Allianz Indonesia Berbagi Tips Melalui Talkshow Asuransi Syariah

Media Asuransi – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Syariah), akan terus memperkuat dukungannya terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan syariah melalui kampanye #AwaliDenganKebaikan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui ragam inisiatif yang disiapkan oleh Allianz Life Syariah.

Allianz Indonesia Kerja Sama dengan PasarPolis dan Gojek

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh Allianz Life Syariah baru-baru ini adalah dengan menggelar talskhow dengan tema Berbisnis Dengan Kebaikan. Pimpinan Unit Usaha Syariah Allianz Life Indonesia, Yoga Prasetyo mengatakan bahwa dalam talkshow ini para nara sumber sepakat bahwa kebaikan sebagaimana landasan utama dalam asuransi syariah, merupakan kunci untuk meraih sukses bisnis meskipun bidang yang ditekuni berbeda-beda.

Menurut Yoga, sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, ekonomi syariah di Indonesia mampu memiliki peran besar dalam pemulihan ekonomi. Sebab, menurut data Global Islamic Finance Report 2019, Indonesia menduduki peringkat pertama dalam pasar keuangan syariah global. Namun demikian, ungkapnya, literasi terkait ekonomi syariah masih rendah. Data Bank Indonesia, mencatat Indeks Literasi Ekonomi Syariah nasional tahun 2019 baru mencapai 16,3 persen.

“Masyarakat masih melihat asuransi syariah sama saja dengan konvensional. Padahal perbedaannya cukup fundamental, karena pada prinsipnya asuransi syariah adalah sekumpulan orang yang bersepakat mengumpulkan dana untuk tujuan saling menyantuni apabila terjadi risiko di antara mereka. Jadi perjanjian atau akadnya adalah donasi untuk tujuan saling menolong dan hal itu bisa terjadi kalau motivasi kita adalah saling berbuat kebaikan,” ungkap Yoga dalam keterangan tertulis kepada Media Asuransi, 12 Oktober 2020.

Pandemi Covid-19 berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Kementrian Keuangan RI, kuartal II/2020 ekonomi Indonesia pertumbuhannya minus 5,32 persen dan mulai membaik pada kuartal III, meski pertumbuhannya masih di level negatif. Di tengah kondisi ini, pemerintah melakukan serangkaian program pemulihan ekonomi, termasuk yang melibatkan sektor keuangan syariah.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, orang-orang melakukan berbagai bentuk ikhtiar dalam upaya mensejahterakan diri, keluarga, dan orang-orang sekitar. Salah satu bentuk ikhtiar adalah dengan berbisnis sebagai jalan untuk mendapatkan rezeki. Kunci keberhasilan bisnis adalah yang disertai dengan niatan penuh kebaikan dan keikhlasan, sehingga nasabah atau pelanggan dapat dipuaskan secara berkelanjutan dan kebaikan itu akan kembali kepada kita. Karena the beauty of business adalah berbagi kebaikan,” kata Salim Al Bakry, Dosen Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, salah satu pembicara dalam talkshow yang digelar secara virtual baru-baru ini.

Selain Salim Al Bakry, talkshow ini juga dihadiri oleh perwakilan pebisnis waralaba makanan, yaitu Muhammad Ikra dan Shanty A Leksono, seorang sociopreneur yang melakukan kegiatan bisnisnya dengan tujuan mulia yaitu untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada lingkungan sekitar dengan konsep tolong-menolong. Fir