Bank Net Indonesia Syariah Siap IPO 

Media Asuransi – PT Bank Net Indonesia Syariah tengah bersiap untuk melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Pencatatan saham perdana dijadwalkan pada tanggal 2 Februari 2021.  

Direktur PT Bank Net Indonesia Syariah Basuki Hidayat mengatakan, proses bookbuilding dilakukan mulai dari tanggal 11 Januari 2021 sampai 18 Januari 2021. Adapun seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perseroan.  

“Keseluruhan dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja seperti biaya pemeliharaan IT dan penunjangnya dan modal kerja lainnya, hal ini sejalan dengan rencana strategis bank yang akan bertransformasi menjadi bank digital,” ujarnya melalui keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Selasa, 12 Januari 2021. 

PT Bank Net Indonesia Syariah sebelumnya bernama PT Bank Maybank Syariah Indonesia. Dalam website perseroan disebutkan bahwa efektif sejak tanggal 20 Desember 2019, nama bank berganti menjadi PT Bank Net Indonesia Syariah. 

Baca Juga: 

Bank Net Indonesia Syariah berencana melepaskan saham sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp100 setiap saham, yang mewakili 37,90 persen dari modal disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Dalam proses bookbuilding perseroan menetapkan range harga Penawaran Umum pada kisaran Rp103 hingga Rp105, sehingga dana yang diperoleh berkisar Rp515 miliar hingga Rp525 miliar. 

Selain mencatatkan sahamnya, perseroan juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak-banyaknya 2,8 miliar lembar atau sebesar 34,175 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham baru perseroan dengan perbandingan 25 Saham Baru mendapat 14 Waran Seri I. 

Baca Juga: 2021, Adalah Tahun Pemulihan Ekonomi

Direktur Investment Banking PT NH Korindo Sekuritas Indonesia Amir Suhendro Samirin selaku penjamin emisi efek mengatakan, Bank Net Indonesia Syariah telah mendapat izin pra efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 8 Januari 2021 dan melaksanakan bookbuilding pada tanggal 11 Januari 2021 hingga tanggal 18 Januari 2021.  

“Kami berkeyakinan bahwa proses bookbuilding ini akan mendapat respons yang bagus dari pasar serta dapat terserap dengan baik walaupun di tengah masa pandemi Covid-19 ini,” katanya. Edi