APARI Wisuda 188 Anggota, Di Awal Tahun 2020

   Pertama kali di tahun 2020, Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI) mewisuda 188 anggotanya pada tanggal 20 Februari di Jakarta. Wisudawan kali ini terdiri dari 68 orang lulusan ujian sertifikasi program pendidikan tingkat Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APAI) Angkatan XXV Tahun 2019, 42 lulusan program sertifikasi profesi Certified Indonesia Insurance and Reinsurance Brokers (CIIB) angkatan XV tahun 2019, 39 lulusan Program Khusus Sertifikasi Gelar Profesi (PKSGP) CIIB Angkatan XVII Tahun 2019, dan 28 lulusan bagi peserta pengulang CIIB tahun 2019. Dengan adanya wisuda akbar kali ini, APARI memiliki jumlah anggota sebanyak 1.119 orang.

 Ketua Umum APARI Bambang Suseno mengatakan bahwa program-program sertifikasi ini merupakan bentuk implementasi dari POJK Nomor 68/POJK.05/2016 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi. Bambang menambahkan dengan diwisudanya para lulusan kali ini, total anggota APARI menjadi 1119 orang yang terdiri dari 792 bergelar CIIB dan sebanyak 327 orang di tingkat ahli.

   Saat ditanya apakah dengan jumlah ini, apakah tenaga ahli di perusahaan-perusahaan pialang asuransi sudah memadai, Bambang Suseno mengatakan bahwa dengan melihat jumlah perusahaan serta jumlah tenaga ahli, seharusnya sudah memadai, karena ketentuannya adalah satu perusahaan harus memiliki satu tenaga ahli. Hanya saja, lanjut Bambang, pada faktanya ternyata belum demikian, karena penyebaran tenaga ahli tersebut tidak merata di setiap perusahaannya. “APARI sejauh ini telah berusaha melaksanakan tugasnya dalam menyediakan tenaga ahli di industri pialang asuransi. Dan untuk jumlah tenaga ahli, kami telah menyelesaikan tugas, sekarang tinggal komitmen tiap-tiap perusahaan,” ungkapnya.

  Acara wisuda ini dirangkai dengan beberapa acara lainnya, yaitu seminar manajemen risiko yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari anggota APARI dan praktisi perasuransian. Tujuan seminar ini, kata Bambang, adalah membekali para peserta dalam memitigasi risiko sehingga dapat diketahui sejauh mana kebutuhan satu perusahaan dalam melaksanakan manejemen risiko yang baik. Hal ini, lanjutnya, merupakan amanah dari undang-undang No 40 tahun 2014 tentang perasuransian, yang menyatakan bahwa pialang asuransi juga berfungsi sebagai advisor untuk kepentingan kliennya. “Dengan memahami manajemen risiko dari seminar ini, diharapkan industri perasuransian akan menjadi lebih baik lagi,” ujar Bambang.

   Selain itu acara ini juga dirangkai dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) APARI yang merupakan forum komunikasi antara pengurus dan anggota, maupun anggota dan anggota. Pada kesempatan ini dijelaskan realisasi program-program kerja asosiasi tahun 2019 yang lalu, serta pemaparan rencana kerja di tahun 2020 ini.

   Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Kelembagaan Jasa Penunjang I OJK Ahmad Sathori yang mengapresiasi langkah-langkah APARI dalam meningkatkan kapasitas tenaga ahli di industi pialang asuransi di Indonesia. Ahmad Sathori mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh APARI selama ini merupakan suatu pencapaian yang patut dibanggakan. Ke depan, lanjut Ahmad, para pengurus asosiasi diharapkan dapat terus melanjutkan program-programnya dengan penuh semangat, amanah, dan konsisten untuk mengembangkan SDM kepialangan.

  Kepada para wisudawan dia berharap agar senantiasa berkontribusi maksimal dengan memberikan sumbangsih yang nyata, tidak hanya kepada perusahaan tempat bekerja, tapi juga kepada industri perasuransian secara keseluruhan, yang pada ujungnya juga memberi pengaruh terhadap perekonomian nasional. “APARI sebagai partner kerja OJK dituntut juga untuk selalu berkoordinasi dengan kami dalam rangka mendesain suatu program pendidikan yang memang dibutuhkan oleh industri perasuransian pada saat ini,” ungkap Ahmad Sathori. Fir