasi kepada industri multifinance, khususnya kepada Mandiri Tunas Finance. “Dana yang diterima dari hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan perseroan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor perseroan secara selektif dan berhati-hati pada semester kedua 2020 dan mempertahankan posisi perusahaan tetap kuat terutama dari sisi finansial,” jelas Armenda dalam keterangan resmi di Jakarta.

     MTF menerbitkan obligasi senilai total Rp858 miliar tersebut terdiri dari dua seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B. Obligasi Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp472 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,00 persen per tahun dan berjangka waktu 3 tahun. Sedangkan Obligasi seri B memiliki jumlah pokok sebesar Rp386 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,60 persen per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Pembayaran obligasi seri A maupun seri B, dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100 persen dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi, sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dengan pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 13 November 2020.

     Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2020 ini telah mendapat pernyataan efektif pada 6 Agustus 2020, memasuki masa penawaran pada 10 Agustus 2020, dengan tanggal penjatahan 11 Agustus 2020. Sementara distribusi obligasi secara elektronik dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2020 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Agustus 2020. Penerbitan obligasi ini didukung antara lain oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.

     Langkah yang sama juga dilakukan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (AMDF) dengan merilis Obligasi PUB V dan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 senilai Rp1,5 triliun pada Juli 2020. Dana itu digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor secara konvensional dan berbasis murabahah. Berdasar prospektus ringkas yang dipublikasikan perseroan, penerbitan obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) V Adira Finance dengan target dana mencapai Rp9 triliun. Pada PUB V Tahap I Tahun 2020 ini, perseroan akan menawarkan obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp1,3 triliun.

   Obligasi ini terdiri atas dua seri. Untuk obligasi seri A, ditawarkan sebesar
Rp483,95 miliar dengan bunga obligasi sebesar 6,9 persen per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi yakni 17 Juli 2021. Pada obligasi seri B, ditawarkan sebesar Rp816,05 miliar, dengan bunga obligasi sebesar 7,9 persen per tahun. Adapun jangka waktunya 36 bulan terhitung sejak tanggal emisi yakni 7 Juli 2023. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen kendaraan bermotor.

    Selaku penjamin pelaksana emisi sukuk mudharabah yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Deretan penjamin pelaksana itu juga berlaku pada emisi obligasi dengan tambahan PT OCBC Sekuritas Indonesia. Bertindak sebagai wali amanat dari kedua surat utang itu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Wahyu Widiastuti