AAUI: Tujuh Lini Bisnis Dorong Kinerja Premi Asuransi Umum Minus 3,6 Persen

Media Asuransi Sepanjang tahun 2020, berdasar data OJK, asuransi umum berhasil menopang kenaikan aset industri asuransi dengan mencatatkan nilai sebesar Rp166,78 triliun atau mengalami kenaikan 11,83 persen dari total aset Industri asuransi yang mencapai  Rp1.410 triliun. Meski demikian, berdasar data OJK, pertumbuhan premi asuransi umum sepanjang 2020 minus 3,6 persen atau tercatat sebesar Rp76,98 triliun, lebih kecil dari premi di tahun 2019 sebesar Rp79,86 triliun.

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang mengatakan pertumbuhan minus premi pada asuransi umum dikontribusi oleh 7 lini bisnis penurunan yang tajam pada beberapa lini bisnis yang selama ini menunjang kinerja positif asuransi umum. Lini bisnis asuransi yang pertumbuhan preminya minus adalah asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan sebesar 21,3 persen, marine cargo minus 6,3 persen, aviation turun 5,0 persen, energi on shore turun 22,2 peren, engineering 14,4 persen, surety bond minus 14,7 persen, dan other mencapai 30,7 persen.

“Tidak semua lini bisnis pada industri asuransi umum terkontraksi. Dari 14 lini bisnis, 7 lini bisnis atau setengah diantaranya memiliki kinerja positif seperti properti ada pertumbuhan 0,8 persen, marine hull naik 15,3 persen, satellite tumbuh 70,5 persen, energi off shore naik 15,5 persen, liability naik 5,2 persen, asuransi keselakaan dan kesehatan tumbuh 20,9 persen, dan asuransi kredit naik 5,9 persen. Kenaikan tersebut belum mampu mendorong kinerja positif pada premi di 2020 ini,” kata Trinita dalam paparan kinerja Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) secara virtual, Selasa 23 Februari 2021.

Baca Juga: 

Trinita menyampaikan data yang dimiliki AAUI dari 73 perusahaan asuransi umum, premi 2020 tercatat sebesar Rp76,98 triliun atau terkontraksi 3,6 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp79,86 triliun. Sedangkan klaim dibayar untuk asuransi umum sebesar Rp36,11 triliun atau turun 3,3 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp37,35 triliun.

“Class of business yang mengalami penurunan cukup banyak, setengahnya mengalami penurunan cukup dalam, sehingga tidak dapat mendorong kinerja premi kearah positif,” katanya.

Trinita juga menjelaskan kinerja premi asuransi umum dari sisi per lini bisnis. Portofolio premi per lini bisnis pada perusahaan asuransi umum didominasi oleh 3 lini bisnis yakni pada properti mencatatkan porsi 27,3 persen, kendaraan bermotor 19,1 persen, sementara kredit asuransi porsinya mencapai 21,3 persen. Sedangkan porsi klaim per lini bisnis, asuransi properti porsi klaimnya pada 2020 sebesar 19,1 persen, porsi klaim asuransi kendaraan bermotor 19,4 persen, dan porsi klaim asuransi kredit sebesar 29,7 persen.

Dari sisi klaim yang dibayar sepanjang 2020, lanjut Trinita, kinerja asuransi umum juga secara total berhasil membayar klaim sebesar Rp36,11 triliun atau turun 3,2 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp37,35 triliun. Dalam catatan AAUI, dari 14 lini bisnis, 8 diantaranya mencatatkan pertumbuhan klaim minus yang dikontribusi oleh asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp7,01 triliun atau turun13,3 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp8,08 triliun, marine cargo mencatat nilai klaim Rp938 miliar atau turun 13,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,08 triliun. Marine hull mencatatkan pertumbuhan klaim negatif, pada 2020 sebesar  Rp1,26 triliun turun 9,5 persen dibanding 2019 yang mencapai Rp1,40 triliun.

Baca Juga:

Sedangkan pada energy Offshore mencatat Rp47 miliar atau turun 68,8 persen dibanding pada 2019 sebesar Rp152 miliar. Energi offshore juga mengalami penurunan pembayaran premi  di 2020 sebesar Rp760 miliar turun 37,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,21 triliun. Asuransi kesehatan dan kecelakaan juga mengalami penurunan dimana pada 2020 mencatatkan Rp4,53 triliun atau turun 5,0 persen dibanding 2019 sebesar Rp4,76 triliun. Dan untuk  surety bond juga mencatat sebesar Rp619 miliar atau turun 22,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp794 miliar. Sedangkan untuk other mampu mencatatkan Rp 498 miliar atau turun 54,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,09 triliun.

“Sisanya ada 8 lini bisnis  yang mengalami peningkatan pada  klaim yang dibayar secara year on year (yoy). Pada property di 2020 mencapai Rp Rp6,91 triliun atau naik 2,1 persen dibanding 2019 sebesar Rp6,76 triliun, pada lini bisnis Aviation mencatat Rp326 miliar naik 22,2 persen dibanding 2019 sebesar Rp267 miliar, engineering mencatat Rp1,48 triliun atau naik 16,9 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,27 triliun, liability juga mencatat Rp491 miliar atau naik 148,2 persen dibanding 2019 sebesar Rp198 miliar dan asuransi kredit yang mengalami peningkatan 4,5 persen dari Rp10.26 triliun di 2019 menjadi Rp10,72 triliun,” papar Trinita.

Trinita menjelaskan, Asuransi Umum sendiri mencatatkan  total investasi sebesar Rp81,27 triliun atau tumbuh 3,64 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp78,42 triliun. Asuransi umum juga mencatatkan  aset  sebesar Rp166,78 triliun atau naik 5,60 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp157,93 triliun.  Dari sisi liabilitas kinerja asuransi umum tahun 2020 mencatatkan Rp100,21 triliun atau tumbuh 5,79 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp94,73 triliun.

“Dari sisi ekuitas, tahun 2020 industri asuransi umum mencatatkan sebesar Rp65,83  triliun atau tumbuh sebesar 5,36 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp62,48 triliun. Asuransi umum juga mencatatkan premi sebesar Rp76,89 triliun atau terkontraksi 4,04 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp80,12 triliun. Sedangkan dari sisi klaim, asuransi umum di tahun 2020 mencapai Rp37,48 triliun atau naik 3,41 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp36,24 triliun. Sementara itu, dari hasil underwriting Asuransi umum mencatat Rp14,18 triliun atau minus 7,18 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp17,27 triliun. Jika dihitung setelah pajak asuransi umum  tahun 2020 mencatatkan Rp4,94  triliun atau turun 15,92 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,88 triliun,” jelasnya.

Baca Juga:

Sedangkan pada energi offshore nilai klaimnya tercatat Rp47 miliar atau turun 68,8 persen dibanding pada 2019 sebesar Rp152 miliar. Energi offshore juga mengalami penurunan pembayaran klaim di 2020 sebesar 37,3 persen menjadi Rp760 miliar  dibanding 2019 sebesar Rp1,21 triliun. Asuransi kesehatan dan kecelakaan juga mengalami penurunan klaim, pada 2020 mencatatkan klaim Rp4,53 triliun atau turun 5,0 persen dibanding 2019 sebesar Rp4,76 triliun. Surety bond nilai klaimnya sebesar Rp619 miliar atau turun 22,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp794 miliar. Sedangkan untuk other, nilai klaimnya sebesar Rp498 miliar atau turun 54,3 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,09 triliun.

“Sisanya ada 8 lini bisnis  yang mengalami peningkatan pada  klaim yang dibayar. Klaim asuransi properti di 2020 mencapai Rp6,91 triliun atau naik 2,1 persen dibanding 2019 sebesar Rp6,76 triliun, pada lini bisnis aviation nilai klaimnya tercatat Rp326 miliar naik 22,2 persen dibanding 2019 sebesar Rp267 miliar, engineering mencatat klaim Rp1,48 triliun atau naik 16,9 persen dibanding 2019 sebesar Rp1,27 triliun. Liability mencatatkan nilai klaim Rp491 miliar atau naik 148,2 persen dibanding 2019 sebesar Rp198 miliar dan asuransi kredit yang mengalami peningkatan 4,5 persen dari Rp10,26 triliun di 2019 menjadi Rp10,72 triliun di tahun 2020,” papar Trinita.

Trinita menjelaskan, berdasar data OJK, industri asuransi umum mencatatkan nilai total investasi sebesar Rp81,27 triliun atau tumbuh 3,64 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp78,42 triliun. Asuransi umum juga mencatatkan aset sebesar Rp166,78 triliun atau naik 5,60 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp157,93 triliun. Dari sisi liabilitas, asuransi umum tahun 2020 mencatatkan Rp100,21 triliun atau tumbuh 5,79 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp94,73 triliun.

“Berdasar data OJK, dari sisi ekuitas, tahun 2020 industri asuransi umum mencatatkan sebesar Rp65,83  triliun atau tumbuh sebesar 5,36 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp62,48 triliun. Asuransi umum juga mencatatkan premi sebesar Rp76,89 triliun atau terkontraksi 4,04 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp80,12 triliun. Sedangkan dari sisi klaim, asuransi umum di tahun 2020 mencapai Rp37,48 triliun atau naik 3,41 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp36,24 triliun. Sementara itu, dari hasil underwriting asuransi umum mencatat Rp14,18 triliun atau minus 7,18 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp17,27 triliun. Jika dihitung setelah pajak asuransi umum  tahun 2020 mencatatkan Rp4,94  triliun atau turun 15,92 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,88 triliun,” jelasnya.

Trinita juga menuturkan, rasio kecukupan premi terhadap pembayaran klaim pada 2020 pada asuransi umum yang mengalami penurunan 7,02 persen. Sedangkan pada rasio kecukupan premi terhadap pembayaran klaim dan biaya umum juga turun 6,49 persen. Sedangkan pada rasio kecukupan premi dan hasil investasi terhadap pembayaran klaim juga turun 7,26 persen. Sedangkan Rasio Kecukupan Premi dan Hasil Investasi terhadap Pembayaran Klaim dan Biaya Umum juga minus 6,56 persen.

“Kalau melihat dari jumlah keseluruhan premi asuransi dari sumber bisnis, kami mencatat direct marketing masih mendominasi dengan mencatatkan sebesar 30 persen atau setara Rp20,49 triliun. Broker sebesar 23 persen atau setara Rp15,75 triliun dan  agen sebesar 11 persen atau setara Rp7,51 triliun. Sedangkan sisanya dihasilkan dari bancasurance sebesar 9 persen, leasing 8 persen, affinity 1 persen, telemarketing 0,14 persen, internet application 0,07 persen, dan yang sebesar 14 persen berasal dari lainnya,” pungkas Trinita. One

Leave a Reply