Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp845 Miliar di Semester I 2020.

  PT Bank  Danamon  Indonesia  Tbk (Bank  Danamon) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp845 miliar pada semester pertama tahun 2020. Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki mengatakan bahwa perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan operasional sebesar enam persen yoy (year on year) dan laba operasional sebelum provisi sebesar 15 persen yoy. Hal ini didorong oleh pertumbuhan 16 persen kredit di segmen Enterprise Banking dan pertumbuhan 18 persen pada fee based income, jika dibandingkan setahun sebelumnya.

            Pendapatan komisi atau fee income tumbuh 18 persen yoy menjadi Rp1,96 triliun. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan dari bancassurance dan jasa wealth management serta keuntungan kegiatan treasuri melalui perdagangan marketable securities dan valuta asing yang tumbuh 134 persen.

      Menurut Yasushi, selama masa pandemi Covid-19 ini, prioritas Bank Danamon adalah  memastikan nasabah dapat terus menikmati layanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan lainnya. “Di tengah kondisi yang menantang ini, kami telah memperkokoh pondasi dengan likuiditas yang stabil dan komposisi pendanaan yang lebih sehat, diperkuat oleh tingkat permodalan yang tinggi dan mampu membawa kami menjadi Bank BUKU 4 serta mempersiapkan kami dalam menghadapi tantangan ekonomi. Kami akan terus memanfaatkan pondasi kuat ini dan sinergi dengan MUFG dalam perjalanan mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, sembari bersiap untuk kondisi ekonomi kembali pulih,” katanya dalam keterangan resmi, 30 Juli 2020.

   Pada semester pertama tahun ini, Bank Danamon berhasil memperkuat pendanaan yang ditunjukkan oleh pertumbuhan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada giro dan tabungan (current account and savings account/CASA) menjadi Rp62,1 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 53,2 persen dari 46,4 persen pada periode yang sama tahun lalu. “Bank Danamon terus fokus terhadap pendanaan granular yang ditunjukkan dengan pertumbuhan 19 persen pada giro dan tabungan (CASA) dan time deposits (deposito) regular,” kata Yasushi

     Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa portofolio kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan atau EB & FI  naik 16 persen menjadi Rp51,2 triliun, pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan MUFG. Segmen perbankan usaha kecil menengah (UKM) dan kredit consumer mortgage masing-masing sebesar Rp27,3 triliun dan Rp8,7 triliun pada akhir Juni 2020. Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance mencatat pembiayaan total sebesar Rp50,4 triliun pada semester pertama tahun ini, di tengah perlambatan pada industry otomotif. Total portofolio kredit dan trade finance tercatat sebesar Rp142,7 triliun pada akhir Juni 2020.

    Direktur Utama Bank Danamon ini juga menjelaskan bahwa pihaknya menjaga penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan kualitas aset melalui pelaksanaan prosedur penilaian risiko, serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau NPL pada akhir semester pertama 2020 tercatat sebesar 4,1 persen. “Bank Danamon terus menjaga pencadangan yang cukup dan pada saat yang sama membantu nasabah yang terkena dampak Covid-19 melalui restrukturisasi kredit.

    Sementara itu, rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio/CIR) berada pada level 46 persen, membaik 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio intermediasi  makroprudensial  (RIM) atau macroprudential intermediation ratio pada level 95,1 persen pada akhir semester pertama 2020, sejalan dengan target likuiditas yang ditetapkan manajemen. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Danamon konsolidasian tercatat sebesar 23,4 pada akhir Juni 2020. Edi