Bank Mandiri Syariah Optimalkan Restrukturisasi Nasabah dan Siap Salurkan Dana PEN

Media Asuransi – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) berkomitmen untuk mendukung langkah pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mengoptimalkan pemberian restrukturisasi pembiayaan kepada nasabah terdampak Covid-19. Direktur Risk Management Mandiri Syariah Tiwul Widyastuti mengatakan kondisi pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi semua pihak, baik nasabah atau debitur maupun bank sebagai kreditur. Selain itu juga perusahaan besar atau kecil tidak terkecuali juga pemerintah dan regulator.

Mandiri Syariah Jadikan Literasi dan Digitalisasi Sebagai Kunci Perkembangan Perbankan Syariah

Pentingnya Manajemen Risiko bagi UMKM di Tengah Pandemi

“Sebagai bank syariah, Mandiri Syariah mengedepankan prinsip adil-seimbang-maslahat. Kami paham semua sedang mengalami tantangan, namun kami harus menjaga kepentingan stakeholders yaitu nasabah, pemegang saham, negara, umat, dan pegawai. Berlandaskan pemahaman atas kondisi nasabah, kami telah menetapkan program restrukturisasi nasabah yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Media Asuransi, Senin, 5 Oktober 2020.

Dijelaskan oleh Tiwul, bahwa program restrukturisasi pembiayaan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah melalui POJK No 11/POJK.03/2020 mengenai Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Virus Corona 2019. Adapun skema restrukturisasinya adalah relaksasi pembayaran kewajiban pokok/margin (grace period), pemberian perpanjangan jangka waktu, dan penyesuaian margin selama grace period.

Mandiri Syariah menetapkan beberapa tahapan dalam program restrukturisasi. Pertama, melakukan stresstest atas portofolio pembiayaan yang terdampak dan berpotensi terdampak Covid 2019 di seluruh segmen. Kedua, menetapkan sektor usaha dan kriteria nasabah. Ketiga, menetapkan skema restrukturisasi dengan memperhatikan kondisi dampak Covid yang dialami nasabah (ringan, sedang, atau berat). Dan keempat, menetapkan kualitas aset.

Dalam rangka percepatan program restrukturisasi, Mandiri Syariah juga membentuk tim gugus tugas khusus baik di kantor pusat maupun wilayah sampai dengan di cabang. “Kami terus berkomunikasi dengan nasabah untuk memonitor kinerja dan aktivitas mereka,” ungkap Tiwul.

Hingga 31 Agustus 2020 Mandiri Syariah telah melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 29.000 nasabah dari 59.000 potensi nasabah terdampak Covid, atau 48,16 persen dari potensi nasabah terdampak Covid-19. Jumlah outstanding yang direstrukturisasi sebesar Rp7,1 triliun dari total potensi sebesar Rp12,14 triliun, atau 9,3 persen dari portofolio pembiayaan Mandiri Syariah. “Komposisi segmen nasabah yang telah direstrukturisasi adalah UMKM 44,21 persen dan non UMKM 51,32 persen, dengan wilayah terbesar di pulau Jawa dan Sumatera,” ujar Tiwul.

Sementara itu terkait penempatan dana untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Corporate Secretary Mandiri Syariah Ivan Ally menyatakan kesiapan Mandiri Syariah dalam menerima dan menyalurkan dana sesuai program Pemerintah melalui PMK  No. 104/PMK.05/2020.

Dia menegaskan bahwa Mandiri Syariah terus berupaya melakukan percepatan penyaluran pembiayaan untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian indonesia dan segmen yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Ivan juga menambahkan, bahwa di tengah pandemi Covid-19 perbankan syariah memiliki kinerja keuangan dan pertumbuhan yang positif selama semester 1/2020 ini. Dengan demikian, dipercaya oleh Kementerian Keuangan untuk menjadi penerima penempatan dana pemerintah guna mengakselerasi pembiayaan UMKM. Edi

%d bloggers like this: