Pandemi Covid-19 Berdampak pada Kinerja Asuransi Jiwa Kuartal Pertama 2020

     Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 2020 telah berdampak terhadap perlambatan pada industri asuransi jiwa pada kuartal pertama tahun 2020. Perlambatan terjadi pada angka total pendapatan, meliputi total pendapatan premi, hasil investasi dan klaim reasuransi. Dalam kondisi seperti ini, industri asuransi jiwa terus memberikan pelayanan dan perlindungan yang menyeluruh bagi masyarakat Indonesia.

     Komitmen ini terbukti dengan meningkatnya total klaim dan manfaat yang dibayarkan, total jumlah tertanggung, total uang pertanggungan dan jumlah tenaga pemasar. Total klaim dan manfaat yang dibayarkan naik 4,1 persen, yaitu dari Rp34,1 triliun per kuartal pertama 2019 menjadi Rp35,92 triliun di kuartal pertama 2020. Jumlah tertanggung meningkat 20,3 persen, yaitu dari 53,17 juta per kuartal pertama 2019 menjadi 63,97 juta orang pada kuartal pertama 2020. Sedangkan total uang pertanggungan naik sebesar 5,6 persen, yaitu dari Rp3.859,45 triliun di kuartal pertama 2019 menjadi Rp4.073,79 triliun di kuartal pertama 2020.

     Di sisi lain AAJI melaporkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa di Indonesia per kuartal pertama 2020 tumbuh negatif dibanding kuartal pertama 2019. Total pendapatan premi kuartal pertama 2020 tercatat sebesar Rp44,11 triliun, turun 4,9 persen dari kuartal pertama 2019 sebesar Rp46,40 triliun. Penurunan pertumbuhan dipicu oleh anjloknya total premi bisnis baru sebesar 8,3 persen, dari Rp28,27 triliun di kuartal pertama 2019 menjadi Rp25,93 triliun di kuartal pertama tahun 2020. Sedangkan premi lanjutan tumbuh 0,3 persen, dari Rp18,13 triliun di kuartal pertama 2019 menjad Rp18,18 triliun di kuartal pertama 2020.

     Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan bahwa kondisi kuartal pertama 2020 memang tidak mudah dengan adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut turut berpengaruh terhadap kinerja industri asuransi jiwa, yakni total pendapatan premi industri asuransi jiwa melambat. Namun pandemi ini telah mendorong dan membentuk pola kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. “Melihat situasi ini, sebagai upaya untuk tetap melayani kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat di masa pandemi, perusahaan asuransi jiwa semakin fokus memberi edukasi dan saran bagi masyarakat mengenai pilihan perlindungan yang tepat. Dalam kondisi penuh tantangan ini, komitmen kuat dan berkelanjutan dari industri asuransi jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran,” katanya dalam rilis 24 Juni 2020.

     Budi menjelaskan, pentingnya kesadaran masyarakat atas perlindungan asuransi jiwa, termasuk asuransi kesehatan, pada kuartal pertama 2020 ditunjukkan adanya peningkatan dalam angka. “Total uang pertanggungan naik 5,6 persen, dari Rp3.859,45 triliun menjadi Rp4.073,79 triliun. Hal ini juga didorong oleh gencarnya AAJI bekerjasama dengan industri asuransi jiwa melakukan literasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa,” katanya.

     Walaupun jumlah tertanggung dan uang pertanggungan meningkat, Budi Tampubolon menjelaskan angka total polis kumpulan mengalami penurunan. “Ini mengindikasikan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat perekonomian Indonesia mulai melambat. Akibatnya, terjadi penurunan kepemilikan polis baru dari sektor korporasi,” ungkapnya. Dia tambahkan, secara umum kondisi berbagai industri di Indonesia memang sedang mengalami perlambatan terbukti dengan data dari BPS yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal pertama 2020 hanya mencapai 2,97 persen. “Hal ini yang kemudian mendorong penurunan polis korporasi menjadi cukup signifikan,” tandasnya.

  Untuk kanal distribusi, bancassurance merupakan kanal yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan premi industri asuransi jiwa di kuartal pertama 2020. Tercatat, rasio kontribusi bancassurance terhadap total premi sebesar 44,4 persen, diikuti oleh kanal distribusi keagenan sebesar 38,4 persen.

     Sementara itu, terkait hasil investasi industri asuransi jiwa sebagai suatu bisnis jangka panjang, terdapat penurunan hasil investasi pada kuartal pertama 2020 disebabkan kondisi pasar modal Indonesia setelah pandemi global Covid-19. Dampaknya, industri asuransi jiwa, yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8 persen sejak awal tahun hingga Maret 2020.

     Budi menuturkan, berbagai upaya dilakukan industri asuransi jiwa dalam menghadapi kuartal pertama tahun ini untuk menjaga stabilitas bisnis dalam kondisi penuh tantangan dan mengalami perubahan akibat Covid-19. Upayaupaya yang dilakukan antara lain, memberi edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk pemanfaatan media digital, agar nasabah dan masyarakat kembali mempelajari ketentuan polis dari perusahaan asuransi masing-masing terutama terkait manfaat dan perlindungan atas kondisi Covid-19, walau secara umum Covid-19 tidak dikecualikan dari polis. Masyarakat juga didorong menghubungi perusahaan asuransi masing-masing apabila ada pertanyaan lebih lanjut atas ketentuan polis.

     Upaya lain yang difasilitasi oleh AAJI yaitu penggunaan teknologi digital dalam ujian sertifikasi tenaga pemasar. S. Edi Santosa