Penguatan IHSG Dibayangi Profit Taking

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan masih berpotensi menguat dengan dibayangi aksi profit taking. 

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG semakin mantab bergerak di atas level resistance 5.550 dan mendekati resistance 5.600. 

IHSG Masuk Area Jenuh Beli 

Dia menjelaskan, guyuran sentimen positif sejak awal pekan membuat IHSG berada pada zona overvalue secara indikator MACD dan zona jenuh beli pada indiaktor stochastic dan RSI. 

“IHSG berpeluang kembali uji resistance 5.600 pada perdagangan akhir pekan tetapi sangat perlu diperhatikan potensi koreksi jangka pendek karena pergerakan yang telah memasuki area jenuh beli. Sehingga kami perkirakan IHSG bergerak kembali menguat tertahan dibayangi profit taking akhir pekan dengan support resistance 5.546-5.647,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Jumat 20 November 2020. 

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; UNVR, CPIN, INKP, TBIG, dan HMSP. 

Kemarin, IHSG (+0,66%) naik 36,54 poin ke level 5.594,06 dengan saham-saham di sektor properti (+2,34%), Pertambangan (+1,38%) dan Konsumsi (+1,22%) naik memimpin penguatan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI 7 days reverse repor rate (BI7DRR) sebesar 25bps menjadi 3,75%, Suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3,00% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50% membuat sektor properti menguat optimistis. APLN (+35%), ASRI (+29.90%) dan LPKR (+19.40%) naik mendekati auto reject atas. 

Lanjar menjelaskan, turunnya suku bunga BI rate berpotensi meningkatkan minat konsumen untuk melakukan KPR yang akan menumbuhkan marketing sales perusahaan properti. Investor asing tercatat net buy sebesar Rp289,06 miliar dengan saham BBCA yang menjadi terbanyak dibeli sebesar Rp573,42 miliar secara net buy investor asing.

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia bervariasi. Indeks Nikkei (-0,36%) dan Hang Seng (-0,71%) turun dengan indeks TOPIX (+0,33%) dan CSI300 (+0,74%) naik. Indeks berjangka AS bergerak bervariasi setelah indeks AS turun akibat pembatasan baru untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah. Indeks Eurostoxx (-0,97%), FTSE (-0,99%), DAX (-0,93%) dan CAC40 (-0,91%) dibuka turun setelah potensi pembatasan baru oleh pemerintah meluas di Eropa dan salah satu perusahaan di Jerman telah memangkas lebih dari 11.000 pekerja memberikan stigma negatif terhadap kondisi bisnis disana. Selanjutnya investor akan menanti hasil pembicaraan brexit yang mendekati tenggang waktunya dan Data tentang klaim pekerjaan mingguan AS dan penjualan rumah yang ada untuk bulan Oktober akan jatuh tempo pada hari Kamis. ACA