ASEAN SME Transformation Study 2020: UKM di Indonesia Andalkan Teknologi untuk Atasi Tantangan Akibat Pandemi

Media Asuransi – Usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh Indonesia mengandalkan teknologi dalam mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 terhadap usaha mereka. Teknologi merupakan prioritas investasi yang paling utama bagi 65 persen UKM, termasuk UKM yang masih memiliki kekhawatiran akan arus kas mereka.

Pentingnya Manajemen Risiko bagi UMKM di Tengah Pandemi

Tips dan Jurus UMKM dapat Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Hal ini menurut sebuah survei yang dilakukan terhadap 1.000 UKM di ASEAN yang dilakukan oleh United Overseas Bank (UOB), Accenture, dan Dun & Bradstreet. Dalam keterangan resmi di Jakarta, 28 September 2020, disebutkan bahwa riset ini berupaya memahami bagaimana para UKM tersebut beradaptasi dengan iklim usaha yang diakibatkan oleh perubahan sebagai dampak dari pandemi.

Survei ini menyimpulkan bahwa para pelaku bisnis di Indonesia tidak segan untuk berinvestasi dalam teknologi walaupun 91 persen dari industri UKM tersebut diprediksi akan mengalami penurunan pendapatan pada tahun ini. Kendati ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pelaku bisnis UKM tersebut, mayoritas responden survei di Indonesia (57 persen) menyatakan mereka tetap optimistis perekonomian akan membaik setelah pandemi ini berakhir sehingga mereka siap untuk memanfaatkan teknologi dalam mendorong daya saing serta keberlanjutan mereka.

Investasi dalam teknologi akan dimanfaatkan untuk membangun kemampuan digital dalam hal penjualan dan layanan (85 persen), pemasaran secara digital dan media sosial (76 persen), serta pengelolaan jaringan dan teknologi (64 persen). Selain berinvestasi dalam teknologi, industri UKM di Indonesia juga tengah mempertimbangkan untuk berinvestasi pada tanah, bangunan, mebel dan peralatan atau perbaikan terkait (49 persen) serta keahlian pekerja (43 persen).

Head of Business Banking UOB Indonesia Paul Kan menyatakan bahwa UKM berperan sangat penting dalam perekonomian Indonesia dan Covid-19 telah membawa dampak yang besar bagi banyak industri UKM serta menghambat peluang pertumbuhan. “Untuk membantu mereka mengurangi dampak pandemi ini, kami berupaya untuk memberikan bantuan kepada UKM, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi dalam rangka mendorong perbaikan performa bisnis,” katanya.

Survei UOB: Usaha Kecil di ASEAN Mengandalkan Teknologi untuk Bertahan Melawan Covid-19

Teknologi yang dimaksud misalnya, melalui UOB BizSmart yang merupakan solusi pengelolaan usaha terintegasi yang berbasis cloud, nasabah UKM dapat melakukan digitalisasi terhadap proses administratif SDM serta akunting mereka seperti manajemen persediaan (inventory management), rekonsiliasi akun, penggajian serta klaim. “UOB BizSmart ini memungkinkan nasabah menyederhanakan proses bisnis sehingga mereka dapat menghemat waktu dan tenaga serta dapat lebih gesit dalam melalui masa-masa sulit seperti sekarang ini,” kata Paul Kan.

Sementara itu Manoj Vaswani, Managing Director perusahaan keamanan siber, Halodata Indonesia, menyatakan bahwa dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini, pihaknya mengapresiasi UOB Indonesia yang terus memberikan dukungan dan membantu mengelola arus kas serta memperbaiki proses bisnis. “Melalui UOB BizSmart, sebuah solusi digital yang mudah digunakan dan komprehensif, kami mampu mentransformasi cara kami mengelola data karyawan. Dikarenakan banyak dari kami saat ini bekerja dari rumah, kami merasa terbantu dengan dimungkinkannya memproses catatan karyawan, jadwal cuti serta pengajuan klaim secara daring. Fitur pengenalan wajah (facial recognition) yang disediakan juga membantu karyawan kami membuat jadwal kerja dengan mudah,” katanya.

Pada kuartal kedua tahun 2020, UOB BizSmart telah membantu industri UKM di Indonesia meningkatkan produktivitas mereka walaupun mereka bekerja dari rumah. Walhasil, jumlah akuisisi mengalami peningkatan sebesar 51 persen dari kuartal pertama tahun 2020.

UOB BizSmart baru-baru ini juga memenangkan penghargaan Digital Banking Initiative of the Year – Indonesia pada ajang the Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2020. UOB Indonesia memperoleh penghargaan tersebut atas inovasinya dalam menyediakan solusi digital yang komprehensif bagi UKM melalui UOB BizSmart.

Dari survei ditemukan bahwa UKM di seluruh Tanah Air sudah mulai memanfaatkan teknologi sebagai cara untuk menjamin model bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Mereka juga menyadari bahwa teknologi juga dapat membantu mereka mengelola arus kas dengan lebih baik. Sebanyak 88 persen UKM di Indonesia menyatakan pemanfaatan solusi digital adalah metode pengelolaan arus kas yang paling mereka minati.

UKM di Indonesia juga dapat mengurangi tekanan dalam arus kas dengan cara mengurangi biaya yang berkaitan dengan pemasaran dan menunda penggantian peralatan seperti laptop, desktop dan mesin (79 persen). Mereka juga menyatakan keinginan untuk meningkatkan modal kerja melalui skema pembiayaan yang terkait Covid-19 (73 persen). Salah satu contoh skema pembiayaan tersebut adalah langkah keringanan kredit dari UOB Indonesia untuk menyediakan bantuan likuiditas dengan cepat bagi usaha-usaha kecil dan membantu mereka mengatasi kesulitan finansial.

Hasil lengkap survei dapat ditemukan di the ASEAN SME Transformation Study 2020 yang tersedia pada laman situs UOB Indonesia. Kajian ini untuk bertujuan membantu pelaku industri UKM di ASEAN memahami bagaimana mereka dapat mentransformasi bisnis mereka dalam beradaptasi dengan perubahan-perubahan, serta turut serta dalam pertumbuhan di kawasan. Edi

%d bloggers like this: