Bangun RPA Baru, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) Gelontorkan Anggaran Rp600 Miliar

Media Asuransi – PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) gelontorkan anggaran Rp600 miliar untuk membangun rumah pemotongan ayam (RPA) baru di Wonogiri, Jawa Tengah dengan kapasitas mencapai 50,4 juta ekor per tahun. Rumah potong ayam (RPA) baru perseroan juga siap memproduksi 12.000 ekor ayam per jam atau 10 kali lipat dari RPA lainya.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas (WMU), Ali Mas’adi mengatakan RPA terbaru tersebut diprediksi menjadi RPA terbesar di Indonesia. Dengan RPA baru tersebut, perseroan optimistis mampu mengangkat kinerja perseroan kedepan.

“Bisnis sektor RPA, memiliki prospek cerah yang didorong oleh belum terpenuhinya permintaan pelanggan atau off taker. Saat ini, perseroan memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam segmentasi bisnis ini karena tingkat pemenuhan terhadap permintaan pelanggan belum mencapai 100 persen,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 23 Februari 2021.

Baca Juga:

Menurutnya, selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, beroperasinya RPA baru sejalan dengan strategi usaha perseroan yang fokus pada segmentasi bisnis RPA. Sebelumnya, dengan RPA yang dimilikinya perseroan yang berlokasi di Jambakan, Jawa Tengah, memiliki kapasitas produksi 1.500 ekor ayam per jam atau setara 6.500 ton ayam per tahun.

“RPA baru perseroan akan memproduksi ayam 10 kali lebih banyak dari pada RPA terdahulu. RPA baru ini siap mendorong total produksi hingga 110.740 ton pada 2021. Sedangkan RPA baru yang terletak di Wonogiri diproyeksikan mampu memotong 50,4 juta ekor per tahun,” katanya

Ali mengungkapkan, perseroan  mampu menorehkan kinerja positif pada 2021 sebagaimana perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif pada 2020. Dimana, Per Desember 2020, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan Rp1,1 triliun (unaudited), melonjak dibanding tahun sebelumnya Rp576,72 miliar (audited).

Ali mengaku, perseroan memfokuskan diri pada segmentasi RPA antara lain karena didukung kinerja karkas yang merupakan sumber tertinggi laba perusahaan. Per 30 Juni 2020 (audited), karkas menjadi produk dengan penjualan tertinggi perseroan, yakni mencapai Rp 446 miliar atau 87,7 persen dari total penjualan senilai Rp 508 miliar. Per 30 Juni 2020, perseroan memproduksi karkas hingga 16 ribu ton.

“Hingga saat ini perseroan fokus dalam memproduksi tujuh jenis hasil olahan, yakni karkas (carcass), potongan (parting), daging ayam tanpa tulang (boneless), daging giling atau bubur daging ayam (mechanically deboned meat), serta kulit dan produk samping (ceker, kepala, ati ampela, usus, bulu ayam, dan lainnya),” pungkasnya. One