AXA Mandiri Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pemasar

Media Asuransi – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memperkuat infrastruktur layanan dan proses bisnis dalam menghadapi dinamika perekonomian nasional, sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Dalam menjalankan proses bisnis, AXA Mandiri menetapkan standar tinggi, salah satunya adalah membekali para tenaga pemasar dengan pengetahuan yang menyeluruh mengenai produk dan serangkaian proses yang harus dilalui, sebelum akhirnya mereka dapat membantu nasabah dalam merencanakan proteksi jangka panjangnya.

AXA Mandiri dan AXA Donasi Alat Donor Darah untuk PMI DKI

Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani mengatakan bahwa salah satu cara yang dilakukan untuk memastikan kualitas tenaga pemasar, adalah dengan metode No Pass No Sell, yaitu tenaga pemasar wajib mengikuti pelatihan dan lulus tes, sebelum dapat memasarkan produk asuransi yang baru diluncurkan. “Di samping itu, kami juga terus meningkatkan kapabilitas mereka, tidak hanya terkait dengan pemahaman produk, tetapi juga soft-skill yang akan membantu memperkaya kualitas individu mereka. Selain itu, dilakukan juga peningkatan sistem teknologi informasi perusahaan. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan penjualan polis AXA Mandiri,” ujar Rudy dalam rilis yang diterima Media Asuransi, Senin, 26 Oktober 2020.

Saat ini, para Financial Advisor (FA) AXA Mandiri yang melakukan penjualan produk, dipastikan telah menjalani pelatihan dan lulus ujian sertifikasi keagenan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Dengan demikian, para FA AXA Mandiri merupakan tenaga pemasar yang terlatih dan memiliki kompetensi yang disyaratkan oleh AAJI. “Apabila terdapat nasabah yang merasa proses penjualan yang dilakukan oleh FA tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan nasabah tersebut dapat membuktikannya, maka FA tersebut akan dikenakan sanksi. Hal ini merupakan komitmen kami dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik”, ucap Rudy.

AXA Mandiri juga menerapkan welcome call atau konfirmasi ulang kepada nasabah untuk memastikan nasabah memahami manfaat, biaya-biaya yang dikenakan dan risiko dari produk asuransi yang dibelinya. Apabila nasabah masih belum mengerti mengenai produk yang dibelinya, maka nasabah akan disarankan untuk menghubungi FA yang menjual atau nasabah dapat membatalkan polis dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal polis diterbitkan.

Dengan demikian, nasabah memiliki hak untuk membatalkan polisnya jika dirasa produk asuransi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan perlindungan atau perencanaan keuangan mereka. Jika telah melewati proses welcome call dan masa bebas lihat selama 14 hari tersebut nasabah tidak melakukan konfirmasi pembatalan polis, maka dapat dikatakan bahwa nasabah telah memahami produk asuransi yang dimilikinya, termasuk mengenai risiko investasi, jika yang mereka miliki adalah produk asuransi unitlink.

Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa penurunan nilai investasi adalah risiko dari turunnya kinerja portofolio investasi yang menjadi underlying dari produk unitlink yang dibeli. “Oleh karena itu, penting untuk mengetahui profil risiko masing-masing untuk dapat menjaga ekspektasi nasabah dalam pengembangan dana investasi pada produk unitlink mereka. Namun demikian, perlu diketahui juga bahwa manfaat uang pertanggungan yang menjadi manfaat utama asuransi unitlink mereka tidak akan berkurang karena pengaruh pasar atau kinerja investasi,” tegas Rudy.

Di saat yang sama, AXA Mandiri juga terus berkontribusi dalam membantu meningkatkan indeks literasi asuransi, dengan memberikan edukasi mengenai asuransi, melalui serangkaian webinar yang dilakukan sejak awal pademi Covid-19. Melalui webinar ini, AXA Mandiri berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan asuransi yang mereka butuhkan, khususnya di masa seperti ini yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan. Ken