AIA Luncurkan AIA Income Pro

    PT AIA Financial (AIA) meluncurkan produk asuransi terbarunya AIA Protection Income Plan (AIA Income Pro) di Jakarta, 4 Maret 2020. Produk ini diklaim dapat memberikan manfaat proteksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia baik itu kebutuhan jangka menengah ataupun jangka panjang dengan mengoptimalkan kemampuan finansial di masa usia produktif. Peluncuran AIA Income Pro dihadiri oleh Presiden Direktur AIA Sainthan Satyamoorthy, Direktur Keagenan AIA Ang Tiam Kit, Group Chief Executive and President AIA Group Ng Keng Hooi, dan Group Chief Executive and President Designate AIA Group Lee Yuan Siong, Regional Chief Executive AIA Group Tan Hak Leh.

  Presiden Direktur AIA Sainthan Satyamoorthy mengatakan bahwa kebutuhan proteksi dan perencanaan keuangan di Indonesia terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan kelas menengah. “AIA Income Pro hadir sebagai solusi untuk membantu kalangan usia produktif menyiapkan proteksi serta perencanaan keuangan demi mewujudkan aspirasi keuangan,” dalam keterangan resminya.

    Sementara itu, Direktur Keagenan AIA Ang Tiam Kit menjelaskan bahwa AIA Income Pro didesain dengan fleksibilitas fitur produk sebagai solusi bagi nasabah yang ingin mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan hingga jangka panjang seperti persiapan dana pensiun termasuk kebutuhan jangka menengah seperti dana pendidikan, perjalanan wisata atau ibadah dengan mengoptimalkan kemampuan finansial selama berada di masa produktif. “Kami berusaha menjangkau seluas–luasnya masyarakat Indonesia, produk ini dapat diperoleh tanpa pengecekan medis dan polis dijamin issued,” jelasnya.

   AIA Income Pro memiliki pilihan masa bayar yang fleksibel untuk mendukung perencanaan keuangan, antara lain pilihan bayar 5, 10, 15, atau 20 tahun yang memberikan jaminan manfaat tahunan selama 15, 20, 25, atau 30 tahun. Manfaat tahunan dijamin hingga 130 persen Premi Tahunan dan manfaat akhir polis dijamin hingga 500 persen premi tahunan. AIA Income Pro juga memiliki fitur uang pertanggungan jiwa sebesar 110 persen dari premi yang dibayarkan atau sebesar nilai tunai (mana yang lebih besar). Ken