AAUI: Sepanjang Tahun 2020 Premi Reasuransi Tumbuh 27,7 Persen Mencapai Rp21,78 Triliun

Media Asuransi Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat lini bisnis industri reasuransi sepanjang tahun 2020 membukukan premi sebesar Rp21,78 triliun atau tumbuh 27,7 persen dibanding  tahun 2019 sebesar Rp17,0 triliun.

Lini bisnis reasuransi kredit  menjadi faktor pendorong kinerja positif premi industri reasuransi dengan kenaikan Rp5,03 triliun menjadi Rp7,48 triliun atau setara 206,4 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,44 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang mengatakan premi tercatat sepanjang 2020 mengalami peningkatan yang tajam pada 2 lini bisnis utama industri reasuransi, bahkan lini bisnis satellite mencatatkan kinerja apik dengan kenaikan sebesar 590,3 persen dengan mencatatkan sebesar Rp62 miliar dibanding tahun 2019 sebesar Rp9 miliar. Meski demikian dari sisi nominal kontribusinya  masih terbilang kecil.

“Kami mencatat ada 7 lini bisnis yang mengalami kenaikan seperti marine hull naik 19,7 persen, aviation naik 10,9 persen, satellite naik 590,3 persen, engineering naik 6,9 persen, liability naik 28,0 persen, dan credit insurance naik 206,4 persen. Tujuh lini bisnis lainnya yang terkontraksi antara lain properti terkontraksi 0,02 persen, motor vehicle minus 46,0 persen, energi onshore minus 3,8 persen, energi offshore 23,4 persen, personal accident & health minus 41,7 persen, dan other minus 6,9 persen,” kata Trinita dalam “Paparan Kinerja Industri Asuransi 2020 Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) secara virtual di Jakarta, Selasa 23 Februari 2021.

Baca Juga:

Trinita juga menyoroti kinerja klaim kredit dibayar pada industri reasuransi yang mengalami kenaikan sebesar 99,6 persen di tahun 2020 sebesar Rp12,36 triliun, dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6,22 triliun. Kenaikan tajam pada klaim dibayar dipengaruhi oleh lini bisnis  reasuransi kredit yang mengalami peningkatan sebesar 617,2 persen menjadi Rp5,99 triliun di 2020 dibanding tahun 2019 yang hanya mencatatkan Rp836 miliar.

Peningkatan tajam juga terjadi pada lini bisnis aviation yang mencatat Rp96 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp29 miliar. Peningkatan juga terjadi pada lini bisnis properti tercatat Rp3,23 triliun atau naik 18,3 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp2,73 triliun.

Pada asuransi kendaraan bermotor terjadi kenaikan dari Rp272 miliar di tahun 2019 naik 5,9 persen menjadi Rp289 miliar. Marine hull dan cargo juga mencatat kenaikan, masing-masing naik 7,1 persen menjadi Rp621 miliar dan naik 39,2 persen menjadi Rp309 miliar di tahun 2020.

Sedangkan pada lini bisnis satellite tercatat sebesar Rp12 miliar, energi offshore sebesar Rp188 miliar atau naik 199,0 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp64 miliar, engineering mencatat sebesar Rp602 miliar atau naik 27,9 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp471 miliar dan surety bond sebesar Rp30 miliar atau naik 125,5 persen dibanding sebelumnya sebesar Rp13 miliar.

“Hanya ada 3 lini bisnis yang tercatat mengalami penurunan klaim, yakni energi onshore yang mengalami penurunan menjadi Rp12 miliar atau turun 52,0 persen dibanding 2019 sebesar Rp25 miliar, personal accident dan health mencatat klaim Rp247 miliar turun 12,1 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp281 miliar, dan other mencatatkan klaim sebesar Rp637 miliar turun 1,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp647 miliar,” katanya.

Baca Juga:

Trinita yang mengutip data OJK, menyebutkan porsi aset dari perusahaan reasuransi terhadap aset industri asuransi  mencapai 1,91 persen atau setara Rp26,99 triliun. Dan secara tahunan (yoy) tumbuh 2,74 persen. Masih berdasar data OJK, klaim total reasuransi tercatat sebesar Rp16,48 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 67,28 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp9,85 triliun. One

Leave a Reply